
***
"Ritme suara gerak ini…" Nero bergumam menatap sosok yang kini terus melintas, membuat pria di sana kebingungan. "…Dia bergerak sangat cepat. Aku bahkan belum pernah melihat seseorang yang melaju secepat ini," gumam nya, ia terperangah melihat nya. Namun kemudian, Nero mulai bisa melihat sosok yang di kagumi dengan kecepatan bergerak nya itu. Sosok nya mulai sesekali menampak kan diri, membuat pria di sana jengkel di buat nya. Nero terus memperhatikan sampai kemudian pria dengan warna suara hijau itu mulai berlari menuntun satu pria yang di buat nya bingung itu menjauh dari tempat nya berada. Nero terus mengikuti arah gerak nya sampai sosok nya benar-benar hilang di balik gang yang semula mereka lewati. Fokus Nero selanjutnya tersita oleh kobaran api yang tiba-tiba muncul pada tubuh pria yang tadi hampir menembak nya.
"Api? Taz? Apakah dia di sini?" Nero bergumam, melihat kobaran api; membuat diri nya teringat akan sosok Taz, sahabat nya yang tidak lain adalah evolver pengendali api. Namun Nero menyadari keganjilan di sana, api yang di lihat nya bukanlah api yang sama yang di lihat nya keluar dari Taz. Api itu memiliki warna biru, sedangkan api milik Taz adalah api merah. "Tapi… api nya biru, bukan merah. Jika bukan Taz, lalu siapa?" Gumam nya bingung.
"ARGGHHH!!!!" Pria itu memekik ke panasan ketika api biru yang entah muncul darimana tiba-tiba membakar diri nya. Pria itu bergerak, berguling-guling berusaha untuk memadamkan api nya. Melihat tingkah nya, membuat Nero tertawa. Pria itu terus berusaha memadam kan api nya, ia kemudian berlari mencari air. Berlari menjauh dari posisi nya berada saat ini, berlari ke arah kemana pria yang semula hilang bersama dengan sosok si pemilik warna suara hijau. Sosok nya hilang, menyisakan satu pria lain yang terbaring tak sadarkan diri di tanah bersemen di sana. Tampak nya, itu adalah akibat dari perbuatan si pemilik warna suara hijau yang semula memukul keras kepala nya dengan sesuatu yang entah apa.
__ADS_1
Sepeninggalan kedua pria itu, Nero perlahan mulai bisa bernapas lega. Ia hendak kembali fokus pada Vicenzo yang masih belum sadar kan diri, namun belum sempat ia berfokus pada Vicenzo, Nero sudah lebih dulu di kejut kan dengan sosok pria berjubah hitam yang tiba-tiba saja muncul di hadapan nya, turun dengan kemampuan terbang nya dan berdiri tepat beberapa meter dari arah nya saat ini berada.
Nero menoleh ke arah sosok nya, ia begitu terkejut akan kemunculan pria itu yang secara tiba-tiba. Apalagi dengan jubah hitam yang menutupi tubuh nya, membuat nya cukup shock karena ia pikir, yang tadi itu bukan manusia seperti diri nya.
Pria itu berdiri dalam keadaan menoleh pada sosok lelaki yang terbaring di sana, Nero memperhatikan gerak gerik nya. Si biru menoleh sekilas pada Nero kemudian kembali fokus pada lelaki yang tengah pingsan tak jauh dari nya itu. Tangan nya kemudian bergerak, membentuk sebuah gesture yang kemudian secara bersamaan membuat pria berjas hitam itu, melayang di udara. Nero menatap nya dengan raut wajah terkejut. Si biru tak menghiraukan nya dan terus fokus mengangkat tubuh pria itu sampai melayang sejauh sepuluh meter dari permukaan tanah, semakin tinggi. Lebih tinggi lagi, sampai akhir nya mencapai puncak gedung-gedung tua yang tak terpakai yang ada di sekitar mereka. Si biru kemudian menggerak kan tangan nya, membentuk gesture melempar yang spontan membuat tubuh pria itu hilang terlempar jauh entah ke arah mana. Namun yang pasti sosok pria itu hilang di antara hamparan gedung-gedung tua tinggi yang tidak terpakai itu sampai-sampai Nero tidak lagi dapat melihat nya.
"Huft~ benar-benar menyebal kan mereka itu," seseorang berucap membuat Nero beralih menatap ke bagian gang gelap di sana. Suara nya perempuan dan dari warna nya, Nero melihat warna merah muda yang serupa dengan warna percikan listrik yang terdapat pada medan gaya yang di lihat nya. Perempuan itu perlahan melangkah menuju tempat yang lebih terang, membuat sosok nya dapat di lihat dengan jelas oleh Nero. Seorang wanita dewasa yang tampak cantik dan anggun, memakai jubah hitam yang sama dengan si hijau dan biru. Namun lagi-lagi warna corak dan garis warna nya berbeda. Wanita itu memakai jubah dengan paduan corak dan warna garis berwarna merah muda. Nero mengikuti arah gerak wanita itu, yang kemudian menghampiri kedua pria yang memakai jubah serupa dengan nya. Berdiri di samping kiri si biru dan berseberangan dengan si hijau yang berada di sisi kanan di biru. Dan kini mereka berdiri bersama di sana, menatap ke arah Nero.
__ADS_1
Untuk sesaat Nero benar-benar tidak bisa berkata-kata. Ia bingung harus merespon bagaimana sampai akhir nya si hijau bertanya yang berhasil membuat nya tertegun.
"Kau baik-baik saja?" Tanya nya. Namun Nero hanya menatap nya dalam keadaan terpaku di tempat.
"A-aku baik-baik saja, tapi… kalian siapa?" Ucap Nero dengan sedikit terbata karena berusaha menarik keluar suara nya yang tertahan. Si biru kemudian melangkah menghampiri Nero, mengikis jarak di antara mereka; kemudian mengulur kan tangan nya pada Nero. Nero mendongak menatap sosok pemilik pria yang mengulur kan tangan ke arah nya. Mereka beradu pandang, dan si biru tersenyum ke arah nya yang berhasil membuat Nero semakin penasaran dengan siapa mereka sebenar nya.
"Namaku Rei!" Tutur nya. "Rei Adhitama Arion," sambung nya yang berhasil membuat Nero semakin terpaku mendengar suara berat nya yang tampak begitu indah dan merdu di dengar nya.
__ADS_1
***