PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
RENCANA NIKAH MEWAH


__ADS_3

Di rumah kediaman Pak Barata.


Handoko bersama dengan Sandriza sudah duduk di ruang tengah itu. Pak Barata bersama istrinya menyimak dan mendengarkan Handoko dengan segala rencananya segera mempersunting Sandriza. Handoko benar-benar akan menikahi Sandriza secepatnya.


Isa? Isa tentu saja sangat terkejut dengan rencana Hartono, abangnya itu yang akan menikahi Sandriza secepatnya. Isa benar-benar mengaku kalah dengan abangnya itu dalam memperebutkan hati wanita yang pernah Isa sukai. Sandriza akan menjadi kakak iparnya.. Tentu saja, Isa akan lebih hormat kepada Sandriza sebagai istri dari abangnya itu.


Keluarga Barata tidak akan membiarkan acara pernikahan anak pertamanya itu cuma apa kadarnya saja. Tentu saja akan diadakan pesta pernikahan yang besar- besaran dan juga mewah. Paling tidak pelaksanaan pernikahan Handoko akan diliput secara eksklusif di stasiun televisi swasta milik keluarga Barata.

__ADS_1


Tentu saja banyak sponsor yang akan mendukung acara pernikahan ceo muda dan pemilik rumah produksi dan salah satu pemilik anak dari stasiun televisi swasta di negeri ini yang cukup besar.


Sandriza yang merupakan aktris pendatang baru yang baru saja menyelesaikan filmnya sebagai pemeran utama akan menjadi sorotan publik dan juga penggemarnya nanti. Apalagi sebentar lagi film terbarunya itu akan segera lounching.


" Jadi, kalian benar-benar akan secepatnya menikah?" tanya Pak Barata memastikan. Sandriza menatap Handoko. Handoko tersenyum sambil melihat wajah Sandriza yang ayu merona merah.


" Papa, mama senang kan, jika kami akan segera memberikan kalian cucu?" sahut Handoko. Hal itu semakin menambah rona merah dalam wajah Sandriza.

__ADS_1


" Tapi kalau boleh, pernikahan ini tertutup oleh media. Apalagi Sandriza baru saja memulai karier nya sebagai seorang aktris. Kami hanya ingin resmi dan halal sebagai pasangan suami istri dahulu. Untuk pesta pernikahannya bisa kita langsungkan dua tahun lagi." ucap Handoko. Mama Dan Papa Barata spontan tidak setuju.


" Ini menguntungkan kamu, Handoko! Bagaimana dengan Sandriza? Apakah kamu menganggap pernikahan ini hanya sebuah permainan belaka? Pokoknya jika kalian hendak berencana menikah jangan lagi setengah- setengah. Pernikahan kamu dengan Sandriza harus dipublikasikan dan tidak ada kata rahasia lagi. Rejeki sudah di atur, Handoko. Tugas kamulah menghidupi istri kamu. Ini juga akan melindungi Sandriza dari laki-laki yang mencoba mengganggu dan mendekati Sandriza." kata Pak Barata panjang lebar. Sandriza dan Handoko saling pandang.


" Sandriza! Jika kamu benar-benar yakin untuk menikah dengan putra Kami, akan lebih baik jika pernikahan kalian tidak perlu ditutup- tutupi." sahut Mama Barata kepada Sandriza.


" Baik, tante!" ucap Sandriza.

__ADS_1


" Nah, satu hal lagi! Jangan panggil tante, panggil mama, dan papa seperti Handoko memanggil kami. Kami ini orang tua Handoko. Kamu mulai sekarang sudah seperti anak kami juga." kata Bu Barata. Sandriza mengangguk tanda setuju.


" Satu minggu dari sekarang, pernikahan kalian akan dilangsungkan. Mama dan papa, akan segera menyampaikan hal ini pada asisten pribadi papa. Biar asisten pribadi papa yang akan mengurus segala sesuatunya. Oke? Pokoknya pernikahan kalian harus mewah, dan di publikasikan. Kabar gembira ini semuanya harus tahu." kata Pak Barata. Handoko dan Sandriza akhirnya menyerah dan mengikuti Papa, mama Barata untuk membuat acara pesta pernikahan mereka benar-benar megah dan mewah.


__ADS_2