Partner Ranjang CEO

Partner Ranjang CEO
Modus


__ADS_3

"Oh... Eh.. Ya, sekali lagi maafkan aku." kata Celine dengan begitu gugup.


'Astaga tampan sekali, dia pasti juga orang kaya.' gumam Celine dalam hati sambil tersenyum dan memperbaiki tatanan rambutnya.


"Maafkan aku tadi aku juga sedikit ceroboh jadi tidak memperhatikan jalan di sekelilingku."


"Tidak apa-apa, aku tidak apa-apa."


"Kau mau masuk ke dalam?"


"Ya, sebenarnya aku ingin membeli makan siang tapi aku mampir ke sini sebentar untuk membeli makanan ringan terlebih dulu."


"Oh jadi kau ingin membeli makan siang? Kebetulan sekali, aku juga sebenarnya ingin makan siang tapi ingin membeli sesuatu terlebih dulu disini."


"Wah, kenapa bisa kebetulan seperti ini?"


"Ya, mungkin kita sebenarnya berjodoh." kata laki-laki tersebut yang membuat Celine tersipu malu.


"Kau bisa saja." jawab Celine sambil tersenyum.


'Sepertinya laki-laki ini tertarik padaku, lebih baik aku sedikit bersenang-senang dengannya, dia juga terlihat sangat tampan dan kaya, mungkin aku bisa mendapatkan keuntungan jika bisa dekat dengan laki-laki ini.' gumam Celine dalam hati.


"Ayo kita masuk ke dalam, setelah ini kita pergi ke cafe di seberang sana untuk makan siang."


"Oh ya, tentu. Ayo kita masuk."


"Kita belum berkenalan, siapa namamu?"


"Oh namaku Celine."


"Lalu kau?"


"Milan, namaku Milan Arkana."


'Astaga, apakah dia pemilik Arkana Grup yang terkenal itu? Aku sungguh beruntung bisa berkenalan dengannya? Tapi bukankah dia sudah memiliki istri? Ah itu tidak penting bagiku yang terpenting aku bisa bersenang-senang dengannya, mungkin dia sedang bosan dengan istrinya. Lagipula dia pun tidak tahu aku sudah memiliki kekasih, yang terpenting Evan tidak tahu jika aku sedang pergi bersama Milan.' gumam Celine dalam hati.


"Celine, kenapa kau melamun? Ayo kita masuk."


"Ah, owh iya Milan." jawab Celine kemudian masuk mengikuti Milan.


💜💜💜💜💜


"Lihat, Milan sudah berhasil berkenalan dengan Celine." kata Rachel pada Bella dan Riana.


"Bagus, dia memang pintar sekali merayu wanita." jawab Bella sambil terkekeh.


Riana pun melihat Rachel dengan tatapan penuh tanda tanya.


"Kau kenapa Riana?"


"Rachel, apa tidak apa-apa mengumpankan Milan pada mereka?"

__ADS_1


"Kau tenang saja, dia akan baik-baik saja."


"Bukan itu maksudku, apa kau tidak cemburu Milan berkencan dengan wanita lain?"


Mendengar perkataan Riana, Bella dan Rachel pun tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa kalian tertawa?" tanya Riana.


"Riana, ini hanyalah pura-pura. Milan tidak akan mungkin jatuh cinta pada wanita murahan seperti Celine." jawab Bella.


"Tapi apa kau tidak takut jika dia tertarik pada wanita lain?"


"Jika dia mau, dia sudah melakukannya saat aku hilang dulu, tapi Milan lebih memilih berdiam diri setiap hari di makam palsuku daripada mencari wanita lain." jawab Rachel sambil tersenyum.


"Riana, kau tidak usah mencemaskan hubungan mereka. Milan tidak akan pernah berpaling dari istrinya dan tidak mungkin jatuh cinta pada wanita seperti Celine."


"Oh, jadi dia sangat mencintaimu dan begitu setia padamu?"


Rachel pun mengangguk.


"Kau tenang saja Riana, tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan hubungan kami berdua, tenang saja kami akan membantu kalian keluar dari masalah ini, ini bukan masalah sepele Riana, bagaimana jika Evan berhasil merebut perusahaan kalian, saat ini Gibran sudah kembali ke penjara, pergerakan kita juga terbatas Riana, hanya ini satu-satunya cara untuk masuk dalam kehidupan mereka." kata Rachel sambil menggenggam tangan Riana.


"Iya Ra, terimakasih banyak."


Ponsel Rachel pun berbunyi.


"Hei lihat ini, Milan sudah berhasil mengajak Celine makan siang bersama." kata Rachel saat memperlihatkan pesan Milan kepadanya.


"Aku sungguh tidak mengerti apa yang mereka bicarakan." kata Riana sambil menggaruk kepalanya.


💜💜💜💜💜


"Apa istrimu tidak marah jika kau makan siang denganku?" tanya Celine saat mereka sudah selesai makan siang.


Milan pun kemudian tersenyum.


"Darimana kau tahu jika aku sudah memiliki seorang istri?"


"Tuan Milan Arkana, siapa yang tidak mengenal dirimu? Tanpa kau bercerita, semua orang pun sudah tahu kau sudah memiliki istri dan dua orang anak." jawab Celine sambil tersenyum.


"Apa itu penting bagimu?"


Celine pun tertawa.


"Tidak, aku tahu laki-laki kaya seperti dirimu tidak mungkin memiliki satu orang wanita dalam hidupmu. Kau pasti punya banyak wanita untuk bersenang-senang denganmu."


'Kau salah, Celine. Aku sangat mencintai istriku, aku hanya melakukan ini untuk menjebakmu saja.' gumam Milan dalam hati.


"Kau benar, selain cantik kau juga ternyata sangat pintar, Celine." kata Milan sambil mencium punggung tangan Celine.


"Terimakasih, kau terlalu cepat memujiku."

__ADS_1


"Kau memang pantas dipuji, lalu bagaimana denganmu? Apakah kau sudah memiliki seorang kekasih? Apa kekasihmu tidak marah jika kau pergi bersamaku?"


"Kekasih? Tentu saja belum." jawab Celine sambil tersenyum.


'Dasar wanita pembohong.' gumam Milan dalam hati.


"Lalu bagaimana? Apakah kau bisa bersenang-senang denganku?"


"Memangnya aku bisa menolak lelaki seperti dirimu?" jawab Celine sambil tersenyum kecut. Tiba-tiba ponsel Celine pun berbunyi. Celine lalu melihat sebuah nama di layar ponsel itu.


'Astaga, Evan.' gumam Celine dalam hati sambil menelan ludahnya dengan kasar. Celine pun terlihat panik, dia kemudian mematikan panggilan tersebut.


"Kau kenapa, Celine?" tanya Milan yang melihat Celine yang kini terlihat gugup.


"Oh tidak apa-apa."


"Siapa yang menelponmu? Kenapa tiba-tiba kau terlihat panik saat melihat panggilan itu?"


"Oh ini hanya mama, mama menelponku."


"Oh mamamu? Sebaiknya kau angkat saja telepon itu."


"Tidak Milan, eh sebaiknya aku langsung pulang sekarang, aku takut jika mama mencariku, sepertinya dia begitu menghawatirkanku."


"Oh ya Celine, sayang sekali kau harus pulang sekarang."


"Kita bisa bertemu lagi besok, Milan."


"Benarkah kita bisa bertemu lagi?"


"Tentu."


"Terimakasih banyak Celine, nanti kau kuhubungi."


"Oh tidak biar aku saja yang menghubungimu terlebih dulu."


'Jika Milan terlebih dulu menghubungiku, ini sangat berbahaya. Bisa-bisa Evan membunuhku jika dia tahu aku berhubungan dengan laki-laki lain.' gumam Celine dalam hati.


"Baik Celine, kutunggu kabar selanjutnya darimu."


"Iya Milan, aku pergi dulu."


"Iya Celine sayang, hati-hati di jalan."


Celine pun bergegas meninggalkan cafe itu, dia kemudian masuk ke dalam mobil dengan begitu tergesa-gesa lalu mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi. Beberapa saat kemudian, dia pun sudah sampai di rumah kontrakan barunya dengan Evan.


Celine kemudian turun dari mobil, namun baru saja dia membuka pintu rumah itu, sebuah teriakan begitu mengagetkan dirinya.


"CELINEEEEE!!! Kau darimana saja Celine???"


Celine pun hanya bisa menelan ludahnya dengan kasar saat melihat Evan yang sudah di depannya dengan wajah yang sudah memerah.

__ADS_1


__ADS_2