
Di Panthouse apartemen, Fifi dan Baskoro menikmati mandi bersama di bathub yang mewah. Keduanya menikmati kebersamaan setelah seharian ini bergelut dengan aktivitas yang padat. Baskoro memang merasakan kenyamanan ketika bersama dengan Fifi.
Demikian halnya Fifi, walaupun dirinya paham kalau Baskoro sudah memiliki istri di kota nya. Namun hal itu tidak menghentikan Fifi untuk bertahan dengan hubungan seperti itu.
" Aku merindukan suara tangis bayi itu. Namun entah kapan aku bisa mendapatkan nya." kata Baskoro kepada Fifi sambil memijit pundak Fifi dengan lembut.
" Apa ada masalah pada istri kamu soal rahimnya?" tanya Fifi.
" Aku ingin dari kamu Fifi! Bayi itu di dalam perut kamu ini. Melalui rahim kamu disini." ucap Baskoro serius.
" Kamu belum menjawab pertanyaan aku, mas Bas! Apa ada masalah dengan istri kamu, pada rahimnya?" tanya Fifi kembali.
" Tidak ada masalah! Mungkin saja Gisel belum menghendaki memiliki anak. Sehingga dirinya belum bisa hamil dan mengandung anakku." jawab Baskoro.
" Apakah istri kamu itu, minum obat KB?" tanya Fifi penasaran.
__ADS_1
" Nah itu dia! Tapi dia tidak mengatakan itu. Cuma dia seperti nya memang belum siap untuk menjadi seorang ibu yang mengandung, melahirkan, menyusui, merawat dan membesarkan anak-anak nya." kata Baskoro.
" Tapi aku yakin jika aku secepatnya menikahi kamu, kamu pasti ingin segera hamil dari anak aku. Kamu menyukai anak-anak dan penyayang anak-anak. Kamu penuh kelembutan dan penyayang." ucap Baskoro penuh pujian.
" Wow, aku menjadi tersanjung sayang!" sahut Fifi.
" Tapi kamu mau kan, jika menikah dengan aku?" tanya Baskoro.
" Tentu saja aku menginginkan hubungan yang lebih serius dari ini. Namun aku paham posisi aku saat ini. Aku menjalin hubungan dengan suami orang. Dan aku cukup tahu diri dan belum bisa muluk-muluk menginginkan lebih. Aku datang kepadamu ketika kamu mendekati aku. Ketika kamu jauh, aku berusaha tidak ingin mengganggu kamu." kata Fifi.
" Apa yang kamu rasakan ketika aku kembali pulang ke istriku dan aku belum menghubungi kamu?" tanya Baskoro.
" Gelisah! Kacau! Seperti cacing kepanasan tidak tenang. Karena aku menyukai kamu, mas Bas! Membayangkan kamu bercengkrama dengan istri kamu saja aku sudah merasakan sesak sekali jantung aku. Aku seperti berhenti bernafas dan rasanya sesak nafas." kata Fifi.
" Maaf! Aku minta maaf sayang!" kata Baskoro sambil mengangkat bahu Fifi dan membimbing nya masuk ke peraduan.
__ADS_1
" Baskoro! Mas Bas!" kata Fifi yang seketika di angkat tubuh nya oleh Baskoro.
Baskoro meletakkan Fifi ke atas peraduan yang lebar dan empuk itu. Mereka sudah sama-sama polos karena sejak tadi berendam di bathub dengan air yang hangat.
" Aku ingin anak dari kamu, sayang!" bisik Baskoro di dekat telinga Fifi. Fifi memejamkan matanya mendapatkan perlakuan romantis dan hangat dari Baskoro. Laki-laki yang sudah memiliki istri itu. Laki-laki yang mapan dan bergelimang harta. Laki-laki yang bagi Fifi sangat menyayangi dirinya. Laki-laki yang royal selalu memberikan apa saja termasuk apartemen yang mereka tempati saat ini. Laki-laki yang mengharapkan benihnya jadi bayi di dalam rahim Fifi. Laki-laki itu yang selalu serius berkata, " Aku akan menceraikan istri aku dan menikahi kamu, sayang!" Itu selalu dia bilang ketika hendak bersama bercengkrama seperti ini. Kata-kata manis selalu diucapkan ketika sudah berdua dan jauh dari istrinya. Selalu memberikan harapan indah kepada Fifi yang telah direnggut keperawanannya oleh Baskoro. Bukan oleh pria lain. Fifi sudah terjerat dengan hubungan terlarang itu dengan Baskoro.
Berawal dari pertemuan tidak sengaja di sebuah mall ketika Fifi sedang jalan- jalan dan berbelanja dengan sahabatnya, yaitu KARIN. Saat itu entah Fifi sedang melamun atau tidak fokus, menabrak Baskoro dan menumpahkan minuman nya ke kemeja Baskoro. Setelah itu mereka saling bertukar nomor kontak WA. Baskoro mulai intens menghubungi Fifi dan pendekatan dengan Fifi. Akhirnya janjian kembali di suatu tempat hanya sekedar makan malam. Saat itu Fifi memang belum mengetahui kalau Baskoro sudah memiliki istri dan berstatus sudah menikah dan berkeluarga. Fifi hanya merasakan bahagia dan merasakan nyaman ketika mendapatkan perhatian seorang pria tampan. Memang Baskoro adalah pria tampan yang memiliki badan atletis, tinggi besar. Ditambah memiliki semua materi yang membuat mata seorang wanita menjadi melebarkan bola matanya. Siapa yang akan menolak jika seorang laki-laki tampan, mapan, nyaris memiliki kesempurnaan itu datang mendekat dan menunjukkan perhatian dan sayangnya.
Saat Baskoro bilang kangen dan ingin menjalin hubungan yang lebih dengan Fifi. Fifi membuka lebar- lebar pintu hatinya untuk Baskoro karena saat itu memang Fifi masih single dan belum memiliki kekasih. Fifi sendiri mulai merasakan getaran- getaran itu dengan Baskoro. Sehingga hubungan mereka lancar tanpa halangan.
Suatu ketika sampai akhirnya segel dan pertahanan Fifi jebol ketika Baskoro sering mengajak nya jalan dan hari itu karena banyak minum- minum akhirnya terjadi hubungan yang lebih intim. Hubungan yang seharusnya belum saatnya terjadi sebelum mereka meresmikan hubungan yang halal diantara mereka.
Setelah itu, Baskoro membelikan pathhouse apartemen kepada Fifi supaya Baskoro lebih mudah menemui Fifi. Selama ini Fifi ngontrak bersama sahabat nya yaitu Karin. Pada akhirnya Fifi mulai jarang bersama Karin dan lebih sering bersama Baskoro ketika Baskoro sudah ada di kota itu.
Seperti saat ini hubungan yang saling memberi dan menerima ini selalu mereka lakukan ketika Baskoro di kota itu. Dan Fifi seolah sebagai wanita pelengkap ketika Baskoro mendatangi nya di apartemen itu. Memang segala kebutuhan dan fasilitas untuk Fifi dipenuhi. Tidak kurang dan tidak menjadi masalah oleh Baskoro kalau soal materi.
__ADS_1
Baskoro ingin seorang bayi. Bayi itu ingin dari dalam rahim Fifi. Namun Fifi sendiri selalu ragu karena kata- kata itu selalu keluar dari mulut Baskoro kalau sudah bertemu dengan Fifi di kota ini. Namun dalam kenyataan nya Fifi pun masih belum juga dinikahi oleh Baskoro. Baskoro kembali pulang dan menjadi suami yang manis ketika di dekat sang istri. Fifi hanya bisa menunggu dan menanti kabar, kalau Baskoro sudah berada di dekat istrinya di kota itu.