
Di rumah kediaman Baskoro dan Gisel. Mereka sedang menikmati kebersamaan setelah sepekan lamanya tidak berjumpa. Baskoro sangat bersemangat ketika bersama istri tercinta nya tersebut. Sudah beberapa kali Baskoro melakukan nya dengan Gisel sampai Gisel menjadi kewalahan menghadapi suaminya itu yang serasa balas dendam karena sepekan lamanya tidak melakukan ritual pribadi itu bersama istrinya, Gisel.
Lain dengan Gisel yang mulai gelisah karena ponselnya penuh dengan chat dan panggilan suara dari Fauzi. Fauzi adalah mantan dari Melinda serta papa dari Bagas dan Yogi. Dalam pikiran Gisel tidak mungkin menjumpai Fauzi saat ini ketika suaminya, Baskoro sedang pulang ke rumah. Lagi pula, Gisel tidak akan sanggup menghadapi Fauzi lagi jika harus melakukan pertempuran panas di ranjang. Gisel sudah melewati pertempuran panas itu bersama Baskoro suaminya sampai beberapa trip. Hal itu membuat Gisel harus mengembalikan staminanya dan energi nya yang terkuras.
" Aku ada sesuatu untuk kamu, Yang!" kata Baskoro kepada Gisel.
" Taraaa!" teriak Baskoro sambil memberikan kotak ukuran sedang berwarna biru untuk Gisel.
" Apa ini?" tanya Gisel lalu dengan cepat membuka kotak biru pemberian dari suaminya tersebut.
Baskoro tersenyum melihat Gisel begitu senang akan pemberiannya itu. Gisel berbinar melihat isi kotak biru itu.
" Terimakasih sayang! Ini bagus sekali. Ini pasti mahal yah!" ucap Gisel seraya bergelayut manja pada Baskoro.
__ADS_1
" Murah banget itu! Kalau untuk kamu, semua terasa murah supaya kamu lebih cantik ketika mengenakan nya. Sini biar aku pasang kan!" kata Baskoro sambil memasang kalung berlian itu ke leher Gisel.
" Bagus dan cantik!" ucap Baskoro sambil melihat Gisel mengenakan kalung berlian itu.
" Terima kasih banyak suamiku yang paling ganteng!" ucap Gisel kembali.
Baskoro menjadi geregetan melihat tingkah manja dan imut dari Gisel. Baskoro kembali merengkuh tubuh Gisel. Gisel tidak bisa menolaknya karena dia baru saja mendapatkan sogokan yang super mahal.
" Satu kali lagi deh! Besok aku harus pergi lagi ke luar kota, sayang!" ucap Baskoro merayu.
" Apa? Baru saja kembali pulang ke rumah loh, masa pergi lagi sih mas?" protes Gisel.
" Demi kamu juga loh sayang! Nanti kalau kau dapat duit yang banyak, aku bisa belikan kamu kalung berlian yang lebih keren dan mahal dibandingkan ini." rayu Baskoro. Gisel masih cemberut.
__ADS_1
" Ya sudahlah! Kalau begitu kita makan saja dulu baru nanti kita mainkan kembali." ajak Gisel.
" Baiklah kalau begitu!" ucap Baskoro sambil merangkul Gisel menuju ke ruang makan.
*******
" Sebenarnya aku sudah ingin punya anak loh sayang!" kata Baskoro kepada Gisel. Gisel sibuk makan ayam bakar di atas piringnya.
" Nanti aja dulu mas! Aku ingin menikmati masa berdua dulu dengan kamu, Mas! Nanti kalau sudah hamil terus badan aku melar tidak seksi lagi lalu melahirkan dan sibuk terus mengurusi anak. Ah itu gak banget deh mas. Entar kamu cari wanita lain yang lebih cantik dan seksi dari aku. Aku gak mau itu terjadi mas." Gisel beralasan.
" Bagaimana juga kamu selalu seksi di. mata aku sayang. Apalagi jika kamu mengandung dan melahirkan anak aku. Aku pasti lebih menyayangi kamu, sayang." kata Baskoro.
Gisel jadi melihat Baskoro. Namun pikiran nya ke Fauzi. Jika dirinya hamil pasti dia sudah tidak bisa meneruskan hubungan nya dengan Fauzi dong! Sedangkan ketika dia dalam kesepian ditinggal oleh suaminya, Baskoro ke luar kota untuk urusan proyek. Dirinya selalu bersama Fauzi. Itu sangat menyenangkan karena hatinya Gisel saat ini dipenuhi oleh Fauzi. Fauzi lah yang mampu memenuhi keinginan nya dari kekurangan suaminya, Baskoro.
__ADS_1