
" Jadi bukankah mama pernah merasakan sakit ketika dikhianati oleh suami? Jadi jangan berhubungan dengan suami orang, itu sama dengan mama menyakiti istrinya, ma!" kata Bagas to the point.
" Bagas!!" teriak Melinda.
" Sudahlah! Itu saja yang ingin aku omongin ke mama. Setelah ini terserah mama. Mau mendengarkan kata aku atau masih tetap dengan kesenangan mama itu. Memang kalau sudah jatuh cinta yang kedua kalinya, orang bicara apapun tidak akan di dengar bukan?" kata Bagas.
" Aku pamit ke kantor dulu, ma! Salam tidak buat papa?" tanya Bagas kepada mamanya sambil bersalaman dengan mama nya.
Bagas ini memang suka bicara apa adanya. Jika dia suka bilang suka dan ketika tidak suka bilang tidak suka. Bagas tidak suka basa- basi. Bagas memang bekerja di perusahaan milik papa nya. Bagas lebih menyukai perusahaan yang digeluti oleh papa nya. Perusahaan papa nya bergerak di bidang konstruksi sedangkan mama nya di bidang alat-alat kecantikan dan kosmetik.
*******
Bagas menjalankan mobilnya ke kantor dengan cepat. Bagas tidak ingin terlambat ke kantor karena memang ada jadwal meeting dengan semua divisi di perusahaan itu. Papa nya pasti juga sudah datang bersama adiknya Yogi. Penanganan proyek besar di pinggiran kota akan segera direalisasikan akhir bulan ini. Tinggal menunggu pencairan dana yang segera turun.
Bagas masih memikirkan mama nya yang dua hari ini tidak pulang ke rumah. Memang mamanya terlihat begitu cerah wajahnya dan terlihat bahagia. Namun Bagas juga tidak menginginkan mama nya merusak kehidupan rumah tangga orang dan menjadi pela kor yang mencuri perhatian suami orang.
__ADS_1
" Mama, aku tahu selama ini pasti mama sangat kesepian. Namun jangan menjalin hubungan dengan laki-laki beristri. Itu yang membuat aku tidak menyukai nya." pikir Bagas.
Setelah sampai di gedung tinggi yang menjulang ke angkasa, Bagas mulai memarkirkan mobilnya di area khusus. Bagas langsung menuju lift khusus. Bagas terusik ingin mengganggu adiknya, Yogi diruang kerjanya. Namun sebelum masuk Bagas mendengar suara wanita yang tertawa di dalam. Bagas mengurungkan niatnya untuk masuk ke dalam ruangan adiknya itu.
" Widih! Pagi- pagi sudah pacaran dia! Aku sudah kalah cepat dengan adik aku. Aku saja belum menemukan cewek yang bisa membuat aku jatuh hati." pikir Bagas sambil tersenyum tangannya mulai usil mengetuk pintu ruang kerja Yogi setelahnya Bagas cepat- cepat berlari menuju ruang kerjanya.
Di dalam ruang kerjanya Bagas mulai berbenah. Tidak berapa lama Yogi,adiknya masuk tanpa mengetuk pintu.
" Pagi-pagi sudah usil saja, mas! Ada apa mencari aku?" tuduh Yogi.
" Tidak ada yang penting! Oh iya, papa sudah di ruangan nya?" tanya Bagas.
Bagas hanya menatap adiknya dengan teliti. Bagas mulai berpikir.
" Mama menjalin hubungan dengan suami orang. Ini papa menjalin hubungan dengan istri orang. Apakah tidak ada wanita single di bumi ini yang bisa diajak bercinta selain suami dan istri orang?" pikir Bagas.
__ADS_1
" Ada apa mas?" tanya Yogi sambil duduk.
" Tidak apa- apa! Kamu sudah ngopi belum?" tanya Bagas.
" Belum!" jawab Yogi singkat.
" Pesan kopi dua dulu ke asisten mu." suruh Bagas.
" Baiklah!" Sahut Yogi.
" Kamu benar-benar jadian dengan asisten kamu, Dina?" tanya Bagas penasaran.
" Tidak!" jawab Yogi singkat.
" Ah yang benar! Tadi kalian ketawa- ketawa seperti sudah sangat akrab gitu. Aku pikir tadi kamu melakukan adegan mesum di ruangan kamu." tuduh Bagas.
__ADS_1
" Astaga! Mas Bagas ini! Terus terang aku belum ketemu wanita yang sesuai kriteria aku, mas. Yang pasti dia tidak banyak menuntut dan matre." kata Yogi.
" Aku paham selera kamu!" sahut Bagas.