Partner Ranjang CEO

Partner Ranjang CEO
KTP Palsu


__ADS_3

"Milan, kenapa tiba-tiba aku sangat mengantuk?" kata Bella sambil mengucek matanya.


"Mungkin kau lelah, sebaiknya sekarang kau istirahat saja dulu Bella, kita masih punya banyak waktu untuk bersama."


"Iya Milan." jawab Bella kemudian berjalan ke kamar Milan.


"Tidurlah Bella, aku sudah menaruh obat tidur dalam dosis besar dalam cappucino yang kau minum. Setidaknya kau akan terlelap sampai besok pagi." kata Milan sambil tersenyum saat melihat Bella yang kini sudah terlelap di kamarnya. Dia kemudian mengambil ponsel Bella yang ada di atas meja, lalu mengutak-atik ponsel tersebut.


"Heh untung saja aku sudah beberapa kali melihatmu membuka sandi di ponselmu tanpa kau ketahui, kau sebenarnya sangat ceroboh dan juga bodoh." kata Milan sambil melihat-lihat seluruh isi ponsel tersebut.


Dia lalu membuka beberapa chat Bella dengan Gibran. Dalam percakapan tersebut Gibran mengatakan jika besok sore Almira akan pergi ke Jakarta untuk mengikuti sebuah seminar fashion di sebuah hotel bintang lima dan Almira akan menginap di hotel tersebut. Dalam pesan tersebut juga tertulis agar Bella harus tetap bersama Milan agar bisa terus mengawasinya agar tidak bertemu dengan Almira.


"Oh, jadi Gibran menyuruh Bella untuk selalu mengawasiku. Dasar manusia-manusia licik. Sampai bertemu besok sore di hotel Ra." kata Milan sambil terkekeh.


Milan kemudian melihat-lihat kembali isi ponsel Bella, saat melihat isi foto di galeri, betapa terkejutnya Milan karena melihat sebuah foto KTP. Milan lalu mengamati KTP tersebut dan melihat pemilik KTP nya bernama Almira yang memiliki tanggal lahir sama dengan tanggal lahir Rachel.


"Astaga, jadi mereka melakukan pemalsuan identitas juga!" teriak Milan.


"Aku harus menyelidiki semua ini, aku harus menemukan Almira asli yang ada di KTP ini! Aku juga harus tahu dimana mereka membuat KTP palsu ini! Mereka benar-benar BAJ*NGAN!" teriak Milan dengan mata yang memerah menahan emosi di dadanya. Dia kemudian mengirimkan foto tersebut ke ponselnya.


"Ini benar-benar sebuah kejahatan besar! Kalian telah melakukan penipuan dan penyalahgunaan identitas." kata Milan sambil memukul meja yang ada didepannya Hatinya pun kian bergemuruh menahan emosi yang begitu menyesakkan dada.


"Tenang Milan, sabar Milan setidaknya sampai hasil tes DNA itu keluar kau tidak boleh gegabah." kata Milan sambil mengusap kasar wajahnya.


🍀🍀🍀🍀


Bella membuka matanya perlahan saat cahaya matahari mulai masuk melalui celah-celah jendela kamar Milan.


"Jam berapa sekarang?" kata Bella sambil mengucek matanya. Dia lalu melihat jam dinding di kamar Milan yang sudah menunjukkan pukul delapan pagi.


"Astaga, ini sudah pagi?"


Bella lalu bergegas bangun dari atas ranjang dan keluar dari kamar Milan.


"Sudah sepi, pasti Milan sudah berangkat ke kantor saat ini." gerutu Bella.


Dia lalu mengambil ponselnya di atas meja dan melihat sebuah pesan dari Milan.


"Bella, sejak kemarin sore kau tidur begitu pulas jadi aku tidak tega untuk membangunkanmu. Tapi maaf mungkin selama tiga hari ini aku tidak bisa bertemu denganmu karena aku akan pergi ke Singapore, ada pekerjaan mendadak yang harus kuselesaikan disini. Aku sudah membelikan sarapan untukmu, sudah kutaruh di atas meja makan, makanlah sebelum kau pulang."

__ADS_1


Sebuah foto tiket penerbangan ke Singapura pun dikirimkan oleh Milan dibawah pesan itu.


"Astaga, kenapa aku bodoh sekali, pasti Milan kecewa padaku tadi malam dia tidak bisa bersenang-senang denganku." kata Bella sambil mengigit bibirnya. Dia lalu berjalan ke arah meja makan untuk menikmati sarapannya sambil membalas pesan tersebut.


'Milan benar-benar baik dan perhatian padaku, dia bahkan membelikan semua makanan kesukaanku, aku yang sudah begitu bodoh sudah mengecewakannya tadi malam."


Sementara Milan yang sudah ada di kantor saat ini tertawa terbahak-bahak saat membaca pesan balasan dari Bella.


"Hahahaha, dari dulu kau dan Gibran selalu mempermainkan hidupku dan Rachel, sekarang rasakan pembalasaku! Aku akan menghancurkan kehidupan kalian tanpa kalian sadari."


"Hahahaha, aku memang sengaja membeli tiket ke Singapore untuk keberangkatan pagi ini hanya untuk mengecohmu agar nanti kau tidak menggangu kebersamaanku dengan Rachel." kata Milan sambil terkekeh.


🍀🍀🍀🍀


"Hati-hati di jalan Ra." kata Gibran saat membantu Almira memasukkan barang-barangnya ke dalam mobil.


"Iya Gibran kau tenang saja. Aku pergi dulu ya." jawab Almira.


"Ra, tunggu sebentar." kata Gibran kemudian mendekat ke arah Almira dan kemudian memeluknya.


Almira pun hanya terdiam. 'Kenapa tidak ada getaran apapun yang kurasakan saat Gibran memelukku.' kata Almira dalam hati.


Almira pun kemudian tersenyum sambil mengangguk.


"Aku pergi sekarang ya." kata Almira kemudian berjalan masuk ke mobilnya.


Gibran lalu melihat kepergian Almira sampai mobilnya tidak terlihat dari pandangannya. Setelah itu Gibran lalu tampak sibuk menelepon Bella.


[Halo Bella.]


[Ada apa Gibran?]


[Almira sudah pergi ke Jakarta, bagaimana dengan Milan? Dia selalu ada dalam pengawasanmu kan?]


[Kau tenang saja Gibran, Milan sedang pergi ke Singapore selama tiga hari.]


[Benarkah?]


[Ya, kau tenang saja. Aku bisa memastikan Almira tidak akan pernah bertemu dengan Milan.]

__ADS_1


[Bagus Bella, tapi kau tetap harus mengawasi Milan.]


[Iya... Iya kau tenang saja Gibran.] kata Bella kemudian menutup teleponnya.


🍀🍀🍀🍀


Setelah mengendarai mobil selama dua jam lebih, Almira pun akhirnya sampai di sebuah hotel bintang lima tempat seminar akan diadakan besok.


"Lebih baik aku mandi dan beristirahat sebentar di kamar, setelah itu aku baru makan malam." kata Almira saat turun dari mobilnya. Dia lalu memasuki hotel tersebut dan masuk ke sebuah kamar yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara.


Sesampainya di dalam kamar, ponsel Almira pun berbunyi, sebuah panggilan video dari Gibran pun masuk ke ponselnya.


"Bagus, dia sudah berada di hotel. Aku tidak perlu mencemaskannya karena dia selalu ada dalam kendaliku." kata Gibran beberapa saat kemudian setelah mengakhiri panggilan telepon pada Almira.


Saat jarum jam sudah menunjukkan pukul tujuh malam, Almira pun keluar dari kamarnya untuk menikmati makan malam di restoran yang ada di hotel tersebut.


"Aku dengar, restoran di hotel ini ada di lantai atas, pasti pemandangannya sangat indah." kata Almira saat berjalan keluar dari kamarnya.


Namun Almira begitu terkejut saat dia masuk ke dalam restoran, seorang karyawan restoran tersebut sudah menyambutnya.


"Apakah anda Nyonya Almira?"


"Ya, saya Almira."


"Silahkan Nyonya Almira, kami sudah menyiapkan meja untuk anda." kata karyawan restoran tersebut.


Almira pun mengikutinya dengan begitu terheran-heran. 'Apakah ini juga bagian dari yang diberikan oleh penyelenggara? Istimewa sekali.' kata Almira dalam hati.


Almira pun mengikutinya sampai berhenti di sebuah meja dengan pemandangan paling indah yang ada di dalam restoran tersebut.


"Silahkan Nyonya Almira."


"Iya terimakasih." jawab Almira.


Di lalu duduk di kursi kemudian membaca menu yang ada di restoran tersebut sambil sesekali menikmati indahnya pemandangan kota di malam hari.


"Selamat malam Ra." kata sebuah suara yang tiba-tiba mengagetkan Almira. Dia lalu memalingkan wajahnya dan melihat Milan yang kini sudah berdiri di dekatnya sambil menyunggingkan senyumnya.


"Kau? Kenapa kau ada di sini?" tanya Almira hingga membuatnya reflek berdiri sambil memandang Milan.

__ADS_1


"Aku rindu kamu Ra." jawab Milan kemudian mendekat dan memeluk Almira.


__ADS_2