
Tuan Koko dan Zio di kafe.
" Bagaimana kabar hubungan kamu dengan istri kamu?" tanya Tuan Koko kepada Zio sambil menuangkan botol wine ke dalam dua gelas kecil. Lalu satu gelas itu diberikannya ke Zio dan satu lagi dia minim sendiri.
" Istri aku masih sangat sibuk dengan urusan bisnisnya. Aku seperti dikesampingkan." jawab Zio merasa tidak puas menjadi istri yang terjun di dunia bisnis.
" Jadi? Melinda dan pacar kamu tidak mengetahui kalau kamu sudah memiliki istri?" tanya Koko.
" Iya! Aku mengaku sama Sandriza kalau aku masih bujang." kata Zio.
" Hahaha. Kamu ini! Ba.. jingan.. iya!" sahut Koko.
" Aku tidak akan menceritakan kepada mereka kalau kamu ini sudah memiliki seorang istri yang super kaya. Tapi kamu sungguh-sungguh diuntungkan oleh harta istri kamu itu Zio." kata Koko sambil tersenyum sinis.
" Aku lebih suka hasil keringat aku sendiri, tuan KoKo. Dengan bekerja dengan Anda, itu sudah sangat cukup dan bahkan lebih- lebih untuk aku hidup sendiri dan berfoya-foya dengan Sandriza nanti." kata Zio.
" Apakah kamu benar- benar mencintai wanita itu?" tanya Koko.
__ADS_1
" Tentu saja! Aku tidak akan seserius ini, tuan Koko terhadap wanita. Dan saya bukan tipe pria ya g suka tidur dengan sembarang wanita." kata Zio sombongnya.
" Hahaha aku pikir kamu menyukai Sandriza karena kamu butuh kepuasan di ranjang itu yang tidak kamu dapatkan dari istri kamu." tuduh Koko.
" Bahkan aku belum pernah melakukan nya dengan Sandriza!" sahut Zio.
" Wow! Benarkah?" sahut Koko tidak percaya.
" Sandriza masih virgin, tuan! Aku akan membuka segelnya nanti pelan- pelan!" kata Zio sambil tersenyum.
" Hahaha! Benarkah? Aku sungai tidak percaya akan hal itu. Putri angkat Melinda masih perawan?" kata Koko tidak percaya.
" Hahahaha! Wah keperawanan Sandriza, akan kamu hargai berapa?" tanya Koko dengan nada bercanda.
" Kalau sabtu nanti aku bisa membuka segel Sandriza, aku akan membelikan Sandriza rumah dan mobil untuk dia." kata Zio.
" Hahaha kamu sangat royal? Tampaknya kamu benar- benar mengagumi sosok Sandriza dan cinta berat yah?" tanya Koko.
__ADS_1
" Benar tuan! Bagaimana dengan tante Melinda sendiri tuan KoKo? Apakah dia bisa memberikan kepuasan itu di atas ranjang?" tanya Zio tanpa sungkan.
" Dia belum aku hantam pakai senjata aku kok! Hahaha." kata Koko vulgar.
" Hahaha, tuan KoKo ini! Apakah itu akan membuat saya percaya, dua hari tante Melinda bersama tuan KoKo di salah satu hotel bintang lima, loh?" Zio tidak percaya.
" Aku hanya sedikit menyentuh nya saja kok." kata Koko dengan senyuman nakalnya.
"Apakah tuan Koko benar-benar mencintai nya?" tanya Zio penasaran.
" Cinta? Aku jika bersama Melinda rasanya ingin melindungi dan tidak ingin menyakiti nya. Jadi aku dari dulu tidak ingin merusak nya. Aku selalu menghargai dia sebagai wanita terhormat itu." kata Koko.
" Apakah tidak ada hasrat itu dengan tante Melinda?" tanya Zio penasaran.
" Hasrat itu sebenarnya lebih besar sekali. Namun aku masih berusaha tidak ingin merendahkan Melinda. Kecuali Melinda sendiri yang dengan ikhlas memberikan semuanya untuk aku." cerita Koko seperti benar-benar mengatasnamakan cinta sejati itu seperti apa.
" Apakah semua itu cinta sejati? Cinta yang tulus?" sahut Zio sambil berpikir.
__ADS_1
" Entahlah! Setelah ini aku akan mencoba dengan dia wanita itu yang sudah menunggu aku di sana. Aku rasa aku ketika bermain dengan dua wanita itu adalah hanya mengejar kesenangan dan kepuasan diriku di atas ranjang saja. Setelah itu aku tidak akan kepikiran lagi dengannya." kata Koko sambil menatap dua wanita yang sudah dipesannya untuk menemaninya bobok malam ini.
Zio hanya menatap geli akan kehidupan bebas ala bos. Untung saja dirinya tidak menyukai berganti-ganti pasangan. Walaupun sesungguhnya dirinya sungguh sangat haus akan itu semua.