PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
MERY GILA


__ADS_3

Mery keluar dari kamar mandi setelah membersihkan seluruh tubuhnya. Badannya terasa pegal-pegal karena beberapa kali laki-laki yang saat ini masih di atas tempat tidur nya dan belum terjaga itu telah memporak-porandakan bagian intimnya. Mery tidak pernah menyangka jika Handoko seganas itu jika sudah memainkan senjatanya. Padahal obat yang dia taburkan di kopi Handoko tidak terlalu tinggi dosisnya. Namun Handoko menyerang nya seperti membabi buta dan tidak perduli kalau onderdil nya akan rusak dan hancur.


Mery tersenyum menatap pria yang masih menampakkan ketampanan walaupun sedang dalam kondisi tidur. Mery mulai menghubungi seseorang dan mulai berbicara serius.


"Aku tidak mau tahu, yang jelas jalankan semua rencana itu dan jika video dan foto- foto itu kamu dapatkan secepatnya kirim kepada ku. Aku ingin melihat Sandriza menangis darah karena kariernya akan hancur. Dan suami serta orang-orang yang selalu menyayangi dirinya akan meninggalkan nya." kata Mery.


" Oke, baiklah nanti malam rencana itu akan aku jalankan." kata wanita di seberang sana.


" Bagus! Aku tidak mau rencana ini gagal, Lauren!" kata Mery.

__ADS_1


" Iya, iya! Transfer aku sekarang juga! Aku membutuhkan uang yang banyak untuk bersenang-senang juga." ucap Lauren. Yah Lauren adalah wanita yang sempat dekat dengan Handoko dulu.


" Oke, Oke, dasar perampok! Apakah kamu saat ini tidak laku menjadi model dan artis,hah. Bangkrut yah kamu!" Lauren tertawa keras dengan makian Mery.


" Hahaha, anjayyy! Aku butuh uang yang banyak di negara orang. Kamu tahu bukan, peranku saat ini ke geser oleh Sandriza. Laila saja sakit hati karena tersingkir oleh Sandriza." jelas Lauren.


"Oh iya, kamu sedang apa Mery? Kamu habis jual. diri? Ada suara laki-laki di sana." kata Lauren.


" Bang sat! Ba ji ng@n! Dia pria aku, kenapa kau makan juga, hah?" maki Lauren. Mery seketika mematikan komunikasi itu karena Handoko sudah bangun dari tidurnya.

__ADS_1


Mery berjalan mendekati Handoko dan duduk di atas peraduan itu. Handoko menatap dingin ke arah Mery.


" Jangan sampai hubungan ini, diketahui oleh Sandriza! Ingat itu, Mery!" kata Handoko. Mery menatap tajam bola mata Handoko yang secara tidak langsung akan mengancamnya. Mery tersenyum menyeringai.


" Bagaimana kalau Sandriza tahu hubungan ini? Dan akulah yang akan bicara dengan Sandriza sendiri kalau suaminya benar-benar ganas dan liar ketika di atas ranjang." kata Mery seraya mendekati wajah Handoko dan nafas mereka saling beradu.


" Gila! Kamu. benar-benar gila! Jangan lakukan itu! Jika kamu melakukannya aku akan...." ucap Handoko dan kalimat itu tidak sempat dilanjutkan nya karena Mery telah membungkam Handoko dengan ciumannya yang liar. Pagi ini Mery ingin membalas dendam dan menghajar Handoko sampai tidak bisa berjalan. Mery ingin menguasai Handoko dengan permainan liarnya.


" Benar-benar wanita j@l@ ng! Kamu benar-benar tidak ada akhlaknya!" umpat Handoko seraya menggigit bibirnya ketika senjata nya sudah di ditenggelamkan oleh Mery ke dalam mulutnya. Mery mulai membuat mulut Handoko meracau dan mengumpat akan dirinya. Mery tidak perduli.

__ADS_1


Diam-diam Mery telah merekam semua kejadian adegan-adegan dewasa itu sejak tadi malam. Mery sudah merencanakan semuanya untuk kehancuran Sandriza dan akan merebut semua yang dimiliki oleh Sandriza.


__ADS_2