PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
TEGAS


__ADS_3

Di ruang kerja Handoko. Lauren saat ini sudah menunggu kedatangan Handoko. Banyak yang berubah dari penampilan Lauren saat ini setelah lama hidup di negara orang. Penampilan nya yang berani dengan kulitnya yang semakin putih bersih semakin terlihat kontras dengan baju yang dikenakan nya. Apalagi saat ini Lauren mengenakan baju minum berwarna merah. Lauren duduk di dalam ruangan milik Handoko di kursi panjang itu.


Handoko datang dan masuk ke dalam ruangan itu. Lauren tersenyum mengembang melihat sosok laki-laki yang ditunggu nya telah tiba. Lauren mendekati Handoko lalu memeluk nya. Handoko diam tanpa bergerak dan tetap berdiri mematung di sana. Handoko menelan saliva nya karena harus merasakan dua benda kenyal milik Lauren itu menempel di dada bidang nya. Handoko duduk di kursi kerja nya. Lauren pun kini duduk di depan Handoko.


" Ada apa?" tanya Handoko kaku sambil melihat wajah Lauren yang sudah duduk di kursi depan meja kerja nya itu.


" Jangan terlalu kaku dengan aku. Apakah kamu tidak kangen dengan aku, hem?" ucap Lauren. Handoko tersenyum sinis.


" Biasa saja!" sahut Handoko. Lauren mengerutkan dahinya.


" Kamu tambah tampan. Hem, aku ingin balikan lagi dengan kamu, Han!" kata Lauren. Handoko kini seketika tertawa terbahak- bahak.

__ADS_1


" Kenapa? Aku sekarang akan tinggal di Indonesia lagi. Masa kontrak ku sudah habis dan tidak akan aku perpanjang kembali, Han. Jadi, aku ingin menjalin hubungan kembali dengan kamu, Han." ucap Lauren.


" Setelah apa yang kamu lakukan kepada ku? Bukankah dulu kamu yang pergi dan meninggalkan aku demi karier kamu itu? Kamu dengan seenaknya menggagalkan acara pernikahan kita." kata Handoko kembali kesal.


" Maaf, Handoko! Aku harus terpaksa meninggalkan kamu karena kesempatan itu tidak akan datang untuk kedua kalinya." alasan Lauren.


" Maaf, Lauren! Aku sudah tidak berminat untuk kembali dengan kamu." sahut Handoko. Lauren kini malah mendekati Handoko. Lauren kini berusaha menggoda Handoko. Handoko berusaha menghindari semuanya.


" Menjauh lah, Lauren! Jangan engkau jatuhkan harga diri kamu." sahut Handoko. Lauren seperti ditolak mentah-mentah oleh Handoko.


" Aku memiliki kekasih atau tidak, itu bukan lagi menjadi urusan kamu, Lauren." sahut Handoko. Lauren terkekeh.

__ADS_1


" Kalau bahasa kamu seperti itu, aku yakin kalau kamu masih memiliki rasa dengan aku. Kamu jangan gengsi, Han!" ucap Lauren. Lauren memeluk Handoko dari belakang. Lauren ingin menggoda Handoko dengan cara nya yang liar.


" Sejak kapan kamu se liar ini, Lauren?" tanya Handoko. Lauren tidak perduli, malah semakin mengusap pipi Handoko.


" Menjauh lah, Lauren! Atau aku akan berbuat kasar kepada mu!" ancam Handoko. Lauren terkekeh.


" Oke. Oke. Baiklah! Tetapi aku tidak akan menyerah untuk mendapatkan maaf kepada mu, sampai kamu mau menerima aku kembali." ujar Lauren. Handoko mengernyitkan dahinya.


" Kamu jangan lagi membuang- buang waktu untuk mengejar aku kembali. Aku sudah memiliki calon istri." kata Handoko. Lauren membulat matanya.


" Siapa? Apakah dia artis, atau aktris juga?" tebak Lauren. Handoko diam tidak ingin menjawab nya. Handoko tidak ingin Sandriza mendapatkan masalah jika Lauren mengetahui kalau Sandriza lah kekasihnya. Lauren adalah tipe wanita yang nekat melakukan apapun.

__ADS_1


" Apakah dia lebih cantik atau seksi dari aku, Han? Aku ingin tahu. Sungguh aku menjadi penasaran, siapa wanita yang bisa menaklukkan hati kamu, Han." ujar Lauren. Handoko kini berdiri dari tempat duduknya.


" Kalau tidak ada hal penting lainnya, silakan tinggalkan ruangan ini. Maaf, aku ada pertemuan dengan klien setelah ini." ujar Handoko lalu melangkahkan keluar meninggalkan Lauren yang masih berdiri mematung di ruang kerjanya itu.


__ADS_2