
***
"Tidak! Kita mengawasi kalian, jadi jangan pernah berpikir seperti itu… Taz!" Rei menekan kan namanya, membuat Taz terkejut.
"Kenapa dia melihat ku seperti itu?" Batin Taz.
"Because I know what you thinking about," gumam Rei menjawab pertanyaan dari Taz. Pria itu terkejut bukan main saat mendengar kalimat yang terlontar dari mulut Rei.
"Lalu, bagaimana kalian bisa tahu mengenai semua hal tentang kami?" Tanya Vicenzo yang masih bertanya-tanya.
"Itu adalah salah satu kekuatan evol milik nya," jelas Elvina yang lalu melipat ke dua tangan nya seperti Rei.
"K-kekuatan evol? Ta-tapi, bagaimana mungkin… kau memiliki kekuatan evol lebih dari dua?" Nero menatap nya dengan raut wajah bingung. Dean dan ke tiga sahabat nya yang lain, lalu menoleh ke arah Nero yang berada tepat di antara mereka itu, menatap nya dengan raut wajah bingung.
"Apa maksudmu lebih dari dua?" Tanya Dean yang ada di sana.
"Ya, Rei memiliki kekuatan evol lebih dari dua. Saat pertama kali aku bertemu dengan nya, aku melihat nya turun dari gedung dengan cara terbang, kemudian beberapa kali dia membaca isi pikiran dan hati ku, lalu sekarang dengan kekuatan evol nya, dia bisa mengetahui semua hal mengenai kita? Bagaimana mungkin?" Nero menatap ke arah Rei dengan raut wajah bingung sementara itu ke empat sahabat nya yang mendengar penjelasan Nero, semakin terkejut dengan penjelasan nya.
"Benarkah itu?" Dean menoleh ke arah Rei meminta penjelasan, begitu pula dengan ke empat sahabat nya yang lain. Mereka menoleh serentak ke arah Rei di sana.
"Sudah aku bilang jika dia bukanlah evolver biasa," ujar Elvina seraya menatap kuku-kuku tangan nya.
"Ma-maksudmu?" Nero masih tidak mengerti.
"Kalian tidak perlu terkejut seperti itu. Karena nanti, kalian akan semakin di buat terkejut dengan kekuatan evol yang ia miliki," William menimpali.
"Sudahlah tidak usah membahas hal ini untuk sekarang. Kita kembali ke topik, dan silakan perkenal kan diri kalian, karena kedua sepupu ku ini belum tahu mengenai kalian," jelas Rei, mengalih kan pembicaraan.
"Benar. Kami belum tahu, karena hanya Rei yang memiliki kekuatan evol seperti itu," sahut Elvina.
"A-ah, baiklah biar aku lanjut kan perkenalan diri nya. Nama ku Marko Oktavius , kalian bisa panggil aku Marko," tutur Marko di sana.
"Nama ku Taz Xantheus, tapi panggil aku Taz," giliran Taz di sana.
__ADS_1
"Aku Nero Zoilos. Panggil aku Nero."
"Dan aku Vicenzo Tertius. Tapi teman-teman ku, biasa memanggil aku Vice," ujar Vicenzo yang paling akhir.
"Ah begitu ya, kalau begitu salam kenal semua nya," tutur Elvina.
"Senang bertemu dengan kalian," William menimpali.
"Lalu ada hal yang sejak tadi aku ingin tanya kan pada kalian. Kenapa kalian menyelamat kan aku dan Vice, lalu kenapa kalian membawa kami kemari?" Tanya Nero.
"Aku sudah tau kau pasti akan menanyakan hal ini lebih dulu," Rei mengulum senyum. "Baik, akan aku jelas kan. Sebenar nya, aku dan kedua sepupu ku, selama ini hanya mengawasi para pria yang bergerak menangkap para evolver saja. Tapi akhir-akhir ini dalam kilas bayang yang aku lihat, aku melihat kalian berlima di sana."
"K-kilas bayang? Maksudmu?" Dean mengulangi, ia tidak mengerti dengan ucapan Rei.
"Ya, kilas bayang. Rei bisa menerawang setiap kejadian yang akan terjadi di masa depan, dan masa lalu nya," jelas Elvina.
"Benarkah?" Taz tampak tidak percaya.
"Iya," sahut William.
"Tapi kenapa kami muncul dalam ramalan mu?" Tanya Vicenzo.
"Ya, kenapa kami bisa muncul di sana?" Dean menimpali, ia juga penasaran kenapa diri nya dan ke empat sahabat nya bisa berada dalam mimpi Rei.
"Karena kalian, adalah orang-orang terpilih," jawab Rei.
"Terpilih?" Beo Nero yang sejak tadi hanya menyimak, akhir nya ia angkat bicara.
"Ya, karena kalian adalah orang-orang yang di pilih oleh seseorang untuk membantu menuntas kan semua ini."
"Siapa seseorang yang kau maksud?" Tanya Taz.
"Aku tidak bisa memberitahu kalian, karena akan sangat sulit untuk menjelas kan semua nya pada kalian. Terlalu rumit dan sulit untuk kalian mengerti."
__ADS_1
"Lalu, kenapa kalian membawa kami kemari? Apa tujuan dari kalian?"
"Kami membawa kalian kemari adalah untuk menyelamat kan dan menyembunyi kan kalian agar kalian tidak bisa ditangkap oleh mereka. Orang-orang yang selama ini menculik para evolver."
"Kau tahu jika kami juga adalah sasaran dari mereka?" Dean bertanya.
"Iya. Dan kau juga adalah salah satu orang yang di incar mereka Dean."
"Huh?" Dean terkejut, begitu pula dengan ke empat sahabat nya. Sontak ia menoleh ke arah Dean yang duduk di sana. "Aku juga?" Tanya Dean memasti kan jika apa yang di dengar nya itu benar.
"Ya, kau juga."
"Tapi kenapa? Aku bahkan hanya manusia biasa yang tidak memiliki kekuatan evol, lalu bagaimana mungkin aku menjadi incaran mereka?"
"Karena kau sudah mengetahui pergerakan mereka, dan mereka tidak bisa membiarkan hal itu terjadi. Dan lagi… ada sesuatu yang selama ini tidak kau sadari."
"Apa maksudmu dengan yang tidak di sadari oleh nya?" William yang hanya menyimak mulai penasaran.
"Tentang kekuatan yang dia miliki."
"Apa?" Dean terbelalak. "Aku memiliki kekuatan?" Tanya Dean.
"Benarkah itu?" Marko sama penasaran nya dengan yang lain.
"Benar. Kau juga memiliki kekuatan, Dean. Hanya saja kau belum menyadari akan kekuatan yang kau miliki."
"Lalu, jika memang aku memiliki kekuatan, kekuatan apa yang aku miliki sebenarnya? Dan mengapa kekuatan itu tidak muncul dan tidak aku ketahui sampai saat ini?" Dean mengerut kan kening nya.
"Kekuatan itu sudah ada sejak awal, hanya saja kau tidak menyadari nya. Dan seiring berjalan nya waktu, kau akan mulai menyadari kekuatan yang kau miliki. Kekuatan yang selama ini kau anggap tidak ada, justru tanpa sadar ada dalam diri mu," jelas Rei. Dean lantas terdiam berusaha untuk mencerna setiap informasi yang ia dapatkan dari Rei.
"Ah ya, ada yang ingin aku tanyakan padamu," Marko menoleh ke arah Rei di sana. "Jika kau selama ini mengawasi setiap pergerakan dari sekelompok pria berjas hitam itu…"
"…Apakah itu artinya kau juga tahu apa tujuan dari mereka menculik para evolver?" Sambungnya dengan kalimat tanya di akhir. Pertanyaan yang baru saja di ajukan oleh Marko berhasil membuat ke empat sahabatnya itu menoleh ke arah Rei, mereka sama-sama penasaran dan ingin mengetahui mengenai jawaban dan kebenaran yang hendak mereka cari tahu itu.
__ADS_1
***