Paradoxon : Fix In Posterum

Paradoxon : Fix In Posterum
Fix 25


__ADS_3

***


"Kau sudah berhasil mengingat mimpi nya? Apa isi mimpi nya?" Tanya Nero yang membuat mereka beralih topik.


"A-ah mengenai itu… aku juga belum ingat dengan jelas mengenai mimpi yang aku alami," Dean menggaruk tengkuk nya.


"Huft~ aku kira, kau sudah mengingat nya," Nero menghela napas berat. Warna suara Dean, membuat Nero sedikit kecewa karena pertanyaan yang selama ia nanti kan ternyata belum jika mendapatkan jawabannya.


"Belum. Aku belum berhasil mengingat nya."


"Lalu bagaimana kau merasa jika mimpi mu berhubungan dengan ini?" Tanya Nero.


"Ah mengenai itu… aku juga tidak tahu. Tapi entah kenapa, aku merasa saja jika hal ini ada hubungan nya dengan mimpi yang aku alami," jelas Dean.


"Sudahlah aku bingung harus bagaimana menanggapi nya, aku saja bahkan tidak tahu apa isi mimpi mu," kata Nero yang kemudian melangkah menghampiri ranjang tidur nya.

__ADS_1


"Kau tenang saja. Nanti jika aku berhasil mengingat nya, aku pasti akan menceritakan nya padamu," ujar Dean.


"Iya," Nero menanggapi. Ia kemudian duduk di tepi ranjang tidur nya, melepaskan sepatu yang melekat di kedua kaki nya. Ia lalu melepaskan kaos kaki nya, menjinjing sepatu itu ke arah tempat biasa ia menaruh nya. Nero menaruh nya di sana kemudian mengena kan sandal yang biasa di gunakan di dalam ruangan nya. Detik berikutnya, Nero melangkah menuju arah kamar mandi yang tidak jauh dari tempat tidur. Nero hendak menyikat gigi, mencuci wajah, dan tentunya mencuci kedua tangan dan kaki sebelum ia tidur. Sementara itu, Dean terdiam dan kembali di sibukkan dalam lamunan nya.


"Aku curiga, kenapa pak Trish mencaritahu mengenai hal ini?" Batin Dean.


*


"Sudah aku bilang kan, jika pak Trish ada hubungan nya dengan kasus ini! Karena sejak dia pindah dan datang ke sekolah kita, para evolver di sekolah kita juga mulai hilang satu persatu. Dan kalian tahu kan, jika kasus orang-orang yang hilang itu terus bertambah semakin hari nya. Aku juga sempat memperhatikan dan mengamati setiap gerak-gerik nya yang cukup aneh menurutku. Beberapa kali aku melihat dia berjalan mengendap-endap di beberapa area sekolah, dan dengan adanya cerita ini membuat aku semakin yakin jika pak Trish adalah salah satu anggota dari orang-orang yang telah menculik para evolver di seluruh dunia. Mungkin dia adalah orang yang di tugaskan di sekolah kita!" Seru Marko yang amat yakin dengan tuduhan nya. Saat ini dirinya sedang berada di kafetaria, duduk bersama dengan Dean dan ke tiga sahabat nya yang lain. Bel pertanda istirahat baru saja berbunyi, dan mereka berlima langsung berkumpul bersama di ruang kafetaria. Dean telah menceritakan semua yang kemarin malam sempat ia cerita kan pada Nero mengenai alasan nya mengapa seharian kemarin ia bersikap aneh. Dan cerita dari Dean, berhasil membuat Marko amat yakin mengenai dugaan nya selama ini pada Trish yang tidak lain adalah guru olahraga mereka yang selama ini di curigai sebagai sosok di balik hilang nya beberapa evolver di sekolah mereka.


"Kau jangan menuduh tanpa adanya bukti yang akurat!" Komentar Vicenzo yang sedikit keberatan dengan tuduhan yang di layangkan Marko pada Trish. Vicenzo merasa tidak yakin saja, apalagi belum ada bukti yang benar-benar akurat mengenai tuduhan dari Marko. Marko yang baru saja mendapat kan komentar dari Vicenzo kemudian menoleh ke arah nya. Menatap ke arah nya sinis.


"Tapi Vice benar. Kau tidak bisa menuduh apalagi tanpa adanya bukti yang akurat, lagipula ini hanya dugaan mu saja. Dan Dean bahkan tidak menuduh pak Trish melakukan hal itu, Dean hanya berkata jika pak Trish sedang mencari informasi mengenai hal itu di ponsel nya. Jadi ini tidak membuktikan apa-apa," ucap Nero menyetujui ucapan Vicenzo.


"Tapi tetap saja, aku merasa curiga padanya dan merasa ada yang tidak beres pada pak Trish. Semenjak dia tiba di sekolah kita, evolver di sekolah kita mulai menghilang. Dan bisa jadi mungkin salah satu di antara kita adalah target nya, bagaimana jika sampai seperti itu? Aku hanya bersikap waspada saja," ujar Marko. Sementara ketiga nya tengah berdebat dengan pemikiran mereka masing-masing, beda hal nya dengan Dean dan Taz yang kini terdiam dalam lamunan nya. Entah mengapa Dean masih yakin jika kasus yang tengah terjadi ini, ada hubungan nya dengan mimpi yang selama ini sering sekali ia alami. Sedangkan Taz, mendengar hal itu membuat diri nya teringat akan perbincangan nya dengan Diego beberapa waktu lalu. Diego juga memiliki kecurigaan yang sama dengan Marko sepupu nya, dan hal itu membuat Taz perlahan mulai termakan oleh tebakan kedua nya. Taz mulai merasa penasaran apakah tuduhan Marko dan Diego itu benar atau tidak.

__ADS_1


BRAKKK!!!


Marko menggebrak meja dengan amat keras, membuat ke empat sahabat nya itu terkejut dan spontan membuat Taz serta Dean seketika tersadar dari lamunan nya. Mereka berempat menoleh serentak ke arah Marko yang duduk di salah satu kursi di sana. Marko menatap mereka dengan tatapan yang amat bersemangat, entah mengapa mereka yakin anak itu sedang memikirkan hal yang tidak kalah gila nya dengan tuduhan nya.


"Kau mengagetkan aku saja!" Vicenzo menatap nya dengan raut wajah kesal. Ia yang tadi hendak minum, tidak jadi karena terkejut sampai-sampai gelas yang di pegang nya itu bergetar dan isi nya hampir tumpah. Namun beruntung, Vicenzo berhasil menangani nya.


"Aku memiliki ide!" Kata Marko dengan mata berbinar, menatap ke arah ke empat sahabat nya dan tidak menghiraukan gerutuan dari Vicenzo.


"Bagaimana, jika kita awasi setiap pergerakan dari pak Tris?" Sambung nya, yang berhasil membuat ke empat sahabat nya itu terbelalak. Tidak kalah terkejut di banding sebelum nya.


"APA????" Pekik mereka serentak, mulut mereka menganga terbuka sempurna.


"Iya, kita awasi pak Trish," kata Marko seraya tersenyum.


"Kau sudah gila? Untuk apa?" Ujar Vicenzo.

__ADS_1


"Tentu saja untuk meyakinkan kita, dan mencari tahu apakah tuduhan ku benar atau tidak! Lagipula kalian sendiri kan yang bilang jika aku tidak boleh menuduh tanpa bukti? Dengan begini, dengan kita mengawasi setiap pergerakan dari pak Trish, bukankah kita bisa tahu yang sebenarnya dan kita tahu apakah tebakan ku benar atau tidak? Bagaimana? Kalian setuju kan?" Jelas Marko yang diakhiri tanya.


***


__ADS_2