
Gibran berjalan masuk ke dalam lembaga pemasyarakatan di belakang seorang sipir dengan sedikit jumawa, senyum pun mengembang di wajahnya.
"Mana kamar pesananku." kata Gibran pada seorang sipir yang ada di depannya.
"Silahkan Tuan saya antar." jawab sipir tersebut. Lalu mereka berjalan cukup jauh di salah satu sudut lembaga pemasyarakatan tersebut.
"Ini kamarnya Tuan Gibran." kata sipir yang bersama Gibran sambil membuka sebuah pintu kamar yang ada di hadapan mereka.
"Bagus." kata Gibran sambil tersenyum menyeringai saat memasuki sebuah kamar yang cukup luas dengan sebuah spring bed, televisi, AC, kulkas dan sebuah meja yang sudah ada laptopnya.
"Bagus sekali, kau melakukan pekerjaanmu dengan baik. Ini tambahan tips bagimu, dan jangan lupa ikuti semua perintahku. Jangan sampai ada yang berani menyentuhku di sini. Apa kau mengerti?"
"Iya Tuan Gibran, saya mengerti. Terimakasih banyak."
"Kau boleh pergi, aku ingin istirahat sekarang." kata Gibran kemudian berjalan ke arah tempat tidur sambil mengeluarkan ponsel di sakunya.
"Hahahaha... Hahahaha, aku memang telah mempersiapkan ini sebelumnya. Dengan semua fasilitas ini aku bisa tetap mengontrol perusahaanku dan menghabiskan waktu di sini dengan nyaman. Aku bukanlah orang bodoh seperti Bella yang hanya bisa pasrah menerima keadaan. Hahahaha." kata Gibran sambil tertawa terbahak-bahak.
"Karena uangku mampu untuk membuat semua yang ada di sini untuk takluk padaku. Hahahaha."
☘️☘️☘️☘️☘️
"Bagaimana?" tanya Rachel saat Milan masuk ke dalam mobilnya.
"Aku tidak bisa bertemu dengan Gibran."
"Memangnya kenapa?"
"Entahlah, sipir penjara bilang jika Gibran tidak ingin bertemu denganku."
"Oh, pasti dia masih sangat marah denganmu."
"Ya itu pasti, lagipula sudah kukatakan padamu jika Gibran bukanlah Bella, akan sulit jika berhubungan dengan Gibran. Dia sangat egois dan keras kepala."
"Ya, aku tahu itu aku sudah mengenalnya sejak kecil dan aku tahu sifatnya sangatlah keras kepala."
Milan pun kemudian menatap Rachel. "Apa yang kau katakan tadi Ra? Sudah mengenal Gibran sejak kecil? Jadi kau sudah mengingat masa lalumu?" tanya Milan dengan kening berkerut.
"Astaga." kata Rachel sambil menutup mulutnya.
"Kau benar Milan, aku sedikit mengingat tentang masa laluku saat masih anak-anak bersama Gibran."
"Syukurlah kalau perlahan kau mulai mengingat masa lalumu."
"Iya Milan."
__ADS_1
"Meskipun masa lalu yang kau ingat membuatku sedikit kecewa."
"Kecewa? Memangnya kau kecewa kenapa?"
"Karena yang kau ingat hanya Gibran." jawab Milan sambil mendengus kesal.
"Hei siapa bilang aku hanya mengingat tentang Gibran? Aku juga ingat sebuah kisah tentang kita."
"Benarkah? Lalu apa yang kau ingat Ra?"
"Saat kau pulang tengah malam ke apartemen lalu kau mabuk karena sikap Bella, kau begitu menyayanginya dan berharap banyak padanya namun Bella sedikit mengabaikanmu. Hahahaha."
"Jadi kau meledekku?" gerutu Milan.
"Tidak karena untuk saat ini memang hanya itu yang kuingat." jawab Rachel sambil tertawa terbahak-bahak.
☘️☘️☘️☘️☘️
❣️ Empat tahun kemudian ❣️
Bella tersenyum pada seorang petugas sipir yang mengantarkannya ke depan pintu gerbang lembaga pemasyarakatan.
"Jangan pernah mengulangi kesalahmu hingga membuatmu kembali lagi ke sini."
"Tentu Bu Sipir, tentu. Aku tidak akan berbuat hal yang dapat merugikan kehidupanku lagi. Sudah cukup aku merasakan penderitaan selama empat tahun ini."
"Iya bu sipir terimakasih banyak." kata Bella yang dibalas anggukan oleh sipir tersebut.
Bella lalu berjalan keluar dari lembaga pemasyarakatan dengan senyum yang begitu merekah. "Akhirnya aku mendapatkan remisi karena sikapku yang selalu berbuat baik di dalam tahanan. Jadi saat aku keluar dari lembaga pemasyarakatan ini usiaku baru 29 tahun. Masih ada waktu satu tahun untuk mencari jodohku sebelum usiaku 30 tahun. Hihihihihihhi." kata Bella sambil terkekeh.
Langkahnya terhenti saat melihat seorang wanita yang berdiri di samping sebuah mobil sambil tersenyum padanya. Bella kemudian berlari kecil ke arah wanita itu kemudian memeluknya.
"Rachel." teriak Bella sambil memeluknya.
"Selamat Bella, akhirnya aku bebas!" kata Rachel sambil sedikit berteriak.
"Iya Ra. Nanti kau temani aku ke salon dan jalan-jalan ke mall ya Ra. Aku sudah tidak sabar melihat dunia luar."
"Tentu Bella, tapi lebih baik kau pulang dulu ke rumahmu, aku tahu selama empat tahun terakhir ini kau pasti tidak bisa tidur dengan nyenyak karena kasur di dalam pasti sangat tidak nyaman."
"Iya kau benar Ra, tapi sebelum pulang ke rumah aku mau makan dulu, perutku lapar." kata Bella sambil mengigit bibirnya.
"Iya, aku akan menemanimu makan."
"Terimakasih." kata Bella kemudian memeluk Rachel kembali.
__ADS_1
Mereka lalu masuk ke dalam mobil milik Rachel.
"Kenapa kau tidak membawa anak-anakmu Ra, sudah lama aku tidak melihat mereka berdua."
"Oh mereka sedang pergi ke Bandung bersama mama, Anya beberapa hari yang lalu melahirkan anak keduanya jadi mama bermaksud untuk menengoknya."
"Oh." jawab Bella dengan muka tertunduk.
"Kau kenapa Bella?"
"Tidak apa-apa."
Rachel kemudian menggenggam tangan Bella. "Suatu hari kau juga pasti akan bertemu dengan jodohmu dan memiliki anak seperti kami Bella, hanya tinggal menunggu waktu."
"Tapi apakah ada yanga mau menerima dan mencintai wanita bekas narapidana sepertiku Ra?"
"Tentu ada Bella, karena cinta tidak memandang semua itu. Cinta berasal dari hati, bukan logika dan cinta tidaklah bersyarat. Cinta bisa saja datang kapanpun tanpa kau minta bahkan terkadang tanpa kau sadari. Aku yakin suatu hari kau pasti akan bertemu dengan laki-laki yang benar-benar mencintaimu dengan tulus."
"Iya Ra, terimakasih banyak."
"Ayo kita turun dan makanlah sepuasnya, kau sudah lapar kan?" kata Rachel saat mereka berhenti di sebuah rumah makan.
"Iya." jawab Bella dengan senyum manis di bibirnya.
☘️☘️☘️☘️☘️
Seorang sipir terlihat tergesa-gesa masuk ke ruang tahanan Gibran.
"Ada apa? Kau mengganggu pekerjaanku saja." gerutu Gibran yang saat itu sedang melakukan meeting dengan anak buahnya.
"Tu...Tuan Gibran, ini gawat."
"Jangan banyak basa-basi dan katakan apa yang sebenarnya terjadi."
"Be.. Begini Tuan Gibran, kepala sipir di lembaga pemasyarakatan ini diganti."
"Lalu?"
"Kepala baru lembaga pemasyarakatan ini orang yang sangat disiplin dan berintegritas sangat tinggi. Dia selalu membasmi praktek-praktek kolusi dan nepotisme yang sering terjadi di lembaga pemasyarakatan."
"Jadi maksudmu aku harus meninggalkan semua fasilitas ini?"
"Iya Tuan Gibran, maaf saya tidak bisa membantu anda lagi."
"BRENG*EK! JADI AKU HARUS MENJALANI MASA TAHANAN SEPERTI YANG LAINNYA?"
__ADS_1
"Iya Tuan Gibran, mulai besok pagi anda harus meninggalkan semua fasilitas ini dan bergabung dengan para tahanan yang lain. Sekali lagi saya minta maaf tidak bisa membantu anda lagi, mulai sekarang anda harus mempersiapkan diri anda. Saya permisi dulu." kata sipir tersebut kemudian berjalan keluar dari kamar Gibran.
"BRENG*EK! INI TIDAK BISA DIBIARKAN! AKU TIDAK MAU MENJALANI SISA TAHANAN DENGAN ORANG-ORANG SEPERTI MEREKA!!!!" teriak Gibran dengan yang begitu menggema.