Partner Ranjang CEO

Partner Ranjang CEO
Perkenalan


__ADS_3

"TIDAKKKKK." teriak Gibran dan Bella bersamaan setelah mendengar putusan hakim jika Gibran akan menjalani masa hukuman selama sepuluh tahun, sedangkan Bella menjalani hukuman selama lima tahun.


"BRENG*EK! Ini tidak boleh terjadi!" teriak Gibran.


"Iya Gibran, coba kau bicara dengan pengacara kita agar mereka bisa membantu kita untuk meringankan kembali hukuman kita." kata Bella dengan raut wajah begitu cemas.


"Sebentar Bella." kata Gibran kemudian mendekat pada beberapa orang yang memakai pakaian toga advokat di bagian sisi kanan ruang sidang.


"Bagaimana Tuan Gibran? Apakah anda keberatan dengan vonis yang dijatuhkan hakim?"


"Tentu saja, apa kalian tidak bisa membantuku agar bisa meringankan kembali hukumanku?"


"Tidak bisa Tuan Gibran, ini sudah jauh lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan jaksa yang menuntut anda selama dua puluh tahun penjara."


BRAGGGG


Gibran pun mengebrak meja para pengacaranya.


"Tuan Gibran, jika anda mau kita masih bisa mengajukan banding."


"Banding?"


"Ya kita bisa mengajukan banding ke tingkat yang lebih tinggi."


"Apa itu efektif akan mengurangi hukumanku?"


"Entahlah Tuan, saya pun tidak yakin karena bukti-bukti yang mereka miliki sangat kuat. Sepanjang jalannya persidangan posisi kita sangatlah terpojok, jika kita melakukan banding belum tentu kita bisa menang, bahkan kemungkinan hukuman untuk anda bisa bertambah Tuan Gibran."


"Apa?"


"Ya, Tuan Gibran, sejujurnya hanya ini yang bisa kami bantu, percayalah kami sudah berusaha semaksimal mungkin membantu anda agar bisa mendapat hukuman seringan mungkin. Saran saya anda lebih baik menerima vonis ini, jika anda berkelakuan baik kemungkinan anda akan mendapatkan remisi."


"BRENG*EK!" umpat Gibran lagi sambil menjambak rambutnya.


Sedangkan Bella yang sejak tadi berdiri di belakang Gibran hanya bisa termenung dengan tatapan wajah yang begitu cemas.


'Oh tidak, sekarang usiaku 25 tahun, jika aku dihukum selama lima tahun, maka usiaku sudah 30 tahun, ini benar-benar sangat menakutkan. Bisa-bisa aku jadi perawan tua. Belum lagi bagaimana jika di dalam lembaga pemasyarakatan itu tidak ada salon, bagaimana bentuk tubuh dan wajahku nantinya.' kata Bella dalam hati sambil mengigit bibirnya.


Milan dan Rachel yang melihat mereka dari luar persidangan menatap mereka dengan rasa sedikit iba.


"Milan, kenapa aku jadi kasihan pada mereka berdua?"


"Sudahlah Ra, ini adalah konsekuensi atas semua kejahatan yang telah mereka lakukan. Mereka terlalu berambisi hingga bertindak tanpa menggunakan akal sehat, dan inilah harga yang harus mereka bayar atas semua perbuatan mereka."


"Iya Milan."


"Kita pulang sekarang."


Rachel pun kemudian mengangguk.


Tanpa mereka sadari, dua pasang mata kini menatap mereka dengan tatapan tajam.

__ADS_1


'Awas kau Milan, aku bersumpah akan keluar dari tempat terkutuk itu secepatnya dan kembali membuat perhitungan denganmu!' kata Gibran dalam hati disertai nafas yang begitu tersengal-sengal menahan emosi yang begitu bergemuruh di dadanya.


"Milan, kenapa tiba-tiba kepalaku pusing?" kata Rachel saat mereka sudah ada di dalam mobil.


"Apa kau sakit?"


"Entahlah."


HOWEKKKK


"Kamu kenapa Ra?"


"Tidak tau Milan tiba-tiba aku sangat mual dan kepalaku sedikit pusing."


"Jangan-jangan kau hamil Ra, kita selama ini belum pernah memakai pengaman kan?"


Rachel pun mengangguk disertai raut wajah yang sedikit cemas.


"Bagus, jadi minggu depan kita tidak hanya honeymoon tapi juga babymoon." kata Milan sambil meringis.


Namun raut wajah Rachel menunjukkan sebuah kekhawatiran. "Tapi Arsen masih sangat kecil, Milan. Aku khawatir tidak bisa merawatnya."


"Hei kenapa kau harus khawatir? Bukankah ada baby sitter dan mama yang selalu menjaga Arsen selama 24 jam? Kau masih bisa fokus pada kehamilanmu Ra." jawab Milan yang membuat Rachel memijit kepalanya.


"Ya ya ya, terserah kau saja Milan."


Terserah aku?"


"Bagus, jika terserah padaku kita harus punya anak sebanyak-banyaknya Ra, sepuluh anak itu cukup."


"MILANNNNNN!!!!"


🍀🍀🍀🍀🍀


"Astaga tempat apa ini." gerutu Bella saat memasuki lembaga pemasyarakatan khusus wanita.


"Hai kenapa kau berhenti? Ayo cepat masuk." kata seorang sipir.


"Ayo cepat jalan dan ikuti aku." teriak sipir wanita itu lagi.


Mereka lalu berjalan masuk lebih jauh dan akhirnya mereka tiba di sebuah ruangan yang berisi sepuluh orang tahanan wanita di dalamnya. Bella menelan ludah dengan kasar saat melihat ruangan yang ada di hadapannya.


'Astaga, tempat ini begitu menjijikan. Aku benar-benar tidak bisa membayangkan jika harus tinggal di sini selama 5 tahun.' gerutu Bella dalam hati disertai raut wajah yang begitu pucat.


"Kenapa kau diam saja? Cepat masuk ke dalam!" bentak sipir tersebut.


"Ibu penjaga, apa tidak ada tempat yang lebih baik dari ini?" tanya Bella.


"Memangnya kau pikir ini hotel hah! Makanya kalau tidak ingin tinggal disini kau jangan pernah berbuat jahat!" bentak sipir tersebut.


"Cepat masuk, pekerjaanku banyak, waktuku bisa habis jika hanya mengurusimu!" bentaknya lagi.

__ADS_1


Dengan langkah penuh keraguan, Bella pun akhirnya memasuki ruang tahanan itu. Dia lalu berjalan ke sudut ruangan kemudian duduk dan menelungkupkan wajahnya.


"Heh anak baru, kenapa kau menangis?" tanya salah seorang penghuni ruang tahanan tersebut.


Bella pun kemudian menggelengkan kepalanya, dia lalu merebahkan tubuhnya di atas sebuah kasur tipis yang begitu lapuk yang ada di dalam ruangan itu.


"Hei, enak sekali kau baru datang langsung tidur." bentak salah seorang penghuni yang bertubuh kekar, tampak beberapa tato menghiasi tangan dan kakinya.


Dia lalu mendekat ke arah Bella. 'Mampus gue.' gumam Bella dalam hati.


"Hei anak baru, kita bahkan belum mengucapkan salam perkenalan, apa kau tidak ingin mengenal kami semua?" tanya wanita berbadan kekar itu. Lalu beberapa orang yang ada di dalam ruang tahanan itu pun mulai mendekat pada Bella sambil tersenyum menyeringai.


"Salam perkenalan, apa maksud kalian?" kata Bella sambil menelan ludah dengan kasar.


Wanita berbadan kekar itu pun semakin mendekatkan tubuhnya ke arah Bella.


"Hei wajahmu cantik dan terawat sekali, kau pasti orang kaya."


Bella pun hanya terdiam. "Kau orang kaya kan?" tanya wanita itu lagi.


Perlahan Bella pun mengangguk.


"Lihat teman-teman dia memang benar-benar orang kaya. Hahahaha."


"Bagus sekali, karena kau orang kaya, maka kami akan memberikan pengalaman paling berkesan di dalam tahanan ini."


"Apa yang ingin kalian lakukan padaku?"


"Santai saja, waktu kita masih banyak. Sebagai perkenalan, lebih baik kau memijit badan kami semua yang ada di sini terlebih dahulu, aku yakin dulu kau bahkan tidak pernah membayangkan hal ini akan terjadi pada hidupmu kan? Hahahaha."


Semua penghuni ruang tahanan itu pun tertawa terbahak-bahak.


'Oh tidak.' kata Bella dalam hati.


"Hei apa yang kalian lakukan?" bentak seorang sipir.


Semua orang yang ada di ruangan itu pun begitu terkejut dengan kehadiran sipir itu.


"Tidak Bu kami tidak melakukan apa-apa, kami hanya ingin berkenalan saja." kata wanita berbadan kekar sambil tersenyum.


"Bagus kalau begitu tapi jangan sekali-kali kau membuat onar lagi atau kau akan kupekerjakan 24 jam!" kata sipir wanita itu yang membuat semua orang terdiam.


"Sekarang waktunya makan siang, kalian boleh keluar sekarang!" kata sipir itu lagi sambil membuka pintu sel.


Semua orang yang ada di ruangan tersebut pun keluar dengan raut wajah begitu bahagia, terkecuali Bella yang keluar dengan raut wajah penuh kecemasan. Dia lalu melangkah ke ruang makan dengan begitu lesu.


"TIDAKKKKK MAKANAN APA INI!!!" teriak Bella saat mengambil jatah makanannya.


Note: Terimakasih buat yang udah mampir dan masih mengikuti kisah ini, love you dear ❤️😍


Jangan lupa tinggalkan jejak, terimakasih buat readers yang ga pernah absen tinggalin jejaknya buat othor big hug for you 🤗🥰.

__ADS_1


__ADS_2