Paradoxon : Fix In Posterum

Paradoxon : Fix In Posterum
Fix 74


__ADS_3

...***...


"Melihat rumah ini, membuat aku teringat akan rumah milik kakek dan neneknya Lucy di Paris, Prancis," kata Rei seraya mengedarkan pandangannya.


"Ya, anda benar tuan…"


Fokus Rei seketika tersita oleh sesuatu yang tiba-tiba ia rasakan. Rei menoleh ke arah dimana letak danau di belakang rumah itu berada. Ia menatapnya di sana.


"Ada apa tuan?" Tanya Louis dengan raut wajah heran menatap ke arah Rei.


"Aku merasakan aura pria itu di sini," gumam Rei pelan.


"Aura pria itu?" Beo Louis.


"Benar. Pria yang telah membuat Nero terjebak dalam dunia ini."


"Apa? Itu artinya Nero dalam bahaya, tuan."


"Benar. Dan kita harus menolongnya! Ayo cepat!" Rei beranjak dari tempatnya. Ia bergegas berlari menuju tempat dimana danau yang mereka tuju itu berada, di belakang nya. Louis mengikuti kemana arah Rei berlari.


TAP!


Rei menghentikan langkah kakinya begitu ia tiba di sana, di danau yang semula di carinya.


"Ternyata kau juga disini?!" Ucap Rei dengan suara keras yang spontan membuat pria itu menoleh kearahnya. Ia terbelalak, terkejut bukan main saat mendapati Rei berada tepat tidak jauh dari tempatnya berdiri saat ini.


"Kau… kenapa kau bisa ada di sini?" Ujarnya dengan raut wajah terkejut.


"Tentu saja aku datang untuk menyelamatkan orang yang seharusnya aku selamatkan," Rei menatap pria itu tajam.


"Siapa dia sebenarnya… kenapa dia bisa masuk ke dalam dunia yang aku ciptakan ini tanpa izin dariku? Apakah jangan-jangan dia juga memiliki kemampuan yang sama denganku? Tidak! Tidak mungkin. Jelas-jelas kekuatan evol-nya bukan itu!" Pria itu membatin, tapi Rei dan Louis dapat mendengarnya dengan sangat jelas.

__ADS_1


"Jawaban atas pertanyaanmu itu adalah karena aku bukan evolver biasa!" Jawab Rei. Pria itu semakin terkejut dibuatnya.


"D-dia bisa mendengar suara hatiku?" Pikirnya.


"Tentu saja." Rei melangkah menghampiri pria itu, mengikis jarak di antara mereka.


"Sekarang sudah saatnya kita mengakhiri semua ini!"


"Tidak akan semudah itu! Aku tidak akan membiarkan kau membawanya sebelum aku membuat dia terjebak selamanya di sini!" Air muka pria itu berubah, menatap Rei dengan tatapan tajam.


"Sudah aku duga jika kau tidak akan menyerah begitu saja," ujar Rei.


"Tentu saja aku tidak akan menyerah begitu saja. Dan jika kau ingin membebaskannya, maka kau harus melawanku lebih dulu," pria itu—Azura, menghempaskan kedua tangannya, menciptakan kabut yang seketika bermunculan memenuhi tanah berumput itu. Tingginya sampai betis mereka.


"Kali ini kekuatanmu tidak akan berhasil padaku," Rei menggerakkan jemari tangan kanannya. Membentuk sebuah gesture yang dalam sektika membuat air danau yang tenang itu mulai bergerak mengikuti arah gesture tangannya.


"A-apa ini… dia adalah evolver pengendali air?" Azura terbelalak dibuatnya.


Azura berdiri dalam keadaan basah. Ia menatap Rei dengan raut wajah kesal, kabut mimpinya tidak akan bekerja jika air melawannya.


"Sekarang menyerahlah dan lepaskan dia! Aku tidak akan membiarkan kau menangkap satu orang pun dari mereka!"


"Jangan kau pikir aku akan menyerah begitu saja!" Azura beralih pandang menatap Nero yang berada di atas perahu bersama dengan Nata di sana. "Apakah kau lupa? Ini adalah mimpi yang aku ciptakan. Dan aku bisa berbuat apapun yang aku inginkan," tuturnya yang kemudian menatap tajam ke arah Nero di sana.


Rei beralih menatap ke arah dimana pria itu menatap mereka. Ia dapat membaca dengan jelas apa isi pikiran pria itu.


Azura mengangkat tangannya, menggerakkan jemarinya yang dalam seketika membuat air danau yang semula tampak tenang itu mulai bergerak, membuat perahu yang di tumpangi oleh Nero dan Nata di sana terombang-ambing.


"Kau… aku tidak akan membiarkan kau melukainya!" Rei ikut mengendalikan air itu, mencoba membuat airnya stabil.


"Tidak akan mudah untuk mengendalikan air dalam mimpiku ini! Karena ini adalah air yang aku ciptakan!" Azura semakin menggoyangkan airnya, membuat perahu Nero dan Nata semakin bergerak tak menentu arah.

__ADS_1


Di sisi lain, Nero yang sejak tadi merasa ada yang tidak benar. Lantas mulai merasa panik, begitu pula dengan Nata yang semula sibuk memancing dan mencari tangkapan untuk mereka.


"A-ada apa ini? Kenapa airnya tiba-tiba seperti ini?" Ucap Nero panik.


"Pegangan!" Nata mengintruksikan pada Nero. Kedua tangannya memegang sisi perahu yang mereka tumpangi. Perahu itu semakin terguncang, semakin bergoyang mengikuti arah air yang terombang-ambing.


"A-ah!!" Nero dan Nata semakin resah di sana. Perahunya semakin cepat bergoyang sampai hampir terbalik.


"Akh—" perahu yang tidak seimbang membuat Nata terjatuh ke dalam danau yang amat dalam itu.


"Nat!" Pekik Nero yang spontan melompat masuk ke dalam danau, berusaha membantu kakaknya.


Rei yang melihat itu tersentak, ia mulai resah. Apalagi otaknya bisa dengan jelas mendengar apa yang di pikirkan Azura.


Rei beralih menatap Azura di sana. Pria itu menyeringai. "Oops, dia terjatuh. Sekarang apa yang akan kau lakukan?" Azura menatapnya dengan tatapan meremehkan.


"Tuan, izinkan aku menolong Nero," Louis bersiap untuk melompat, tapi dengan cepat Rei menahannya.


"Tidak! Aku harus membuat Nero sadar secepatnya, lebih baik kau di sini dan tangani dia!" Ucap Rei.


"Baiklah tuan. Tapi berhati-hatilah."


"Kau tenang saja!" Ucap Rei yang kemudian melompat masuk ke dalam air dan membiarkan Louis menangani Azura yang terus membuat badai di danau itu.


Louis menatap Azura dengan tatapan tajam. Tangannya di sana mulai bergerak, membentuk gesture yang dalam seketika membuat air itu bergerak mengikuti arah gerak tangannya. Dalam satu kali kibasan tangan, Louis membuat konsentrasi Azura terpecah.


Air itu membasahi dirinya untuk yang kedua kali. Tapi kali ini, Louis tak tinggal diam. Begitu air itu bersentuhan dengan Azura, ia segera menggunakan kekuatan nya yang lain. Membekukan air itu yang dalam seketika membuat Azura tidak dapat bergerak sama sekali.


"A-argh!!!" Azura berusaha untuk bergerak tapi tidak bisa. Air nya sudah benar-benar membekukan dirinya dan membuat ia tidak bisa bergerak sama sekali.


"Di kehidupan sebelumnya, kau telah membuat tuan ku terjebak dalam dunia mu sampai-sampai hampir tidak bisa keluar. Dan sekarang kau berusaha untuk membuat orang yang di jaganya terjebak selamanya di dalam sini? Aku tidak akan pernah membiarkan hal itu terjadi! Akan aku pastikan kau kalah seperti dirimu di kehidupan sebelumnya! Dan akan aku pastikan semua trik yang kau pakai ini gagal!"

__ADS_1


...***...


__ADS_2