
Mendengar uraian Zhu Lizhi, tanpa terasa bulu kuduk Tabib Shao jadi berdiri. Keingin tahuannya mendorong dia untuk menyelidik kamar Ding Tao tanpa sebelumnya terpikir betapa berbahayanya hal itu. Karena jika benar Ding Tao tidak bersalah, itu berarti Tiong Fa sudah membohongi mereka, dan betapa berbahayanya memiliki musuh seperti Tiong Fa.
" Saudara Zhu benar, itu sebabnya aku dan Adik Ying tidak langsung menemui ayah, melainkan mengumpulkan kalian semua di sini terlebih dahulu." , sahut Huang Ren Fu.
" Menghadapi intrik yang rumit dengan Paman Tiong Fa berdiri di pihak yang berlawanan, aku ingin meminta bantuan kalian, yaitu yang pertama untuk membantu kami melindungi Tabib
Shao Yong sebagai saksi kunci. Yang kedua untuk dengan berahasia mengamati gerak-gerik Paman Tiong Fa. Yang ketiga adalah dengan diam-diam berusaha mengetahui keberadaan Ding Tao saat ini."
pemuda itu kemudian menjelaskan secara lebih terperinci rencana yang sudah dipikirkan oleh dia dan adiknya.
Pertama mereka yang berkumpul di kamar Huang Ying Ying ini, akan bersumpah setia, membentuk satu kelompok rahasia dalam keluarga Huang, dengan tujuan sebagai upaya untuk membela diri terhadap kelompok rahasia lain yang tampaknya secara diam-diam hendak menghancurkan keluarga Huang dari dalam. Dugaan ini timbul saat mereka melihat bagaimana Tiong Fa, diam-diam telah melanggar perintah Tuan besar Huang Jin yang sudah diberikan sebelumnya.
Huang Ying Ying dan Huang Ren Fu kemudian akan menemui ayah mereka dan menyampaikan temuan Tabib Shao Yong, serta inisiatif mereka untuk mengumpulkan orang-orang yang dapat dipercaya. Yang nantinya akan digunakan untuk mengawasi dan berusaha untuk mengungkap tabir di balik kebohongan Tiong Fa.
Huang Ren Fu pun dengan sigap membagi-bagi tugas di antara mereka. Zhu Lizhi sebagai murid Tiong Fa akan bertindak mengawasi tokoh itu, dibantu oleh beberapa orang lainnya. Bila memungkinkan Zhu Lizhi akan berupaya menemukan kembali Pedang Angin Berbisik yang diambil oleh Tiong Fa dari Ding Tao.
Sebagian lagi akan bertugas memastikan keselamatan Tabib Shao Yong sebagai saksi kunci dalam kasus terbunuhnya Zhang Zhiyi dan difitnahnya Ding Tao.
Sisanya akan bertugas untuk secara diam-diam berusaha mencari jejak Ding Tao, baik untuk menolong pemuda itu, sekiranya dia dalam masalah. Juga untuk mendapatkan lebih banyak lagi bukti dan petunjuk untuk meringkus Tiong Fa dan kelompok rahasianya.
Penugasan akan dilakukan secara bergantian, tanpa aturan dan pembagian yang ketat. Mereka harus mampu mengatur sedemikian rupa sehingga jumlah yang belasan itu bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin. Dalam pertemuan itu mereka juga merundingkan bagaimana cara mereka saling mengirimkan pesan tanpa membocorkan rahasia kelompok kecil ini. Kapan pertemuan dilakukan dan sebagainya.
Mereka yang berkumpul ini, kecuali Wang Sanbo, adalah bibit-bibit muda keluarga Huang, pemuda-pemuda berbakat dan berotak encer. Sekian tahun mereka sudah berlatih tanpa ada tantangan yang benar-benar nyata. Darah muda mereka
menggelegak menginginkan petualangan yang berbahaya.
Sehingga pertemuan itu seakan menjadi saluran yang paling tepat kegairahan mereka.
Itu sebabnya ajakan Huang Ren Fu dan Huang Ying Ying disambut dengan antusias, jika sebelumnya Huang Ying Ying dan Huang Ren Fu yang membuat rencana, dengan cepatnya anggota kelompok yang lain saling berdiskusi dan dalam waktu singkat pembentukan kelompok rahasia ini bukan lagi melulu milik Huang Ying Ying dan Huang Ren Fu.
__ADS_1
Kedua besaudara itu pun saling melirik sambil tersenyum.
Huang Ren Fu yang merasakan sebagian beban di pundaknya terangkat menarik nafas panjang dan menyandarkan tubuhnya di dinding. Dibiarkannya saja yang lain dengan bersungguh-sungguh mendiskusikan langkah yang terbaik.
Wang Sanbo yang sejak tadi berdiam diri, berdiri, lalu melangkah mendekati Huang Ren Fu. Tidak ada yang memperhatikan keberadaan jagoan tua itu. Di mana pun dia berada, selalu saja dia menyendiri dan diam dalam kesendiriannya.
Tapi kali ini dia berdiri mendekati Huang Ren Fu. Huang Ren Fu menegakkan badannya dan menanti jago tua itu mengatakan sesuatu, alisnya terangkat bertanya tanpa kata,
" Ada apa?"
Lama jago tua itu hanya berdiri, diam, kemudian dengan sopan dia membungkuk memberi hormat. Huang Ren Fu yang kaget dengan gerakan Wang Sanbo yang di luar dugaan itu, hanya menatap dengan mata terbuka lebar. Heran, heran karena belum pernah jago tua ini sedemikian menghormat pada seseorang. Sikapnya dingin, tidak peduli aturan, mungkin hanya pada ayahnya jago tua ini membungkuk memberi hormat, itupun dilakukan dengan dingin.
Belum hilang kekagetannya, jago tua itu mendekat dan berbisik,
" Tuan muda, hati-hatilah dalam mengambil keputusan dan jangan pernah mengorbankan nilai-nilai yang kau pegang saat ini."
Dengan kata-kata itu, jago tua itu membalik badan lalu keluar dari kamar. Tidak ada orang lain yang melihat kejadian itu, kecuali Tabib Shao Yong dan adiknya Huang Ying Ying. Yang lain masih sibuk dengan diskusi mereka.
Tinggallah Huang Ying Ying dan Huang Ren Fu yang saling berpandangan dengan alis terangkat.
Huang Ren Fu hanya bisa mengangkat bahu kemudian bergabung dengan yang lain, memoles rencana yang sudah mereka buat.
Ayam sudah berkokok di kejauhan saat pertemuan rahasia itu bubar.
Huang Ying Ying dan Huang Ren Fu hanya sempat tidur beberapa jam, tapi pagi itu hampir semua orang dalam keluarga Huang tidur larut malam. Pada kesempatan yang pertama kedua bersaudara itu menemui ayah mereka. Betapa terkejutnya Tuan besar Huang Jin mendengar penuturan kedua anaknya itu.
Pimpinan keluarga Huang itu pun tersudut, jika dia ingin membungkam Tabib Shao, berarti dia harus membungkam pula kedua anaknya.
Bukan hanya mereka tapi juga belasan orang lain yang telah diilbatkan oleh Huang Ying Ying dan
__ADS_1
Huang Ren Fu. Kekuatan keluarga Huang akan merosot jauh jika dia memaksakan hal itu.
Dengan senyum di wajah, tapi pahit di dalam dia menerima kenyataan bahwa dia tidak bisa melakukan apa-apa untuk Tabib Shao Yong. Dalam hati dia bersyukur bahwa setidaknya belum ada yang tahu tentang keterlibatannya.
Juga mereka yang mendengarkan bukti-bukti yang dipaparkan Tabib Shao Yong ternyata mampu berpikir dengan cukup dingin dan tidak memaksa untuk menindak Tiong Fa secepatnya. Sehingga dia tidak dipaksa untuk mengambil keputusan yang drastis. Untuk sementara masalah pengkhianatan Tiong Fa akan dikuburkan dahulu sampai mereka bisa memperkuat kedudukan.
Dalam hal ini reputasi akan kecerdikan dan kelicinan Tiong Fa membantu Tuan besar Huang Jin untuk memperpanjang waktu, sebelum muncul desakan untuk membuka temuan Tabib Shao Yong.
Tapi cepat atau lambat, masalah ini tentu akan muncul juga ke permukaan.
Keadaan ini seperti peledak yang siap disulut setiap saat. Tiba-tiba saja Tuan besar Huang Jin merasa seperti berdiri di atas tumpukan bara yang panas.
Antara merasa kesal, tapi bercampur juga dengan kagum, melihat kedua anaknya yang terkecil ternyata mampu mengambil tindakan yang cerdik dan bijaksana. Sudah agak lama dia mengkhawatirkan keadaan keluarga Huang sepeninggal dirinya. Puteranya yang sulung, cenderung terlalu ambisius dan kejam, meskipun dalam kondisi tertentu hal itu menguntungkan, tapi muncul juga kekhawatiran bahwa seperti pedang bermata dua, hal itu pun bisa merugikan dirinya sendiri dan juga keluarga Huang.
Puteranya yang kedua lebih memilih untuk menarik diri dan menekuni buku-buku sastra, sedangkan yang ketiga tidak bisa diandalkan dan lebih sering keluar bersama teman-temannya daripada tertarik dengan urusan keluarga.
Tapi sekarang ternyata dua orang yang tidak pernah dia perhitungkan dan harapkan menunjukkan kemampuan yang ada dalam dirinya. Hatinya jadi khwatir, ketika dia membayangkan, apa yang akan terjadi jika urusan Ding Tao berhasil diketahui kedua anaknya itu.
Kepala Tuan besar Huang Jin jadi terasa pening memikirkan semuanya itu. Rasa bencinya pada Ding Tao menjadi semakin bertambah saja. Tadinya dia berharap dengan mendapatkan Pedang Angin Berbisik, keluarga Huang bisa semakin memantapkan kedudukan mereka dalam dunia persilatan.
Tiong Fa dan jaringannya sudah pula berhasil mengumpulkan berbagai macam ilmu rahasia dari perguruan-perguruan besar yang tersebar di daratan.
Berbekal dua hal itu Tuan besar Huang Jin berharap dirinya akan mampu menduduki kedudukan yang lebih penting lagi dalam dunia persilatan.
Mengangkat nama keluarga mereka dalam dunia persilatan. Tapi sekarang adanya urusan pedang itu justru mengancam timbulnya retakan dalam keluarga Huang yang dulunya solid.
Di luar dia berusaha menampilkan perhatian penuh pada rencana Huang Ying Ying dan Huang Ren Fu, di dalam dia sudah merancangkan untuk mengadakan pertemuan rahasia dengan Tiong Fa secepatnya. Hanya Tiong Fa dengan
kelicinannya yang bsia diharapkan Tuan besar Huang Jin untuk mengurai benang yang kusut ini.
__ADS_1
Lagipula, Tiong Fa harus mempertanggung jawabkan semuanya ini, dialah yang memberikan jaminan bahwa dia akan dapat mengatur agar keluarga Huang bisa mendapatkan pedang pusaka milik Ding Tao. Kenyataannya dia sudah gagal lewat jalan halus, lewat jalan kasar, meskipun berhasil mendapatkan pedang, tapi keberhasilan itu harus dibayar pula dengan permasalahan lain yang cukup berbahaya bagi kelangsungan keluarga Huang.