Partner Ranjang CEO

Partner Ranjang CEO
Bimbang


__ADS_3

"Oh tidak, sebenarnya apa yang telah terjadi? Kenapa tiba-tiba aku merasa begitu mual?" kata Bella sambil memejamkan matanya menahan rasa mual yang kini terasa begitu menyiksanya.


Dia lalu memandang Evan yang kini tidur di sampingnya. "Sepertinya dia sudah tidur." kata Bella kemudian bangun dari ranjang lalu mengenakan pakaiannya kemudian berjalan ke arah kamar mandi yang ada di dalam kamar.


Setelah berada di dalam kamar mandi, Bella pun mencoba memuntahkan semua yang ada di dalam perutnya namun muntahan itu kosong, hanya ada cairan yang bening yang keluar yang membuat seluruh mulutnya terasa begitu pahit.


"Oh tidak, kenapa tiba-tiba kondisi tubuhku seperti ini? Sakit apa aku sebenarnya?" kata Bella sambil membasuh wajahnya.


"Lebih baik besok aku pergi ke dokter saja, aku takut ada penyakit yang parah yang ada di dalam tubuhku? Ataukah ini efek memakan makanan kurang bergizi sewaktu aku di dalam penjara?" kata Bella kemudian keluar dari kamar mandi lalu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


Dia lalu memandang kembali Evan yang kini sudah tertidur dengan begitu lelap lalu tersenyum dan mendekat padanya kemudian menyenderkan kepalanya di atas dada Evan.


"Aku cinta kamu, Evan." kata Bella lagi sambil mencium dada telanjang Evan.


πŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“


"Selamat pagi sayang." bisik Evan di telinga Bella sambil mencium pipinya.


"Oh, kau sudah bangun Evan?" tanya Bella sambil perlahan membuka matanya.


"Ya, sebentar lagi aku harus pulang. Bukankah pagi ini kita ada jadwal meeting dengan klien?"


"Iya kau benar, aku lupa." jawab Bella sambil menggerutu.


"Kau kenapa sayang? Apa kau masih sakit?"


"Sepertinya begitu, kepalaku masih sedikit pusing dan tubuhku lemas."


"Jadi kau benar-benar masih sakit?"


Bella pun kemudian mengangguk.


"Bella, lebih baik kau tidak usah berangkat ke kantor. Biar aku saja yang mengerjakan semua pekerjaan kita."


"Apa tidak apa-apa kau melakukan semua sendirian?"


"Tidak Bella, tidak apa-apa lebih baik kau istirahat saja di rumah."


"Emh iya, sebentar lagi aku mau ke rumah sakit saja Evan, aku mau melakukan medical check up saja."


"Oh itu lebih bagus, nanti kuantar saja sekalian aku berangkat ke kantor."


"Iya Evan."


"Lebih baik sekarang kita mandi dulu, kau mau mandi denganku kan?" tanya Evan sambil tersenyum yang membuat Bella tersipu malu.


"Ayo kita mandi." kata Evan sambil mengangkat tubuh Bella.

__ADS_1


"AWWWW." Bella pun begitu terkejut dengan tingkah Evan padanya.


'Aku sungguh sangat bahagia bisa bersamamu, Evan.' gumam Bella dalam hati sambil menempelkan kepalanya pada bahu Evan.


🌸🌿🌸🌿🌸🌿


"Kalau sudah selesai kau hubungi saja aku sayang." kata Evan sambil membelai wajah Bella.


"Apa kau tidak sibuk? Bukankah hari ini setelah meeting ada begitu banyak pekerjaan?"


"Tidak apa-apa, aku lebih khawatir jika membiarkanmu pulang sendirian." jawab Evan yang membuat Bella tersenyum.


"Terimakasih sayang, aku turun dulu."


"Iya, sebentar Bella."


Evan lalu mencium kening Bella.


"Hati-hati." kata Evan.


"Ya." jawab Bella kemudian turun dari mobilnya dengan perasaan yang begitu bahagia. 'Manis sekali kau, Evan. Milan dan Arvin saja tidak pernah memperlakukan aku seperti ini.' kata Bella dalam hati. Dia lalu masuk ke dalam rumah sakit tersebut.


Setelah menjalani medical check up, Bella tampak begitu cemas melihat dokter yang ada di depannya melihat hasil pemeriksaan tersebut dengan raut wajah penuh tanda tanya disertai kening yang berkerut.


Melihat raut wajah dokter tersebut, Bella pun semakin cemas.


"Dokter bagaimana hasil pemeriksaan saya? Apakah saat ini ada penyakit parah yang sedang saya derita?"


Dokter tersebut pun menggelengkan kepalanya.


"Tidak Nyonya Bella, anda sehat. Hasil medical check up ini menunjukkan tidak ada yang bermasalah dengan tubuh anda."


"Benarkah?"


"Ya, lihat ini semuanya normal."


"Lalu kenapa saya sering merasa kepala saya tiba-tiba sangat pusing dok?"


"Bagaimana gejalanya?"


"Kepala saya pusing, tubuh saya terkadang sedikit lemas lalu perut saya juga terasa begitu mual."


Dokter tersebut lalu tersenyum. "Lebih baik sekarang anda menemui dokter kandungan Bu Bella, dilihat dari ciri-cirinya anda sepertinya sedang hamil."


"APAAAA HAMILLLL?" teriak Bella di depan dokter tersebut.


"Ya, sepertinya anda sedang! hamil, untuk memastikannya lebih baik anda menemui dokter kandungan saja." jawab dokter tersebut.

__ADS_1


Mendengar perkataan dokter tersebut, perasaan Bell pun begitu hancur. Air mata kini mulai membasahi pipinya.


"Oh tidak." kata Bella sambil menutup mulutnya, dia lalu keluar dari ruangan dokter tersebut dengan perasaan yang begitu berkecamuk.


"Tidak, bukankah ini hanya dugaan saja? Aku bahkan belum memeriksakannya pada dokter kandungan. Ya, sebaiknya aku memeriksakannya pada dokter kandungan saja." kata Bella kemudian dia berjalan ke bagian poli kandungan.


Setengah jam kemudian, Bella pun dipanggil untuk masuk menemui dokter kandungan. Dia lalu masuk ke dalam ruangan dokter tersebut.


"Nyonya Bella?"


"Ya."


"Anda ingin memeriksakan kandungan anda?"


"Ya, saya ingin memastikan kehamilan saya."


"Baik, sekarang kita lakukan USG saja untuk memastikannya." kata dokter tersebut.


"Baik dok."


"Silahkan ikut saya." kata salah seorang perawat. Bella kemudian naik ke atas brankar lalu dokter tersebut mendekat padanya. Bella pun begitu cemas saat dokter tersebut mengusap-usap perutnya dengan alat USG. Hingga akhirnya senyum pun tersungging di wajah dokter tersebut.


"Lihat Nyonya Bella, itu janin yang ada di dalam kandungan anda masih sangat kecil, hanya terlihat seperti sebuah titik karena usianya baru lima minggu." kata dokter tersebut yang membuat perasaan Bella begitu hancur.


"Ja.. Jadi, saya benar-benar hamil dok?"


"Ya, anda sedang hamil, usia kehamilan anda lima minggu." jawab dokter tersebut sambil tersenyum.


'Oh tidak, aku sedang hamil? Jadi aku hamil anak Arvin?' kata Bella dalam hati disertai perasaan yang begitu tak menentu.


"Nyonya Bella, ini saya resepkan vitamin untuk anda, perbanyak istirahat dan jangan melakukan pekerjaan yang berat karena usia kandungan anda masih sangat muda."


"Iya dok, terimakasih." jawab Bella kemudian keluar dari ruangan dokter tersebut dengan perasaan yang begitu berkecamuk, rasa sedih, sakit, dan bingung kini bercampur jadi satu. Dia lalu duduk di salah satu pojok rumah sakit lalu menangis dengan sejadi-jadinya.


"TIDAKKKKK." teriak Bella yang membuat semua orang yang ada di sekitarnya melihat ke arahnya.


'Aku harus bagaimana? Apa yang harus kulakukan? Baru saja aku memulai hubunganku dengan Evan tapi aku sudah mengandung anak Arvin.' gumam Bella dalam hati disertai isakan menahan rasa sakit di dalam hatinya.


Di saat itulah tiba-tiba ponselnya berbunyi.


"Evan." kata Bella saat melihat Evan yang menghubunginya.


"Apa yang harus kulakukan?" kata Bella sambil menutup wajahnya.


NOTE:


Apakah berhubungan satu kali bisa hamil? Jawabannya BISA.

__ADS_1


Selama melakukannya di saat yang tepat, seorang wanita bisa hamil ketika baru sekali berhubungan intim dengan pasangannya. Artinya, jika wanita dan pria sedang dalam masa subur, proses pembuahan antara sel spe**a dan sel telur pun dapat terjadi. dr Tania Safitri, SPOG


__ADS_2