PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
MODUS


__ADS_3

Mobil Bagas berhenti di sanggar. Di tempat itu sudah banyak anggota sanggar teater telah berkumpul di sana. Sandriza bergegas keluar dari mobil milik Bagas itu.


" Jangan nakal! Aku nanti akan menjemput kamu kembali! Jangan coba- coba melarikan diri dari aku untuk mengikuti kata laki-laki breng.. sek seperti Zio! Ingat Sandriza! Kamu jangan berhubungan lagi dengannya!" ancam Bagas masih di dalam mobilnya.


Sandriza menatap tajam ke arah Bagas.


" Kenapa? Kamu masih bersikeras ingin berhubungan dengan pria itu? Walaupun kamu masih tidak Terima jika aku selalu melindungi kamu. Percayalah, Zio itu bukan laki-laki yang baik untuk kamu." kata Bagas. Sandriza mulai membenarkan apa yang dikatakan oleh Bagas. Memang Zio, ketika memandang Sandriza tatapan nya penuh naf-su dan ingin memakannya. Selain itu tipe Zio ini sangat kasar dan penuh ancaman jika sudah menyukai seseorang.


" Kamu mendengar nya kan, Sandriza!" kata Bagas kembali kini sedikit keras suaranya.


" Iya!" sahut Sandriza.


" Iya apa?" tanya Bagas.


" Iya! Aku tidak akan berhubungan kembali dengan Zio." jawab Sandriza.

__ADS_1


" Dan satu lagi! Blokir kontak nya. Kamu lebih baik fokus dengan pertunjukan teater kamu ini. Mana tahu karier kamu akan lebih gemilang setelah pementasan teater yang akan kamu peran kan nanti. Menjadi artis karena kamu memiliki bakat akting dan tidak sekedar menjual kecantikan serta keseksian body saja." ucap Bagas seolah menusuk jantung Sandriza.


" Iya, mas Bagas!" ucap Sandriza pelan.


" Ya sudah! Aku pulang dulu!" kata Bagas sambil menjalankan mobilnya meninggalkan sanggar latihan teater itu.


Sandriza mulai berjalan dan bergabung dengan yang lainnya. Kebetulan anak- anak belum dikumpulkan oleh Isa. Pembagian peran untuk pementasan juga belum dimulai apalagi latihan. Isa sudah membawa kertas copyan yang berisi skrip ataupun dialog dari naskah cerita yang akan dipentaskan nanti. Tema pelakor sungguh membuat menarik jika dibuat pertunjukan. Apalagi pelakor saat ini sedang menjadi pembicaraan karena di zaman sekarang perselingkuhan terjadi dikalangan dan lingkungan mana saja, baik di perkantoran, tempat kerja, kalangan bisnis ataupun karena media sosial yang cepat memudahkan jaringan komunikasi untuk saling mengenal, dekat lalu tertarik dan akhirnya janjian minta ketemuan.


Perselingkuhan inilah yang memunculkan cerita Pelakor menjadi diangkat dalam pertunjukan dan pementasan teater di sanggar itu. Sandriza lah yang akan ditunjuk sebagai sosok antagonis itu. Di samping memiliki kecantikan dan body yang bagus, Sandriza lebih pandai memerankan tokoh wanita yang menggoda laki-laki.


Dengan penuh hikmat semua mendengarkan apa yang diarahkan oleh Isa. Pada akhirnya semua mengambil kertas undian yang bertuliskan satu tokoh yang akan mereka perankan. Hanya peran utama protagonis laki-laki dan wanita serta peran antagonis lah yang sudah ditetapkan oleh Isa dalam pertunjukan teater itu.


" Semua sudah mendapatkan perannya masing-masing bukan? Apa ada yang keberatan tiga nama yang sudah ditunjuk sebagai peran protagonis dan antagonis tadi? Antagonis yang memerankan tokoh Pelakor itu adalah Sandriza. Sedangkan peran Protagonis diperalat oleh Reta. Dan aku sendiri menjadi antagonis pria yang sebagai suami dari pemeran tokoh protagonis itu." kata Isa panjang lebar.


Semua anggota sanggar tidak ada yang memprotes atas tiga peran yang menjadi penentu kesuksesan pementasan itu. Mereka menilai Sandriza, Isa dan juga Reta sudah sangat berpengalaman dan menjiwai perannya jika memainkan sebuah pelakon nya.

__ADS_1


" Semangat Sandriza! Aku akan membimbing kamu!" kata Isa memberi semangat Sandriza.


" Terima kasih!" sahut Sandriza.


" Kamu akan lebih sering nempel ke aku Sandriza! Karena kamu nanti yang selalu menggoda aku supaya tidak setia dengan Reta." ucap Isa pelan.


" Wlee!" Sandriza meledek Isa.


" Pasti ini rencana licik kamu, supaya kamu bisa mendekati aku bukan?" kata Sandriza pelan sambil mendekati telinga Isa.


Isa tertawa terbahak- bahak mendengar Sandriza berkata seperti itu.


" Kamu memang laki-laki breng- sek!" sahut Sandriza kembali Isa terkekeh-kekeh melihat ekspresi Sandriza.


" Percaya dengan aku! Kita akan menjadi artis dadakan terkenal." kata Isa pelan. Sandriza tersenyum saja akan percaya diri Isa yang tinggi itu.

__ADS_1


__ADS_2