
" Setelah makan aku akan melayani kamu mas!" kata Rumi akhirnya yang membuat Zio menghentikan kunyahan nya.
" Kamu yakin?" tanya Zio.
" Iya! Aku sangat yakin!" sahut Rumi.
" Nanti sajalah kalau kamu Sekembali nya dari luar kota. Besok kamu kan perjalanan jauh, kondisi kamu harus lebih fit dan segar. Aku tidak mau membuat kamu lemes gara- gara melayani aku." tolak Zio.
Rumi hanya menatap suaminya lekat. Apakah benar-benar tulus semua yang dikatakan suaminya itu atau hanyalah sindiran semata? Dirinya yang super sibuk membuat libido Rumi untuk melakukan hal itu menjadi hilang.
*******
Setelah makan bersama dengan istrinya, Rumi. Zio kembali ke ruang kerjanya. Zio membuka layar di ponselnya belum ada balasan dari chat nya kepada Sandriza. Kembali Zio mengirim chat kepada Sandriza dengan kalimat yang sama. Tidak berapa lama Sandriza membalas chat dari Zio memberitahukan kalau dirinya sedang makan bersama saudara nya.
Tidak puas dengan itu antara Zio dan Sandriza akhirnya saling chat. Betapa senang Zio dengan tanggapan dari Sandriza terhadap dirinya itu. Zio rasanya ingin menjumpai Sandriza ke rumahnya.
Benar saja, Zio keluar dengan mobilnya walaupun dengan berpenampilan santai seperti anak muda. Rumi, istrinya yang mengetahui suaminya hendak ke luar pun turut bertanya.
__ADS_1
" Mau kemana mas?" tanya Rumi yang seolah keberatan jika suaminya itu hendak keluar rumah.
" Mau ke rumah teman dulu. Boleh kan?" jawab Zio lalu mencium pipi Rumi.
" Baiklah! Kalau begitu aku tidur duluan dan lebih awal yah, mas!" kata Rumi.
" Iya, tidak usah menunggu aku." kata Zio sambil mengambil kunci mobilnya.
" Oh iya, mas! Kalau ke kafe, jangan mabuk yah mas!" ucap Rumi.
" Iya!" jawab Zio singkat.
" Ya sudahlah! Besok aku harus berangkat lebih pagi ke luar kota bukan?" gumam Rumi sambil merebahkan tubuhnya ke kasur kamarnya.
Sedangkan Zio terlihat bahagia di dalam mobilnya karena Sandriza sepertinya membuka hatinya kepadanya. Zio mulai berpikir mau membelikan apa untuk Sandriza. Zio mulai menepikan mobilnya ketika melewati gerobak yang menjajakan makanan nya dengan bertuliskan Ketoprak. Akhirnya Zio turun dan memesan dia porsi kethoprak yang super pedas untuk Sandriza.
Setelah pesanan nya siap, Zio kembali masuk ke dalam mobilnya dan menjalankan mobilnya menuju rumah Sandriza lebih tepatnya rumah tante Melinda karena Sandriza memang menumpang di rumah itu.
__ADS_1
Zio mulai turun dari mobilnya setelah sampai di rumah tante Melinda. Zio mulai masuk gerbang rumah itu dan mendapati Sandriza sudah menunggu nya di teras rumah itu.
" Hai!" sapa Zio kepada Sandriza.
" Hai juga! Kamu nekat malam- malam gini kemari loh!" kata Sandriza.
" Aku kangen kamu! Ini aku bawakan kethoprak untuk kamu." kata Zio sambil menyerahkan bungkusan yang di dalamnya ada dua porsi kethoprak yang ia beli tadi.
" Sebenarnya aku tadi sudah makan sama Mas Bagas. Kamu mau makan? Biar aku ambilkan piring dan sendok nya." kata Sandriza.
" Kalau begitu nanti saja deh!" sahut Zio sambil menyalakan rokok nya.
" Apa mau aku buatin kopi?" tanya Sandriza.
" Kamu bisa?" tanya Zio.
" Bisa!" jawab Sandriza serius.
__ADS_1
" Baiklah, kalau begitu kopi hitam saja." ucap Zio sambil tersenyum.