
Di lokasi syuting, Handoko sengaja menyempatkan dirinya menjemput Sandriza. Padahal Sandriza saat ini sudah berada di dalam mobilnya bersama dengan Mery. Sebelum Mery menjalankan mobilnya dari arah yang berlawanan, Handoko datang dengan mobil sport nya. Sandriza menatap ke arah Mery.
" Kamu mau turun dan ikut bersama Handoko di dalam mobilnya?" tanya Mery yang menebak arah pandangan Sandriza terhadap nya. Sandriza menggeleng cepat.
" Mery! Hari ini kamu tahu bukan? Aku dapat giliran yang banyak pengambilan adegannya. Soalnya partnerku hari ini sengaja menyelesaikan semuanya. Walaupun capek juga tetapi besok benar-benar istirahat seharian." terang Sandriza. Mery memahami.
" Jadi, aku mau langsung pulang saja ke apartemen. Biarkan Handoko. Ayo kita jalan pulang!" suruh Sandriza. Mery mengikuti instruktur Sandriza supaya cepat kembali pulang. Mobil Handoko lalu membalikkan arah mengikuti mobil yang dijalankan oleh Mery.
" Bagaimana bekerjasama dengan aktor senior seperti Ramzi tadi?" tanya Mery. Sandriza terkekeh dengan pertanyaan dari Mery.
__ADS_1
" Kamu tahu kan Mery! Tadi kan aku sudah menggunakan stoking dan ketika adegan panas di dalam kolam renang kan aku memang mengenakan baju renang itu. Walaupun aku lapisi dengan stoking sebelumnya. Eh, bang Ramzi memang benar-benar jahil dan hendak mengerjai aku. Untung saja aku sudah melindunginya dengan melapisi dengan stoking itu." cerita Sandriza. Mery mengerutkan dahinya.
" Maksudnya Ramzi, sempat melecehkan kamu?" tuduh Mery.
" Kalau di bilang melecehkan kok kita terlalu menuduh yah. Tetapi mungkin lebih tepatnya, mencari kesempatan dari adegan panas itu. Namun, ciuman tadi aku tidak bisa menghindari nya. Bang Ramzi benar-benar menarik tengkuk aku dan meraup bibirku. Aku tidak mau adegan ciuman itu diulang- ulang terus. Akhirnya aku ikuti saja permainan bang Ramzi walaupun sebenarnya aku sudah mual." jelas Sandriza. Mery tersenyum.
" Bang Ramzi ganteng loh? Kenapa kamu bisa tidak menyukai nya." sahut Mery. Sandriza mendengus kesal.
" Bang Ramzi mungkin saja sudah terbawa suasana di dalam kolam renang itu. Kalian sangat dekat dan saling berpelukan. Aku saja yang melihat nya sampai menelan ludah ku sendiri. Aku rasa semua kameraman jadi ikut hanyut dengan adegan itu. Bang Ramzi bertelanjang dada, seperti sangat eksotis sekali ketika basah tubuh dan rambutnya itu. Sedangkan kamu sangat terlihat seksi sekali dengan rambut panjang yang basah dan pakaian seksi itu. Bibir dan wajah kamu yang basah sangat menantang jiwa lelaki untuk menyentuh nya." jelas Mery. Sandriza malah mengerucut bibir nya.
__ADS_1
" Kamu semakin membuat aku takut. Nanti hasil filmnya pasti akan terlihat heboh dan hidup dong. Mas Han kalau menonton film perdana aku bagaimana?" Sandriza mulai resah.
" Mas Han? Dia juga paham loh, semuanya hanya akting saja. Dan itu salah satu bukti kalau kamu totalitas dalam memerankan tokoh kamu di film itu." sahut Mery. Sandriza menatap lurus ke jalanan.
" Sudah, ayo turun!" ajak Mery ketika mereka sudah tiba di apartemen itu. Mobil Handoko pun sudah berhenti dan Handoko gerak cepat mendekati mobil Sandriza. Sandriza membuka pintu mobilnya.
" Sayang!" sapa Handoko. Sandriza tersenyum saja. Handoko menggandeng tangan Sandriza masuk ke apartemen nya.
" Kamu tidak pulang, mas Han?" tanya Sandriza. Handoko mendengus kesal.
__ADS_1
" Aku kangen kamu, sayang! Memangnya aku tidak boleh menjumpai kamu di apartemen ini?" sahut Handoko dengan cemberut bibirnya. Sandriza dengan cepat menarik hidung Handoko yang mancung.
" Cepat sekali merajuknya." sahut Sandriza. Handoko masih menunjukkan manjanya.