Pedang Angin Berbisik

Pedang Angin Berbisik
80. Chapter 80


__ADS_3

" Ah, jadi benar di usia begitu muda, dia sudah bikin nama di dunia persilatan. Bisakah Saudara Chen cerita sedikit tentang dia?", tanya Wang Xiaho dengan hati tertarik.


Anak buahnya yang ikut mendengarkan tidak bisa menyembunyikan rasa tertarik mereka, meskipun mereka tidak berani ikut buka mulut. Hanya bisa memasang telinga baik-baik sambil menikmati penganan kecil yang disediakan.


Mata Chen Wuxi yang tajam tentu saja melihat rasa tertarik mereka, dengan sengaja berlambat-lambat dia meniup-niup tehnya, menyeruputnya sedikit demi sedikit. Ketika dilihatnya rasa penasaran mereka sudah mencapai puncaknya, mulailah dia membuka mulutnya.


" Orang bilang dia dulunya adalah tukang kebun di kediaman keluarga Huang…" , demikian Chen Wuxi mulai membuka cerita tentang Ding Tao.


Chen Wuxi adalah seorang yang pandai bercerita, saat bercerita tangan dan wajahnya akan ikut bercerita, dengan ahli mengatur irama cerita, kapan dia harus berhenti untuk menyeruput tehnya, kapan dia bercerita dengan lambat atau dengan bersemangat. Chen Wuxi selalu saja membuat perhatian pendengarnya terpaku padanya. Ini adalah salah satu sebab orang suka bertandang ke rumah Chen Wuxi, sebagai guru silat dia biasa-biasa saja, tapi sebagai pendongeng bisa dikatakan dia ini Biksu Khongzhe-nya dari pendongeng.


Tanpa terasa ada pendengarnya yang sebegitu tegangnya sampai tidak menyentuh sama sekali makanan dan minuman yang dihidangkan. Tapi ada juga pendengarnya yang saking tegangnya, sampai tanpa terasa menghabiskan makanan kecil yang dihidangkan.


Melihat anak buahnya terpukau mendengarkan cerita Chen Wuxi, Wang Xiaho tertawa terkekeh-kekeh,


" A Sau, lihat-lihat kalau makan, masa jatah saudaramu kau habiskan juga, hehehehe."


Gurauan Wang Xiaho disambut tawa semua yang ada dalam ruangan, A Sau yang jadi pusat perhatian hanya bisa menyengir sambil garuk-garuk kepala, tidak berani menjawab.


Setelah kenyang tertawa Chen Wuxi dengan nada yang serius bertanya pada Wang Xiaho,


" Saudara Wang, kau bilang Ding Tao ini, berkata hendak pergi ke Wuling?"


" Ya, begitulah yang dia katakan, melihat sifatnya yang jujur dan terbuka, kukira dia tidak berbohong. Mendengar ceritamu, kupikir dia hendak kembali menemui keluarga Huang, mungkin hendak meluruskan salah paham yang terjadi."


" Hmm…, kalau begitu dia akan menemukan kejutan yang tidak menyenangkan." ujar Chen Wuxi dengan ekspresi serius, tangannya mengelus-elus janggut panjang yang hanya beberapa helai saja.


Saudara Chen, apa maksudmu dengan kejutan yang tidak menyenangkan, apa kau mendengar berita baru dari Wuling yang menyulitkan Ding Tao? Kukira tadi kau mengatakan, permasalahannya sudah jelas dengan pemberontakan Tiong Fa beberapa bulan yang lalu. Apakah berita itu kauragukan kebenarannya?

__ADS_1


" Hmm…, berita itu sudah kudengar dari beberapa saudara yang berbeda, jadi kuyakin berita itu sudah benar. Tapi ada berita terbaru yang sedikit tidak jelas…"


" Apa maksud Saudara Chen dengan tidak jelas? Berita apa?"


Mengembuskan nafas panjang Chen Wuxi memandangi tamunya,


" Hahhh… bagaimana ya, aku sendiri masih agak ragu dengan berita yang terbaru ini, jika dikatakan mungkin hanya membuat orang berkuatir tanpa alasan. Tapi kalau sampai benar, lebih baik Ding Tao tahu sebelum dia sampai ke Wuling."


" Saudara Chen, jangan bicara berputar-putar lagi, katakan saja berita yang kau dengar itu." ujar Wang Xiaho tidak sabar, entah kenapa jagoan tua ini menyukai kesederhanaan Ding Tao dan ikut berkuatir dengan nasib pemuda itu.


" Nah, akan kukatakan berita itu, tapi sekali lagi kuingatkan, aku sendiri belum yakin dengan kebenarannya."


" Ya, ya, ya, sudah berkali-kali kau katakan itu, sekarang katakan saja apa beritanya." ujar Wang Xiaho tidak sabar.


Dasar bawaan dari orok suka mendongeng, Chen Wuxi tidak langsung mengatakannya, tapi dengan pandang mata misterius dia memandangi wajah-wajah menanti di sekelilingnya, kemudian dengan suara rendah berbisik yang membuat setiap orang merasa tegang, dia berkata,


Sekali lagi dia menunggu saat yang tepat,


"… ada yang menyerang dan membunuh seluruh anggota keluarga Huang yang ada di Wuling dalam semalam."


" Apa?? Saudara Chen kau jangan bercanda, Wuling adalah pusat kekuatan keluarga Huang, setidaknya ada seratusan orang laki-laki yang terlatih dan tiga ratusan bila dihitung dengan anak-anak dan wanita. Kaubilang ada yang membunuh mereka semua dalam waktu semalam? Apa kau gila?"


" Nah, nah, bukankah sudah kubilang berita ini sulit dipercaya.", jawab Chen Wuxi menegakkan badan sambil pura-pura marah.


" Hehehe, kawan lama, jangan mudah marah begitu. Tapi dari berita yang berhasil kau dengar kira-kira berapa bagian kau yakin akan kebenaran berita ini?", Wang Xiaho bertanya.


" Hmmm… memang sejak timbul kabar ditemukannya lagi jejak Pedang Angin Berbisik, banyak orang sudah merasakan bakal ada mala petaka lagi yang menimpa dunia persilatan kita. Jika kabar-kabar itu dikaitkan dengan orang-orang yang berhubungan dengan keluarga Huang, mulai dari Ding Tao, lalu Tiong Fa. Tidak aneh jika kemudian ada orang coba menyatroni rumah keluarga Huang.", dengan alis berkerut Chen Wuxi berusaha menimbang-nimbang.

__ADS_1


" Mungkin saja ada orang menyelusup masuk untuk mencari tahu, tapi dari kabarnya bukankah yang mereka cari harusnya adalah Tiong Fa?", Wang Xiaho ikut berpikir.


" Tapi coba pikirkan lagi, ketika Tiong Fa ditemukan berkhianat, keluarga Huang mengumpulkan orang-orangnya untuk membersihkan rumah. Meskipun Tiong Fa lolos, ada kemungkinan Pedang Angin Berbisik, lepas dari tangannya. Bukan tidak mungkin justru karena pedang itu dianggap lebih penting dari Tiong Fa, makanya Tiong Fa bisa lolos dari sergapan keluarga Huang."


" Ah, ya, benar, benar, Saudara Chen, uraianmu sungguh masuk akal. Tapi tetap saja, kalaupun keluarga Huang menyimpan pedang itu. Bila ada yang berusaha mencuri masih bisa kuterima dengan akal sehat. Tapi jika kau bilang, ada yang membasmi habis seluruh isi rumah dalam semalam… hee… bukan saja terlampau kejam, tapi terlampau sulit untuk dilakukan.", ujar Wang Xiaho sambil menggeleng-gelengkan kepala.


Mereka yang mendengar cerita Chen Wuxi ikut larut dalam kesedihan, membayangkan perasaan Ding Tao jika cerita itu benar.


" Saudara Wang, soal kejam, kukira ada banyak tokoh yang cukup kejam untuk melakukannya. Orang-orang yang sudah terlampau sering melihat darah, hingga nyawa orang tidak ada bedanya dengan harga seekor ayam. Cuma soal terlampau sulit, justru itu yang membut orang berpikir keras dan bergidik. Coba kau katakan, dari organisasi yang kau tahu, menurutmu ada berapa yang mungkin melakukannya?", tanya Chen Wuxi pada Wang Xiaho.


" Hmm… kukira Kunlun, Hoasan, Shaolin dan Wudang tidak mungkin terlibat urusan busuk macam begini. Kongtong lebih mungkin, tapi Kongtong yang sekarang tidak punya kekuatan sebesar itu. Kalau mereka mengerahkan seluruh kekuatannya pun, kukira keluarga Huang masih mampu menandinginya, apa lagi keluarga Huang berada di kandang sendiri. Apakah mungkin Tiong Fa sendiri yang menyerang?"


" Tiong Fa bisa saja bekas orang dalam keluarga Huang dan tahu banyak kelemahan mereka. Tapi dia baru saja terusir dari keluarga Huang dan harus memupuk kekuatan dari bawah, mana mungkin dia bisa? Jangan lupa juga, kediaman keluarga


Huang ada di tengah kota."


" Ya…, lalu organisasi apa yang cukup kuat dan gila untuk melakukan pembasmian di tengah kota semacam itu?"


"Dari beberapa orang yang kuajak bicara, ada kekuatiran yang sama…", ujar Chen Wuxi sambil mengamat-amati Wang Xiaho dengan pandangan yang seakan berkata, ayolah pikirkan lagi, harusnya kau bisa menebaknya.


Melihat pandang mata Chen Wuxi, Wang Xiaho berpikir lebih keras sampai tiba-tiba satu pikiran melintas,


"Astaga… apakah mungkin benar kabar angin yang mengatakan bahwa Ren Zuocan berhasil melebarkan sayapnya ke dalam perbatasansecara diam-diam?"


Chen Wuxi menganggukkan kepala,


" Justru itu kekuatiran yang kami rasakan saat ini. Sekte Matahari dan Bulan menyimpan jagoan-jagoan kelas satu.Menurut kabar angin ada banyak organisasi dan perguruan yang diam-diam sudah bersumpah setia pada Ren Zuocan. Dari segi harta kekayaan Sekte Matahari dan Bulan memiliki harta yang tak terhitung jumlahnya. Pejabat bisa disuap, soal suap-menyuap, meskipun keluarga Huang sangat kaya, tidak mungkin keluarga Huang bisa menandingi Ren Zuocan."

__ADS_1


__ADS_2