
Masih di ruang tengah di rumah kediaman keluarga Barata, Keluarga nya Handoko. Sandriza sedang duduk santai sembari ngobrol dengan papa, mama Barata. Di sana juga ada Isa. Kebetulan hari itu, Isa juga tidak ada kegiatan syuting seperti Sandriza. Mungkin nanti malam Isa baru ada jadwal.
Pembicaraan mereka seputar akting dan juga perfilman. Di mana ada Isa, pembicaraan semakin seru. Pak Barata dan juga Bu Barata terkadang menimpali percakapan antara Isa, putra nya dengan Sandriza sebagai menantunya.
Tidak menyangka saja dalam benak Isa, kalau awalnya Sandriza yang lebih dekat dengan dirinya lewat sanggar teater itu menjadi kakak iparnya dan menikah dengan kakaknya yaitu, Handoko. Padahal waktu itu Handoko diajak serta Isa lantaran promosi dan penawaran supaya pertunjukan teater nya diliput dan disponsori oleh rumah produksi nya. Pada akhirnya Handoko malah Terpincut dengan pemeran utama wanita di teater tersebut yang saat itu, pertunjukan teater nya dengan tema PELAKOR. Dari pertunjukan teater itu mengantarkan Sandriza menjadi aktris film yang kemampuan akting nya diakui. Ditambah Sandriza semakin dikenal namanya lantaran menjadi kekasih dan akhirnya menikah dengan Handoko.
Dan setelah menikah dengan Handoko pun, Sandriza masih saja merasakan sandungan dari batu terjal maupun kerikil tajam. Ini mungkin biasa terjadi dalam kehidupan seorang pria dewasa, mapan yang sudah beristri.
__ADS_1
@@@@@@@
Handoko masih di ruangan kerja nya. Mery tentu saja selalu menguntit Handoko. Mery semakin mengikat Handoko dengan jampi-jampi nya. Walaupun Mery orang modern dan mengikuti zaman yang canggih, namun dia masih percaya dengan bau magis. Diam-diam Mery mendatangi orang pintar dalam rangka bisa membuat Handoko menyukai dirinya. Kepercayaan seperti ini memang masih dipercayai oleh Mery. Akhirnya Mery disarankan oleh orang pintar itu memasang susuk.
Mery memasang beberapa susuk di bagian wajah dan juga bagian-bagian tubuhnya. Selain itu Mery minta kepada orang pintar itu beberapa jampi-jampi supaya Handoko lebih mudah ditaklukkan oleh dirinya saat bersama dengan dirinya. Dalam artian, Mery ingin apa yang ia ucapkan menjadikan Handoko patuh dan menurutinya.
Seperti saat ini Mery membuatkan kopi hitam dan sedikit memberikan air yang sudah di jampi-jampi oleh dukun nya. Percaya atau tidak, itulah kenyataan nya jika Mery masih mempercayai hal klenik seperti itu. Susuk yang berbentuk seperti jarum emas dan juga batu berlian sudah ditanam di bagian wajah Mery. Bagian dia dada kembarnya telah dipasang benda magis itu. Handoko tentu saja tidak pernah menyadari akan hal itu. Jika Mery melakukan tindakan dan usaha seperti itu untuk membuat Handoko bertekuk lutut kepada Mery.
__ADS_1
Di minumnya kopi hitam buatan Mery setelah Mery menyodorkan nya di depan Handoko.
" Terimakasih Mery!" ucap Handoko lalu bangkit dari tempat duduk nya setelah menghabiskan kopi hitam buatan Mery.
" Aku pulang yah!" kata Handoko. Mery mendekati Handoko seolah ingin menahan Handoko untuk pergi.
" Mas Han! Mampir dulu sebentar ke apartemen. Sebentar saja. Pliss!" kata Mery seraya meletakkan kedua tangan nya melingkar di atas leher milik Handoko. Wajah itu dia dekatkan. Handoko mencium aroma parfum Mery yang sangat menggoda. Tatapan mata Mery seperti menghipnotis Handoko. Mery tersenyum dengan Handoko. Handoko diam seperti menikmati pertukaran nafas diantara mereka. Mery tidak mungkin membuang kesempatan itu. Secepatnya Mery lebih dulu memainkan peran nya. Bibir tebal dan seksi milik Handoko mulai di lu m@t nya. Akhirnya ciuman beradu balas itu terjadi sampai beberapa waktu yang lama. Mery menyudahi kegiatan intens itu dan tersenyum sesaat.
__ADS_1
" Kita ke apartemen kita yah?" bisik Mery. Rasanya Handoko ini seperti seekor kucing yang sedang lapar dan diberi makanan oleh majikannya. Keduanya tanpa banyak berpikir lagi, mulai meninggalkan ruangan itu dan bergegas menuju apartemen. Lebih tepatnya, apartemen milik Sandriza pemberian Handoko.
" Satu langkah lagi, kamu akan berada digenggaman aku sepenuhnya. Aku akan menggiring Sandriza dengan nomor yang belum dikenali oleh Sandriza. Dengan begitu?? Sandriza akan mengetahui hubungan Handoko dengan aku. Lalu?? Hahaha." pikir Mery dengan rencana jahat nya.