
Di lokasi syuting, Sandriza fokus melakukan kerjaan nya. Disini Sandriza benar-benar profesional melakukan perannya yang memerankan tokoh protagonis. Sebagai seorang aktris, Sandriza dituntut bisa bekerjasama dengan tim maupun kru film. Sandriza harus tepat waktu, disiplin dan harus mempersiapkan dialog yang akan dia perankan bersama aktris maupun aktor-aktor lain. Sehingga disini tidak akan ada lagi pengulangan- pengulangan adegan-adegan karena lupa dialog maupun ekspresi yang kurang.
Handoko dari kejauhan duduk bersama dengan Mery. Mereka sambil menunggu Sandriza menyelesaikan syuting nya hari ini, kembali Handoko mempertanyakan kejadian ketika dirinya sedang mabok. Mery pun tanpa mengurangi dan menutupi kejadian sebenarnya, menceritakan semuanya kepada Handoko. Ada sesal juga pada diri Handoko membuat kekasihnya, Sandriza semalaman menangis.
" Apakah Mas Han masih ingat Lauren? Kabarnya dia saat ini sudah kembali ke Indonesia lagi, loh!" kata Mery yang sudah lama mengenal Handoko ketika mereka masih berpacaran Lauren.
Mery ikut bergabung dan bekerja di rumah produksi milik Handoko sudah lama. Kala itu Handoko masih berpacaran dengan Lauren. Hubungan mereka terbilang sangat romantis. Mereka terbilang berpacaran sudah lama dan bahkan hampir menikah. Mery sangat memahami ketika Handoko berpacaran bersama Lauren yang terbilang sudah dekat dan sudah mengenalkan keluarga masing-masing. Sedangkan bersama dengan Sandriza sendiri,Handoko belum masuk ke keluarganya. Ini jauh berbeda dengan Lauren yang sebenarnya kedua keluarga nya sudah saling mengenal. Bahkan karier Lauren pun melejit karena bantuan tangan dari Handoko.
__ADS_1
Handoko hanya tersenyum saja tatkala Mery mengingatkan sosok seksi Lauren itu. Tidak bisa dipungkiri jika Handoko masih terpikirkan oleh wanita itu. Mereka hampir serius menikah.
" Kamu tidak bisa menjawabnya, mas Han? Jika Lauren akan menemui kamu kembali bagaimana? Apakah kamu bisa menolak Lauren?" tanya Mery. Handoko kembali tersenyum lebar.
" Panjang umur! Dia menghubungi aku, Mery!" kata Handoko lalu menerima panggilan suara masuk dari ponsel nya.
Mery mendengus kesal karena bos nya sekarang adalah Sandriza walaupun dia bekerja yang menggaji Handoko. Mery seperti tidak rela jika Handoko akan berpaling dengan Lauren dan akan mengesampingkan Sandriza. Walaupun Handoko sebenarnya menyukai dan sangat serius dengan Sandriza. Namun, apakah Handoko tidak akan tergoda dengan Lauren jika Lauren menggoda Handoko kembali. Paling tidak Handoko akan kembali CLBK dengan Lauren. Ini yang akan ditakutkan Mery. Apalagi Handoko dengan Lauren lebih intim daripada dengan Sandriza.
__ADS_1
" Kamu jangan khawatir! Aku tidak akan kembali dengan Lauren. Oh iya, jangan bilang dengan Sandriza kalau Lauren menemui aku. Aku akan ke apartemen setelah Sandriza kembali ke sana." ujar Handoko.
" Baiklah! Syuting selesai malam! Banyak part yang akan diambil hari ini oleh Sandriza." terang Mery.
" Oke! Aku akan kirim makanan buat tersayang ku, Sandriza!" janji Handoko. Mery tersenyum mendengar nya.
" Oke, aku tunggu! Dan hati- hati kamu! Jangan sampai tergoda dengan Lauren! Kasihan Sandriza. Dia sudah benar-benar serius dengan kamu, mas Han." kata Mery.
__ADS_1
" Tentu saja! Susah mendapatkan hati Sandriza. Masa aku akan melepaskan genggaman ini." sahut Handoko. Mery terkekeh.
" Kamu benar! Tidak hanya kamu yang antri untuk mendapatkan Sandriza. Hanya kamu yang sudah dipilihnya." kata Mery. Handoko tersenyum bangga dan penuh kemenangan.