PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
SIBUK SEMUA


__ADS_3

Zio lagi sibuk di ruang kerjanya. Memang saat ini dirinya mengerjakan semuanya di rumahnya. Rumi istrinya yang melihat suaminya sibuk dengan kerjaan nya itu tidak berani mengganggu nya. Setelah meletakkan secangkir kopi hitam untuk suaminya itu, Rumi memilih meninggalkan Zio yang masih bekerja.


Sampai beberapa saat Zio menyudahi kerjaannya dan mulai mengambil ponselnya. Zio mencari satu nama yang tertera di sana. Zio memberikan nama indah untuk satu orang itu. Andri dengan belakang gambar love. Memang ponsel milik Zio tidak pernah sekali pun disentuh istrinya. Kesepakatan mereka sama-sama saling percaya dan tidak boleh membuka ponsel masing-masing. Zio pun juga tidak mau membuka ponsel milik istrinya walaupun tidak dikunci atau menggunakan pasword.


Zio mulai chatting ke nomer Andri alias Sandriza. Betapa senang dan bahagia nya ketika Sandriza membalas chat dari nya. Zio semakin terobsesi dengan Sandriza. Setiap hari Zio mulai perhatian dan bertanya kabar dari Sandriza. Sesekali telepon atau Vc jika keadaan mendukungnya. Zio mulai bermain api dalam hal ini. Zio ingin mendekati Sandriza. Itu kenyataan nya.


*******


Rumi sudah menunggu di kamar pribadi mereka. Perkawinan nya dengan Zio sudah hampir tiga tahun. Namun belum juga mendapatkan keturunan. Kesibukan keduanya sungguh membuat mereka sangat jarang melakukan hubungan suami istri itu. Apalagi Rumi terkadang pulang dari kantor dengan badan yang letih capek tidak bisa melayani suaminya. Zio akhirnya lebih banyak di ruang kerjanya menghabiskan waktunya di depan laptop walaupun kerjaannya sudah selesai.


Saat ini Rumi mulai mempersiapkan dirinya untuk melayani Zio suaminya. Rumi merasa bersalah karena kesibukannya akhir- akhir ini membuat dirinya jadi melupakan suaminya dan cuek terhadap kewajiban nya. Rumi mulai masuk ke ruang kerja Zio dengan mengenakan pakaian seksi. Zio yang melihat nya menjadi membulat matanya.


" Rumi? Ada apa?" tanya Zio dengan polosnya.


" Kamu tidak ingin istirahat, mas?" tanya Rumi sambil. mendekati Zio.


" Sebentar lagi." ucap Zio sambil menutup laptop dan meletakkan ponselnya jauh dari Rumi.

__ADS_1


" Sudah lama aku tidak men service kamu mas! Ayolah!" kata Rumi sambil memeluk Zio dari belakang.


" Apakah kamu tidak capek? Seharian tadi kamu sibuk mengurusi perusahaan milik keluarga kamu itu?" tanya Zio.


" Tidak! Aku sudah mempersiapkan semuanya untuk kamu. Ayo kita ke kamar!" ajak Rumi sambil. menarik tangan Zio. Zio mengikuti langkah Rumi yang mengajaknya masuk ke kamar.


Rumi mendorong Zio ke ranjang kamar itu. Rumi mulai menjalankan aksinya dengan nakal. Satu persatu baju yang dikenakan Zio di lepas nya. Rumi tersenyum nakal.


" Rumi! Aku lapar!" kata Zio seolah belum ingin melakukan itu dengan Rumi.


" Nanti sajalah! Kamu jangan memaksa diri membuat aku senang yang sejatinya kamu tidak ingin melakukan nya dengan aku." kata Zio yang membuat Rumi membulat matanya.


" Ayo kita makan malam saja! Aku pun benar-benar sudah lapar." kata Zio lalu mengenakan celana pendek yang diambilnya di dalam lemari.


" Baiklah!" Rumi dengan pasrah mengikuti ajakan Zio untuk makan malam di ruang makan.


Kedua suami istri itu akhirnya menikmati menu makan malam yang sudah disiapkan oleh asisten rumah tangga di rumah mereka.

__ADS_1


" Besok malam ada jadwal tidak, mas?" tanya Rumi kepada Zio.


" Besok malam menemani pak Koko bertemu dengan kliennya. Ada apa?" kata Zio.


" Oh! Aku besok malam juga ada acara ke luar kota. Aku ijin lagi yah, mas! Tidak apa- apa kan?" ujar Rumi merasa bersalah.


" Tidak apa! Aku sadar istri aku ini direktur hebat penerus perusahaan di keluarganya. Aku maklum soal itu." sahut Zio.


" Setelah makan aku akan melayani kamu mas!" kata Rumi akhirnya yang membuat Zio menghentikan kunyahan nya.


" Kamu yakin?" tanya Zio.


" Iya! Aku sangat yakin!" sahut Rumi.


" Nanti sajalah kalau kamu Sekembali nya dari luar kota. Besok kamu kan perjalanan jauh, kondisi kamu harus lebih fit dan segar. Aku tidak mau membuat kamu lemes gara- gara melayani aku." tolak Zio.


Rumi hanya menatap suaminya lekat. Apakah benar-benar tulus semua yang dikatakan suaminya itu atau hanyalah sindiran semata? Dirinya yang super sibuk membuat libido Rumi untuk melakukan hal itu menjadi hilang.

__ADS_1


__ADS_2