PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
LATIHAN 1


__ADS_3

Di sanggar, Anak-anak serius berlatih. Sore itu Sandriza sangat serius berlatih memerankan tokoh seorang pelakor yang merusak kehidupan rumah tangga kecil yang sebelum kehadirannya sangat bahagia.


Anak-anak yang belum mendapatkan gilirannya menyaksikan kawan- kawan sanggar memerankan tokoh yang di dapat. Seperti saat ini semua mata menjadi melihat ke arah panggung. Sandriza dan Isa yang sesekali masih melirik lembaran kertas skrip dialog percakapan sedang unjuk gigi berakting. Gaya Sandriza sangat menggoda dan bakal saat ini, merayu dan dengan nakalnya mendekati Isa. Isa pun sebagai laki-laki norma menjadi semakin penasaran akan kecantikan, kemolekan Sandriza ditambah Sandriza seperti membuka dirinya kepada Isa.


Semua kawan- kawan tidak berkedip menyaksikan akting Sandriza dan Isa yang saat ini sedang bermanja-manja dan bercinta penuh gelora dan nafsu.


Isa menggiring Sandriza masuk dalam permainan akting yang panas dan membuat gerah para penonton. Lawan main Sandriza, adalah Isa benar-benar mumpuni dan menjadi hidup permainan drama teater tersebut. Semua menjadi terhipnotis akan akting keduanya. Padahal mereka sesekali masih melirik skrip dialog yang sama-sama masih dipegang mereka berdua.


Lalu giliran yang lain ke dialog selanjutnya. Isa mulai fokus memperhatikan penghayatan akan tokoh yang main. Sandriza duduk beristirahat sambil mengusap peluh keringat nya. Latihan malam ini benar-benar melelahkan sekali.


"Isa terlihat profesional memberikan arahan kepada anak-anak sanggar tanpa membedakan satu dengan yang lain." pikir Sandriza yang menyaksikan Isa fokus memperhatikan akting anak-anak yang sedang latihan.


Sandriza kembali membaca dan menghafal skrip dialog yang diperankannya. Jadi berikutnya supaya dirinya tidak perlu membawa kertas dialog percakapan itu.

__ADS_1


" Banyak sekali adegan-adegan aku yang nempel terus dengan Isa. Isa benar-benar seperti memanfaatkan aku. Bahkan ini ada adegan ciuman nya? Astaga naga, ini bagaimana? Apakah di skip saja lalu layarnya ditutup?" pikir Sandriza.


" Jadi tokoh pelakor, resikonya aku akan dapat hujatan, makian oleh nitizen. Mama- mama muda yang penuh emosi bisa menjambak rambut aku nanti setelah usai pertunjukan." pikir konyol Sandriza.


" Apakah setelah pementasan kelar aku harus siap- siap mengenakan masker? Lalu menyembunyikan identitas aku?" pikir Sandriza.


" Sandriza!" panggil Isa. Sandriza terkejut sejak tadi memikirkan perannya. Sandriza dengan cepat mendekati Isa.


" Kamu sudah hafal dialog mengenai adegan kamu didatangi istri dari tokoh utama laki-laki kan?" tanya Isa.


" Ini masih aku hapal!" sahut Sandriza.


" Ya sudah coba baca aja dulu. Kamu main dengan tokoh protagonis nya." suruh Isa serius.

__ADS_1


" Oke, akan kita coba." kata Sandriza mulai berakting dengan tokoh protagonis.


Isa mulai memperhatikan setiap gerak dan ucapan yang dimainkan tokoh program dan antagonis dalam cerita itu. Isa tersenyum ketika melihat Sandriza begitu sangat menghayati dan dapat feeling nya ketika memerankan tokoh wanita yang merusak rumah tangga. Dalam hal ini Sandriza sebenarnya korban juga dalam cerita itu karena tidak mengetahui kalau tokoh laki-laki antagonis itu sudah memiliki istri atau sudah berkeluarga.


Tepuk tangan yang keras memenuhi ruang sanggar. Anak-anak begitu takjub akan akting hidup dari Sandriza. Tokoh protagonis seolah menjadi hidup ketika Sandriza menjadi lawan main yang membantu memancing emosi dan kemistrinya.


" Sandriza!" panggil Isa dengan senyum puas.


" Ada apa Isa?" tanya Sandriza.


" Setelah latihan usai, aku akan mentraktir kamu deh! Makan malam kita yah!" ajak Isa.


" Oke!" sahut Sandriza bersemangat.

__ADS_1


__ADS_2