
―Bagaimana dengan ayah?"
, dalam kecemasannya Huang Ying Ying sempat terpikir untuk mengambil resiko dan memohon pada ayahnya.
Tabib Shao menggeleng,
" Maafkan aku nona, kukira tingkatan ilmu tenaga ayah dalam nona belum mampu untuk itu. Masih ada satu jalan lain juga sebenarnya."
" Jalan apa itu Tabib Shao?"
dengan mata berbinar Huang Ying Ying bertanya.
" Pergi ke Perguruan Kongtong, atau setidaknya mendapati murid Perguruan Kongtong yang sudah sempat mewarisi ilmu pukulan Tinju 7 luka. Karena luka itu diakibatkan oleh ilmu mereka, dengan sendirinya bisa diharapkan kalau mereka pula tahu cara pengobatannya."
" Ah… Perguruan Kongtong begitu jauh di utara, lagipula kata orang ketua perguruan Kongtong saat ini, sifatnya sukar diduga, lurus tidak, gelap juga tidak. Lebih sukar dibanding mengharapkan pertolongan dari Biksu Khongzhe di Shaolin …"
ujar Huang Ying Ying dengan sedih.
Mereka bertiga terdiam sejenak, kemudian Tabib Shao yang pertama memecahkan keheningan,
" Dalam beberapa hari kondisi Ding Tao akan pulih, sejauh ilmu pengobatanku memungkinkannya. Saat itu dia sudah dapat beraktivitas seperti biasa, kecuali jika luka itu kambuh. Tidak ada jalan lain, dia harus pergi menemui mereka yang bisa menyembuhkannya. Biksu Khongzhe dan Pendeta Chongxan terkenal dengan wataknya yang penuh belas kasih, kukira besar kemungkinan mereka akan membantu anak muda itu."
" Tapi perjalanan begitu jauh, belum lagi masalah Ding Tao dengan keluarga Huang dan desas-desus tentang Pedang Angin Berbisik tentu sudah tersebar luas pada saat itu. Perjalanannya akan dipenuhi mara bahaya."
keluh Huang Ying Ying dengan sedih.
" Tidak ada jalan lain nona, hanya itu yang bisa kita lakukan, sisanya sepenuhnya tergantung pada usaha dan nasib baik anak itu sendiri."
sahut Tabib Shao dengan perlahan.
__ADS_1
Huang Ren Fu mengangguk sambil menggertakkan rahangnya kuat-kuat,
" Ya, kita tidak perlu terlampau jauh mengkhawatirkan hal itu. Yang bisa kita lakukan sekarang adalah membantu Ding Tao sebisa mungkin. Ding Tao seorang laki-laki sejati, cobaan ini akan semakin menggembleng dirinya menjadi orang kuat. Sudahlah Adik Ying, dia bukan anak cengeng yang masih memerlukan seorang ibu untuk memeluknya setiap kali kakinya terantuk batu."
Dengan wajah sedih, Huang Ying Ying mengangguk perlahan.
Menghela nafas dalam-dalam, Huang Ren Fu menepuk bahu adiknya yang sedang bersedih dan mengambil alih pimpinan,
" Tabib Shao, mari kita sembunyikan kembali Ding Tao ke dalam lemari pakaian Adik Ying. Kemudian tunggulah di kamar ini sementara aku dan Adik Ying mengumpulkan orang-orang yang bisa dipercaya untuk mengokohkan kedudukan kita menghadapi siasat gelap Paman Tiong Fa."
Hari sudah menjelang subuh saat belasan orang pemuda berkumpul dengan diam-diam di depan kamar Huang Ying Ying, di antara mereka terlihat ada Feng Xiaohong dan Zhu Lizhi. Wang Sanbo mungkin adalah satu-satunya orang tua yang ada di situ. Terlihat mencolok di antara wajah-wajah muda dan penampilan yang rapi. Tapi jago tua itu tidak ambil peduli, bersandar di salah satu tiang, dia diam saja sementara yang lain saling berbisik, menduga-duga mengapa Huang Ying Ying dan Huang Ren Fu mengumpulkan mereka di situ.
Ada juga yang sempat berpikiran sedikit nyeleneh, membayangkan sebentar lagi mereka akan mengintip masuk ke dalam kamar seorang gadis. Apalagi gadis itu Huang Ying Ying yang cantik dan menggemaskan. Yang berpikir demikian tentu saja hanya menyimpannya dalam hati tidak berani mengucapakan keras-keras.
Tidak lama kemudian Huang Ying Ying dan Huang Ren Fu muncul dari tikungan bersama dengan seorang pemuda lainnya.
Begitu mereka sampai Huang Ying Ying segera membuka pintu kamar dan masuk ke dalam, Huang Ren Fu pun mempersilahkan mereka semua untuk masuk ke dalam.
Ruangan yang luas itu pun jadi terasa sedikit sempit karena tiba-tiba terisi dengan belasan orang jumlahnya.
Ketegangan menghiasi hampir setiap wajah, dalam hati mereka menebak-nebak apa tujuan Huang Ying Ying dan Huang Ren Fu mengumpulkan mereka di sini. Apakah ada hubungannya dengan terbunuhnya Zhang Zhiyi? Lalu mengapa pula di sana sudah menunggu Tabib Shao Yong?
Di antara mereka mungkin hanya Wang Sanbo saja yang berdiri diam dengan wajah tanpa ekspresi. Bukan tanpa alasan kalau Tuan besar Huang suka mengirimkan jagoan tua ini untuk menagih hutang langganan yang nakal. Dipandangi oleh Wang Sanbo yang sangar ini, tanpa seucap katapun, lama kelamaan orang yang pemberani pun menjadi keder hatinya. Yang pandai bersilat lidah pun akan mati kutu menghadapi Wang Sanbo yang pendiam. Dirayu, diberi ribuan alasan, dimintai belas kasihan bahkan diancam, dia hanya berdiri diam dengan bon penagihan utang di tangan.
Ketika diperhatikan siapa saja yang datang, maka bisa didapati mereka semuanya adalah orang-orang yang diundang ke perjamuan makan malam kemarin dan mereka semua adalah orang-orang yang bersimpati pada Ding Tao.
Tidak mudah menyusun siapa-siapa yang akan diundang, tapi Huang Ying Ying dan Huang Ren Fu akhirnya berhasil juga menyusun daftar itu. Mereka yang masuk dalam daftar itu, memiliki kedudukan yang cukup pentin tapi belum cukup penting untuk dipercayai dengan rahasia-rahasia keluarga.
Mereka ini juga dikenal jujur dalam perbuatannya. Faktor terakhir adalah, dalam pertandingan persahabatan itu, mereka ini menunjukkan simpati pada Ding Tao.
__ADS_1
Setelah memastikan keadaan sudah tenang dan perhatian semua orang mulai tertuju pada dirinya dan Huang Ying Ying, Huang Ren Fu pun membuka pertemuan.
" Kukira, kita semua sudah bisa menduga, jika aku dan Adik Ying sekarang ini mengumpulkan kalian malam. Hal ini berhubungan erat dengan terbunuhnya Saudara Zhang Zhiyi dan tuduhan yang dilemparkan ke atas pundak Ding Tao. Kita semua sudah cukup mengenal watak pemuda itu, hingga sulit rasanya untuk menerima tuduhan yang diberikan. Tapi bukan hanya berdasarkan rasa simpati dan persahabatan aku mengumpulkan kalian, melainkan karena Tabib Shao menemukan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa Ding Tao tidak bersalah seperti yang dituduhkan padanya."
Terkejutlah setiap orang, meskipun mereka sudah bisa menduga-duga hal ini namun mau tidak mau, ketika Huang Ren Fu membenarkan dugaan mereka, ada juga rasa terkejut dalam hati, karena ini menyangkut erat dengan Tiong Fa, salah satu pimpinan dari keluarga Huang.
Pandang mata mereka, langsung saja berpindah ke arah Tabib Shao Yong yang sedikit gemetar.
Huang Ren Fu menepuk pundak Tabib itu untuk menenangkannya,
" Tabib Shao, sampaikanlah penemuanmu ini pada mereka. Ceritakan saja seperti kau menceritakannya padaku dan Adik Ying kemarin."
Dengan mengumpulkan segenap keberanian mulailah Tabib Shao menjelaskan satu per satu, kecurigaan dan dugaannya, pemeriksaan yang dia lakukan, temuan yang dia dapati, sampai dengan kesimpulan yang bisa dia tarik darinya.
Gegerlah kamar itu dengan seruan-seruan terkejut dan marah. Pertanyaan-pertanyaan diajukan pada Tabib Shao Yong.
Sedapat mungkin tabib itu menjawab, sesekali Huang Ying Ying dan Huang Ren Fu membantu. Tidak jarang dari mereka sendiri saling berdebat dan mengajukan pandangan.
Tapi secara keseluruhan bisa tertangkap, bahwa mereka mempercayai kebersihan Ding Tao dalam hal ini dan lebih condong untuk menunjuk Tiong Fa sebagai pihak yang dengan licik sudah memfitnah Ding Tao. Perkembangan ini tentu membuat Huang Ying Ying dan Huang Ren Fu lega.
" Lalu mengapa tidak sekarang juga kita temui saja Tuan besar Huang Jin dan bersama-sama menangkap penjahat licik itu?", seru salah seorang dari mereka.
Yang berseru itu tiba-tiba sadar bahwa di sampingnya berdiri Zhu Lizhi yang merupakan salah seorang murid asuhan Tiong Fa. Tanpa terasa dia jadi terdiam dan menggeser tubuhnya menjauh dari Zhu Lizhi. Beberapa yang lain jadi ikut menyadari hal itu, pandang mata merekapun jatuh pada Zhu Lizhi.
Zhu Lizhi yang melihat itu jadi tersenyum getir, dalam hatinya tentu saja ada rasa sakit, karena gurunya dituduh telah melakukan satu pengkhianatan. Tapi Zhu Lizhi bukan membuta bersetia pada Tiong Fa, dia justru lebih paham akan kelicikan gurunya dibandingkan orang lain dan karenanya lebih mudah untuk menerima kemungkinan itu. Apalagi bukti dan dugaan yang disebutkan Tabib Shao Yong cukup kuat.
Dengan lemah pemuda ini menggelengkan kepala,
" Jangan kuatir, aku tidak akan membocorkan hal ini pada guru. Lagipula pada dasarnya kesetiaanku yang pertama adalah pada keluarga Huang. Keluargaku sudah berpuluh tahun bekerja pada keluarga Huang. Niatku untuk mengabdikan diri pun adalah pada keluarga Huang. Hanyalah satu kebetulan jika kemudian aku ditempatkan di bawah pengawasan Guru Tiong Fa."
__ADS_1
" Tapi aku bisa menjawab, mengapa Tuan muda Huang Ren Fu tidak akan memutuskan untuk dengan segera menangkap guru. Yaitu karena kedudukan guru yang sangat penting dalam keluarga Huang, lagipula hitam putihnya masalah ini belumlah diketahui dengan jelas, siapa saja yang tersangkut di dalamnya? Apakah masih ada susupan-susupan lain dalam keluarga Huang? Lebih dari siapapun di dalam ruangan ini, aku mengetahui kecerdikan guru dan ketelitiannya dalam mengerjakan satu masalah."
" Jika kita pergi sekarang ke kamar Ding Tao, aku yakin bahwa kamar itu sekarang sudah bersih tanpa bekas-bekas yang mencurigakan. Adalah satu keberuntungang bahwa Tabib Shao bisa memeriksa tempat itu tanpa terpergok siapapun. Terlambat sedikit saja, mungkin mereka yang disuruh untuk membersihkan jejak dari tempat itu akan memergokinya dan nyawa Tabib Shao Yong pun ikut dibersihkan."