
Itu sebabnya Huang Ren Fu sangat menantikan kehadiran adiknya, saat yang lahir adalah seorang bayi perempuan yang mungil dan manis, Huang Ren Fu kecil memandangi bayi itu dengan tatapan mata yg penuh rasa kagum dan sayang. Belum pernah dia melihat makhluk semungil dan semanis itu.
Dalam hati Huang Ren Fu kecil berjanji untuk melindungi dan menjaga adik bungsunya ini. Tentu saja seluruh keluarga memberikan perhatian dan kasih sayang yang besar pada anak perempuan keluarga Huang yang satu-satunya ini, tapi tidak sebesar Huang Ren Fu.
Sepasang kakak beradik ini pun menjadi sepasang bersaudara yang seperti tidak terpisahkan. Di mana ada Huang Ying Ying, tentu ada Huang Ren Fu, demikian juga sebaliknya.
Sekarang dalam menghadapi permasalahan yang rumit Huang Ying Ying sadar, dia butuh orang-orang yang akan dapat membantunya. Kehadiran Tabib Shao telah menyadarkan gadis itu, masalah ini terlalu besar untuk diselesaikannya sendiri tanpa bantuan orang lain dan dia butuh orang-orang yang dapat dipercayainya.
Gadis itupun pergi ke sana ke mari untuk mencari Huang Ren Fu, karena sang kakak sudah tidak ada di kompleks utara.
Bertanya kian ke mari ditelusurinya jejak sang kakak.
Pada saat itu, Tabib Shao yang ditinggal sendirian di kamar Huang Ying Ying sedang terkejut karena mendapati Ding Tao terbaring di dalam lemari pakaian Huang Ying Ying.
Muncul banyak pertanyaan, mengapa Ding Tao bisa berada di sana, tapi dorongan panggilan hidupnya sebagai seorang tabib dengan segera mengambi alih. Cepat dibukanya baju pemuda itu dan memeriksa luka di dada pemuda itu. Dengan kening berkerut, dia meraba denyut nadi Ding Tao, kemudian sekali lagi diperiksanya luka-luka pemuda itu.
" Hmmm… apakah tinju 7 luka? Siapa yang melukainya? Apakah aku sudah salah sangka?"
Kemudian sambil menggelengkan kepala dia bergumam pada dirinya sendiri,
" Tidak, tidak, keadaan Ding Tao saat ini justru membuktikan kebenaran dugaanku, dia masih tertidur pulas oleh obat itu, meskipun dalam keadaan terluka. Mungkin masalahnya lebih rumit dari dugaanku tapi Ding Tao tidak melakukan yang dituduhkan Tuan Tiong Fa, entah Tuan Tiong Fa membohong dengan kemauan sendiri atau masih ada intrik lain adalah masalah yang berbeda. Bisa juga bahwa ternyata secara diam-diam Tuan Tiong Fa sudah membuat persetujuan dengan pihak luar."
Cepat tabib tua itu mengambil sekantong jarum dari jubahnya yang longgar, dengan gerakan yang cekatan dia menancapkan jarum-jarum itu di tempat tertentu. Kemudian dikeluarkannya sebotol kecil obat gosok, dengan sabar diurutnya tubuh pemuda itu.
Tidak lama kemudian, nafas Ding Tao sudah jauh lebih teratur.
Melihat itu Tabib Shao menarik nafas lega.
Di tempat yang lain Huang Ying Ying berhasil menemukan kakaknya Huang Ren Fu, setelah berhasil mengajak kakaknya itu untuk berbicara empat mata, dengan terbuka diceritakannya semua yang terjadi tanpa menutupi satu hal pun.
Huang Ren Fu yang mendengar bagaimana para pimpinan keluarga Huang sudah tersangkut paut dengan fitnahan pada diri Ding Tao dan juga usaha pembunuhan terhadap pemuda itu, menjadi pucat wajahnya.
__ADS_1
Setelah tercenung beberapa saat lamanya, dengan perlahan dia berkata,
" Sungguh memalukan. Jika kabar ini sampai tersiar keluar, nama keluarga Huang akan hancur seluruhnya. Adik Ying, kita harus berhati-hati dalam masalah ini. Aku sependapat denganmu, kita harus berusaha menolong Ding Tao lolos dari rumah ini dengan selamat. Tapi masalah siapa penyerangnya dan keterlibatan orang-orang keluarga Huang juga tidak boleh sampai tersiar keluar."
" Menurut kakak, apakah rencana yang kuceritakan pada kakak tadi mungkin berhasil?"
" Hmm, kurasa rencanamu adalah rencana yang terbaik yang bisa kita lakukan. Hasilnya bukan yang terbaik, tapi itu yang terbaik yang bisa kita capai pada situasi saat ini."
Tidak lama kemudian, kakak beradik itu pergi menemui Tabib Shao di kamar Huang Ying Ying. Ding Tao masih saja tertidur pulas. Huang Ren Fu kemudian memaparkan sebagian dari rencananya pada Tabib Shao, yang dengan senang hati menerima rencana itu. Tentu saja, yang diketahui Tabib Shao, hanyalah sebagian saja bahkan hanya kulit luar dari rencana itu.
Karena dugaan Tabib Shao masih jauh dari kenyataan yang sebenarnya, akan tetapi justru dengan memanfaatkan kesalahpahaman inilah Huang Ying Ying mendapatkan jalan keluar bagi masalah yang dia hadapi saat ini.
" Tapi ingat Tabib Shao, tentang keberadaan Ding Tao, janganlah kau katakan pada siapapun, bahkan terhadap ayah."
Alis Tabib Shao sedikit berkerut, keberadaan Ding Tao di kamar gadis itu memang bisa menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang akan menyudutkan gadis itu. Tapi bukankah justru sebaiknya ayah gadis itu mengetahuinya? Dengan demikian
Tuan besar Huang Jin akan dapat mengatur pengaturan yang sebaik-baiknya bagi pemuda itu.
Dengan sedikit ragu Tabib itu mengemukakan pendapatnya,
Dengan kedudukannya akan lebih mudah bagi ayah nona untuk mengatur pengamanan terhadap Ding Tao yang saat ini masih terluka dalam."
Huang Ren Fu-lah yang menjawab,
" Ada juga bahayanya paman, tidakkah paman tahu bahwa Paman Tiong Fa selama bertahun-tahun ini menjadi orang kepercayaan ayah? Ada dua kemungkinan, ayah kurang percaya dengan uraian Paman Shao, kemudian menyampaikan temuan paman pada Paman
Tiong Fa. Meskipun Paman Tiong Fa tidak akan berani menurunkan tangan jahat pada Paman Shao karena akan membangkitkan kecurigaan ayah. Tapi bukan tidak mungkin Paman Tiong Fa akan memiliki siasat untuk menghabisi nyawa
Ding Tao yang memang sedang terluka parah."
" Mungkin dengan satu cara, dia bisa membuat keadaan Ding Tao menjadi semakin parah lalu seperti meninggal oleh luka-lukanya."
__ADS_1
" Mungkin juga ayah mempercayai kita sepenuhnya dan tidak membocorkan rahasia ini pada Paman Tiong Fa. Tapi sudah bertahun-tahun Paman Tiong Fa menjadi orang kepercayaan ayah, apakah tidak ada orang-orang kepercayaannya yang sudah diselipkan dalam keluarga kita? Kemungkinan besar ada, tapi ada berapa orang dan siapa orangnya? Paman Shao tahu sendiri, betapa cerdiknya Paman Tiong Fa."
Bergidik Tabib Shao Yong mendengarkan penjelasan Huang Ren Fu, dalam benaknya sudah terbentuk bayangan akan adanya orang-orang jahat bermuka manis, tersebar dalam keluarga Huang dan pimpinannya adalah Tiong Fa, bahkan bukan tidak mungkin Tiong Fa sendiri hanyalah seorang pion.
Teringat temuannya atas luka pukulan yang membuat Ding Tao luka parah.
" Ah, saya jadi teringat, ada sesuatu dengan luka Ding Tao ini. Luka ini menurut pengamatanku disebabkan oleh Tinju 7 luka milik Perguruan Kongtong."
" Tinju 7 luka?"
terangkat alis Huang Ren Fu dan Huang Ying Ying mendengar temuan terbaru dari Tabib Shao.
" Ya, benar, Tinju 7 luka. Pukulan ini adalah ilmu pukulan khas Perguruan Kongtong, meskipun aku bisa meringankan penderitaan Ding Tao. Tapi aku kuatir, aku tidak akan bisa menyembuhkannya sampai sembuh total. Pada waktu-waktu tertentu, bisa jadi lukanya akan kambuh tiba-tiba, membuat jalan darah dan aliran hawa murninya terganggu. Seiring dengan bertambahnya umur dan melemahnya tubuh, bekas luka yang ditimbulkan oleh pukulan ini akan memburuk."
Dengan cemas Huang Ying Ying bertanya,
" Apakah luka itu akan membahayakan jiwanya Tabib Shao?"
" Dibilang membahayakan jiwa tidak juga, mungkin lebih mirip penyakit rematik yang diderita orang tua. Tapi sebagai orang dunia persilatan, jika bekas luka itu kambuh di tengah-tengah suatu pertarungan kan berabe juga."
" Apakah Paman Shao tidak bisa berbuat apa-apa lagi?"
Dengan sedih tabib tua itu menggeleng,
" Ilmu pengobatanku hanya bisa menyembuhkan sebagian besar luka yang disebabkan oleh pukulan itu, tapi hawa murni yang bersifat merusak dari pukulan itu sendiri masih mengeram di dalam tubuh Ding Tao. Masih baik, dasar hawa murni dari Ding Tao sudah cukup mapan, sehingga dengan begitu mampu menahan serangan hawa murni jahat yang mengeram dalam tubuhnya.
Mungkin suatu saat nanti jika himpunan hawa murni Ding Tao sudah jauh lebih sempurna, dia bisa mengenyahkan sendiri hawa murni jahat itu dari dalam tubuhnya."
" Apakah tidak ada jalan lain, Tabib Shao?"
Berpikir sejenak tabib tua itu merenung,
__ADS_1
" Kukira dalam masa ini hanya 3 orang yang memiliki ilmu tenaga dalam yang cukup mahir dan mapan untuk menyembuhkan Ding Tao. Biksu
Khong Zhe dari Shaolin, Pendeta Chongxan dari Wudang dan Ren Zuocan, ketua sekte Matahari dan Bulan dari luar perbatasan."