PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
FAUZI MERAJUK


__ADS_3

Gisel bergegas menuju kantor Fauzi. Setelah mandi tidak lupa rambutnya yang juga masih basah, Gisel sedikit memberikan polesan di wajah putihnya yang mulus. Dengan penampilan sesuai ciri khasnya Gisel yang suka menggenakan rok mini dipadu dengan atasan yang terlihat lekuk tubuhnya yang padat berisi, Gisel melajukan mobilnya menuju kantor Fauzi. Tentu saja Gisel tidak ingin Fauzi datang ke rumahnya. Fauzi ini terkadang memang mengancam Gisel juga tidak segera memenuhi keinginan nya. Seolah Gisel ini sudah diikat kuat oleh Fauzi. Memang Fauzi saat ini masih bebas dalam artian belum memiliki istri lagi setelah perceraian nya dengan Melinda karena dirinya ketahuan berselingkuh dengan seorang wanita muda. Hal itu tidak diterima oleh Melinda karena memang sebelum perselingkuhan itu terjadi hubungan suami istri itu sudah renggang dan kurang komunikasi dalam hal urusan ranjang.


Melinda yang sangat sibuk hingga melupakan Fauzi. Sebenarnya itu adalah alasan klise mereka saja. Karena kesempatan datang pada Fauzi yang membuat dirinya mempunyai kesempatan untuk berselingkuh dengan wanita lain semakin membuat hubungan suami istri tersebut semakin memanas. Akhirnya perceraian terjadi antara Melinda dan Fauzi. Sehingga putra- putranya terserah ingin ikut dengan siapa saja karena memang pada dasarnya ketiga putranya sudah besar dan dewasa.

__ADS_1


Gisel sudah tiba di kantor Fauzi. Gisel langsung menuju ke kantor Fauzi. Fauzi terlihat duduk di kursi kerjanya. Gisel sudah masuk di ruangan itu tanpa mengetuk pintu ruangan itu. Fauzi melihat Gisel yang masuk ke ruangan nya, terlihat pura-pura cuek dan tidak perduli. Tampaknya Fauzi ingin menunjukkan aksi diam dan marahnya karena dari kemarin dirinya dicuekin oleh Gisel.


Gisel tersenyum melihat Fauzi yang merajuk terhadap dirinya. Gisel mulai mengganggu Fauzi. Fauzi masih saja memasang tidak peduli. Gisel memeluk Fauzi dari belakang menyentuhkan da.. da nya yang berisi di punggung Fauzi. Fauzi masih saja pura-pura konsentrasi dengan kegiatan nya. Gisel mulai mencium dan menyesap leher Fauzi hingga dibelakang telinga Fauzi. Fauzi mulai sedikit menegang dengan aksi itu. Fauzi tetap menahannya. Sampai lama akhirnya pertahanan Fauzi jebol juga. Dirinya tidak mau berdiam dan pasrah atas kelakuan Gisel terhadap dirinya. Baginya Gisel sudah membangunkan harimau yang sedang tidur dan siap menerkam Gisel.

__ADS_1


" Cukup Fauzi! Kita makan dulu!" tawar Gisel. Namun Fauzi tidak perduli akan tawaran Gisel terhadapnya. Ini sudah kepalang tanggung. Fauzi masih belum merampungkan segala yang masih belum tuntas. Sedangkan pelepasan nya saja belum terjadi. Ini tidak mungkin disudahi. Bukankah Gisel yang sudah menyalakan kobaran api itu, hingga Fauzi tidak bisa menghentikan panasnya kobaran api yang menyala itu.


Fauzi masih terus memainkan biolanya sampai suara biola itu menghasilkan suara- suara yang indah dan membuat bergetar seluruh alam. Hingga sampai ketika suara pekikan keras keluar dari masing-masing dan akhirnya permainan biola itu disudahi dengan senyuman yang terukir.

__ADS_1


__ADS_2