
Masih di malam minggu setelah Bagas melarikan dan menggagalkan acara malam mingguan nya Sandriza, Melinda dengan cepat pergi dari rumahnya. Melinda sempat melihat satu mobil yang berhenti di depan pagar rumahnya. Melinda tidak tahu kalau mobil yang berhenti di depan rumahnya itu adalah mobil Zio.
Zio masih tetap menunggu Sandriza kembali pulang bersama Bagas. Dirinya sudah tidak perduli sampai berapa lama akan menunggu kepulangan Sandriza ke rumah itu.
Melinda menjalankan mobilnya ke tempat yang sudah disepakati dengan Koko. Koko ingin mengajak Melinda ke apartemen pribadi nya yang jarang dia tempati. Sesekali memang Koko membawa beberapa wanita nya untuk berkencan dan menghabiskan malam panjang bersama. Koko selalu memuaskan dirinya dengan banyak wanita. Namun tentu saja ini berbeda dengan Melinda. Koko memang dengan Melinda memakai hatinya tidak sekedar memuaskan hasrat nya sementara saja. Pikir Koko memang segalanya berbeda ketika melakukan nya dengan memakai hati dan perasaan nya.
Koko sudah merasa rindu ketika tidak bertemu dengan Melinda. Koko seperti sudah kecanduan dengan aroma tubuh Melinda walaupun dirinya belum melakukan hubungan itu terlalu jauh. Mereka hanya saling memberikan ke puas an dengan cara yang lain tidak dengan memandikan burungnya itu dalam kepemilikan Melinda.
" Aku sangat penasaran jika aku bisa melakukannya dengan kamu Melinda!" ucap Koko terus terang setelah beberapa waktu Koko menunggu kedatangan Melinda di apartemen nya.
" Aku sudah menyiapkan beberapa anggur untuk kamu, kita minum bersama Melinda!" kata Koko lagi sambil mengambil botol anggur yang sudah ia siapkan sejak kemarin. Koko mengambil dua gelas kecil dan meletakkannya di atas meja. Koko mulai membuka dan menuangkan nya ke dua gelas kecil itu.
__ADS_1
" Apakah kamu sudah makan, Ko?" tanya Melinda sambil menerima gelas kecil berisi anggur itu dari tangan Koko.
" Tadi makan sedikit roti! Apakah kamu ingin makan sesuatu? Atau kita keluar sebentar untuk makan malam sebentar?" tanya Koko penuh perhatian.
" Tidak perlu! Aku takut ketemu anakku Bagas. Aku keluar rumah ketika dia pergi bersama Sandriza." cerita Melinda.
" Sandriza? Apakah Zio tidak menjumpai anak putri angkat mu itu?" tanya Koko sambil mengkerut dahinya.
" Entahlah! Aku juga tidak tahu. Aku hanya di dalam kamar terus jadi tidak melihat Zio datang ke rumah aku." jawab Melinda.
" Anakku Bagas suka melindungi Sandriza. Mungkin Bagas hendak menjauhkan Sandriza dari Zio." cerita Melinda.
__ADS_1
" Oh! Jadi kita pesan makanan online apa ini?" tanya Koko penuh perhatian.
" Terserah kamu saja deh!" sahut Melinda.
" Baiklah!" ucap Koko sambil membuka ponsel nya untuk memesan beberapa makanan dan minuman melalui online.
Melinda menyandarkan punggungnya ke kursi ruangan itu. Tidak lama Koko kembali datang menghampiri Melinda di kursi itu. Koko mendekat ke wajah Melinda dan mulai mengecup dahi lalu turun ke bibirnya Melinda untuk mengecupnya pelan.
" Ayo Melinda kita habiskan anggur ini dulu!" ajak Koko sambil menuangkan kembali botol anggur itu ke dalam dua gelas kecil.
" Kamu saja yang habiskan anggur nya! Aku tidak suka minuman itu." kata Melinda berusaha menolak nya.
__ADS_1
Koko meminum anggur nya lalu dia tahan di mulutnya. Koko mulai mendekati mulut Melinda lalu menumpahkan anggur itu ke mulut Melinda. Melinda tidak bisa menolak lagi hingga kini ciuman yang liar dan panjang terjadi diantara keduanya dengan penuh hasrat.
" Koko! Nanti jangan ulangi seperti ini! Aku sungguh tidak menyukai nya." kata Melinda sambil mengusap anggur yang bercecer di sekitar mulutnya. Koko malah tersenyum melihat Melinda dengan mulut yang cemberut itu.