PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
MR X


__ADS_3

Mr X sudah di dalam ruangan itu. Di kamar yang terdapat Sandriza tidak berdaya karena pengaruh obat yang diberikan secara paksa oleh kedua wanita yang memiliki dendam yang sama terhadap Sandriza. Sebenarnya tidak ada yang dilakukan oleh Sandriza terhadap kedua wanita itu. Hanya saja kedua wanita itu yang bernama Lauren dan Laila merasa jika hadirnya sosok Sandriza mengancam posisi terbagus nya di dunia akting dan juga merebut hati sang idola yang Lauren inginkan. Lauren dan Laila iri hati terhadap kesuksesan dan juga keberuntungan Sandriza yang bisa melejit kariernya serta banyak dicintai banyak orang dan penggemarnya. Hal itu menggeser posisi mereka berdua yang dahulunya selalu menjadi sorotan media.


Mr X menelan ludahnya sendiri melihat tubuh Sandriza yang begitu menggoda dan menarik jiwa lelakinya. Kenapa tidak? Lauren dan Laila sudah mengganti pakaian Sandriza dengan pakaian yang terbuka dan siap untuk dinikmati oleh Mr X. Kedua wanita licik itu telah menjualnya kepada Mr X dalam semalam dengan harga yang fantastik.

__ADS_1


Sandriza sudah membuka matanya. Dirinya kini sudah menggeliat seperti cacing kepanasan butuh air itu. Mr X semakin tidak sabar untuk menyentuh nya. Dengan senyuman yang menyeringai, Mr X mendekati Sandriza yang seperti minta pertolongan. Mr X bukan laki-laki yang bodoh dengan situasi itu. Namun sisi baiknya muncul, Mr X segera melepaskan jaketnya dan mengenakannya pada Sandriza. Sandriza menatap Mr X dengan pandangan yang sayu. Walaupun gejolak Mr X sudah tidak bisa ditahan nya dengan melihat tubuh Sandriza yang begitu seksi. Namun pada akhirnya Mr X mengurungkan niatnya untuk menjamah Sandriza. Entah perasaan apa yang membuat Mr X menjadi iba ketika melihat wajah Sandriza. Wajahnya yang sebenarnya sangat lugu namun seketika mengiba liar meminta pertolongan kepada Mr X atas ketidaknyamanan dari apa yang Sandriza rasakan.


" Kita harus pergi dari sini! Dua teman kamu tadi seperti nya menginginkan kehancuran karier kamu." kata Mr X seraya melihat dua alat yang sengaja untuk merekam kejadian di ruangan itu. Sandriza masih mengiba dengan pandangan sayu. Badannya seperti minta sesuatu untuk segera didinginkan dengan kesejukan bongkahan es. Mr X tetap saja tidak mengindahkan permintaan Sandriza. Mr X segera mengangkat tubuh Sandriza dan membawanya keluar dari kamar itu. Sandriza yang mencium aroma maskulin di leher Mr X semakin luar mencium dan menyesapnya. Mr X menahan segala r@ngsa ngan yang diciptakan oleh Sandriza terhadap dirinya. Mr X tahu, Sandriza dalam pengaruh obat. Mr X terus berjalan menyusuri tangga darurat untuk meninggalkan gedung itu menuju parkiran mobilnya. Betapa ini menyiksa Mr X karena selama perjalanan Sandriza mengusap wajahnya.

__ADS_1


" Uhh, kamu!" teriak Mr X menahan gejolak itu. Sandriza tetap melakukan aksi nya. Namun Mr X benar-benar menahan gejolak yang ia rasakan. Dia tidak ingin menodai Sandriza dengan situasi yang mendesak itu.


" Sebentar lagi kita sampai di rumah aku. Sandriza! Aku tidak akan membiarkan orang-orang menyakiti kamu." ucap Mr X.

__ADS_1


__ADS_2