
Baskoro meletakkan tubuh Fifi ke ranjangnya. Mereka sudah sama-sama polos tanpa sehelai benang pun di tubuh mereka. Baskoro dengan lembut mulai dengan aksinya. Fifi pasrah dalam rengkuhan Baskoro nyang mendominasi permainan kali ini.
*******
Fifi mengeratkan pelukan nya pada Baskoro. Baskoro membelai lembut rambut Fifi lalu mengecup keningnya. Perlakuan hangat dan manis ini lah yang membuat Fifi tidak mampu meninggalkan Baskoro. Ditambah Baskoro banyak memberikan fasilitas dan kebutuhan nya tanpa kurang suatu apa. Baskoro begitu memanjakan Fifi dalam segala hal. Dan wanita mana yang akan bisa menolak itu semua. Materi yang mewah dan menggiurkan
Suara perut yang berbunyi membuat keduanya tertawa dan saling pandang. Baskoro lalu duduk dan mulai turun dari peraduan itu. Demikian juga Fifi.
" Kamu ingin makan apa sayang?" tanya Baskoro.
" Apa saja!" sahut Fifi.
" Padahal sebelum kita ke apartemen tadi kita sudah makan banyak yah! Ini sekarang mudah sekali lapar." kata Baskoro.
" Itu karena kamu sudah beberapa ronde menguras energi dan menyembur kan protein kamu." kata Fifi sambil cekikikan.
__ADS_1
Mereka mulai mengenakan pakaian santainya. Keduanya kembali berjalan ke ruang tengah dan mulai delivery dengan makanan yang akan mereka pesan.
" Tumis udang asparagus, steak kambing, kenyang goreng, nasi goreng daging kambing, babat goreng." kata Baskoro. Fifi menggeleng - geleng kan kepalanya. Fifi sudah sangat paham jika Baskoro sudah memesan makanan. Tidak mungkin sedikit dan tidak cukup dengan dua jenis menu saja.
" Kamu ingin apa sayang?" tanya Baskoro kepada Fifi.
" Soto daging aja!" jawab Fifi sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Baskoro. Perlakuan manja seperti ini jarang dilakukan oleh Gisel. Entahlah mungkin saja Gisel sudah mendapatkan hal itu pada Fauzi.
" Lihat film aja ah!" kata Fifi sambil menghidupi layar plat yang tidak jauh dari kursi sofa panjang itu.
" Heem!" sahut Fifi sambil mencari menu film itu.
*******
Di tempat lain, dimana Fauzi sedang ber manja di villa pribadi milik Fauzi.
__ADS_1
" Kenapa aku belum bisa menyudahi hubungan seperti ini dengan kamu yah?" kata Fauzi.
" Itu karena kamu sebenarnya sudah jatuh cinta dengan aku. Namun kamu belum mau menyadari itu." sahut Gisel.
" Karena kamu masih memiliki suami. Aku takut terlalu berharap lebih dengan kamu." kata Fauzi.
" Fauzi! Jangan membahas masalah itu lagi. Yang penting sekarang kita masih sama-sama saling membutuhkan. Kita menjalin hubungan ini suka sama suka. Kita jangan memikirkan masa depan dulu yah! Aku belum mau ribet dengan menjadi seorang ibu atau istri yang mengurus suami, anak, dan berkutat dengan pekerjaan rumah." kata Gisel.
" Itu memang kodrat seorang wanita yang mengandung, melahirkan, menyusui, merawat dan membesarkan anak. Lalu melayani suami dan menguras rumah tangga nya. Sedangkan suami berkewajiban mencari nafkah." sahut Fauzi.
" Itu nanti sajalah! Saat ini aku hanya mau enjoy dan menikmati hidup dulu. Bersama Baskoro saja aku juga belum mau ribet. Kalau Baskoro pulang ke rumah aku siap dengan tugas aku melayaninya. kalau soal makan sudah ada ART kan. Dan aku terus terang masih belum ingin hamil dan memiliki anak. Apalagi aku dengan Baskoro seperti sudah mati rasa karena perselingkuhan nya dulu. Aku yang memergoki nya dia sedang bermain dengan selingkuhan nya. Entahlah apakah Baskoro masih bisa setia ketika jauh seperti ini. Apa sudah ada wanita lain di kota itu?" kata Gisel. yang membuat Fauzi menutup kedua telinganya sekolah tidak mau mendengar nya. Padahal Fauzi masih mendengar yang dikeluhkan oleh Gisel.
" Sudahlah! Jangan membahas itu! Ada aku disini sayang! Kita bersenang-senang saja." kata Fauzi dengan nakal.
" Heem!" sahut Gisel menurut apa yang dikatakan oleh Fauzi.
__ADS_1