
Sandriza menatap wajah Handoko cukup lama. Handoko sengaja membiarkan Sandriza melihat wajahnya sambil tersenyum. Keduanya malah saling pandang. Lalu sama- sama melemparkan senyuman.
" Sudah puas melihat ketampanan aku, hem?" tanya Handoko kepada Sandriza. Sandriza bersemu merah wajahnya.
" I love you, mas Han!" ucap Sandriza pelan sambil mengusap pipi Handoko yang lembut. Laki-laki di depan Sandriza ini memang sangat memperhatikan penampilan bahkan mengikuti perawatan wajah. Walaupun seorang pria, Handoko selalu bersih wajahnya.
__ADS_1
" I love you so much! Aku bahkan lebih mencintaimu. Kamu harus tahu itu, Sandriza sayang!" sahut Handoko sambil meraih tangan Sandriza yang mengusap pipinya dengan lembut lalu menciumnya.
Handoko tidak akan membiarkan siang itu terlewatkan begitu saja seperti semalam yang tidak bisa menikmati malam pertama karena kelelahan. Handoko kini mendekati bibir Sandriza lalu meraup bibir itu dengan ganas. Sandriza memejamkan matanya. Sandriza sudah siap dan pasrah dengan aksi-aksi yang akan dilakukan oleh Handoko. Dengan sedikit membuka dan memberikan ruang gerak kepada Handoko bibir tipis itu mulai membalas ciuman yang penuh hasrat. Suara de Sa han itu lolos di mulut Sandriza. Handoko semakin bersemangat.
Entah siapa yang memulainya hingga keduanya sama-sama saling membantu melepaskan pakaian yang masih melekat ditubuh mereka sejak semalam. Keduanya polos seperti anak bayi yang baru lahir di dunia. Handoko sesaat mendominasi permainan. Sandriza meliuk-liuk dan terkadang sedikit mengangkat pinggul nya karena Handoko sudah bermain di bawah sana. Di bawah sana yang merupakan daerah inti pribadi milik Sandriza. Ketika Sandriza merasakan sesuatu yang mulai ingin keluar di sana, Sandriza sedikit mengangkat pinggul nya dan sedikit menekan kepala Handoko yang bermain liar di daerah itu. Hingga tanpa sadar, Sandriza memekik suaranya saat dirinya seperti mengeluarkan sesuatu nyang hangat dari dalam. Handoko tersenyum karena merasakan daerah itu berdenyut lebih kencang. Sandriza sesaat merasakan lemas lalu melihat ke arah Handoko yang sudah siap akan aksi-aksi nya yang berikutnya.
__ADS_1
" Terimakasih sayang! Untuk siang ini yang perdana." ucap Handoko. Sandriza tersenyum simpul.
" Apakah kamu tidak lapar?" tanya Sandriza. Handoko akhirnya duduk dan menarik Sandriza untuk bangun.
" Kita mandi dulu!" ajak Handoko.
__ADS_1
" Bersama?" tanya Sandriza. Handoko tersenyum licik.
" Tentu saja, kenapa? Jangan khawatir, hanya mandi saja kok. Tidak ada yang lain! Bukannya kamu sudah lapar? Dan aku juga sudah merasakan lapar itu. Ayo!" kata Handoko lalu mengangkat Sandriza menuju bathtub kamar mandi di ruangan itu. Mereka mulai membersihkan diri mereka dan benar-benar mandi tanpa melakukan ritual yang lainnya lagi.