
Koko di apartemen nya bersama beberapa kawan wanita nya. Namun tiba-tiba istrinya datang dan masuk tanpa pemberitahuan. Koko marah lantaran acara senang- senang nya menjadi kacau akan kehadiran istrinya itu.
" Ada apa datang kemari? Bukannya jatah bulanannya sudah aku transfer?" ucap Koko kepada suaminya.
" Aku minta cerai mas! Aku sudah tidak sanggup mempertahankan pernikahan kita ini. Kamu seenaknya terang- terangan berbuat perzinahan." kata istri Koko sambil memberikan selembaran surat cerai.
" Ini apa? Kamu bodoh! Kenapa minta cerai! Kamu nanti kehilangan semua kelayakan dan kemewahan dari aku. Kamu tidak pikirkan itu?" ucap Koko.
" Aku sudah bulat memutuskan hal ini. Tanda tangani lah surat cerai itu!" kata istri Koko.
" Baiklah! Aku tidak akan menyulitkan kamu! Lagi pula banyak wanita-wanita yang antri ingin menjadi istri aku." kata Koko dengan bangga sambil menandatangani surat itu. Wanita- wanita di kanan dan kiri Koko tersenyum menyaksikan kejadian itu.
Istri Koko lalu keluar dari apartemen itu setelah Koko menandatangani surat yang disodorkan oleh istrinya itu.
*******
" Sayang! Ayo kita mainkan!" kata salah satu wanita didekat Koko dan satu nya mengiyakan apa kata temannya.
__ADS_1
" Lakukan saja apa yang harus kalian lakukan!" kata Koko sambil siap- siap dihujani gerakan-gerakan yang membuat dirinya menikmati perlakuan liar dari dua wanita di apartemen nya saat ini.
Koko tidak ada kesedihan sama sekali ketika istrinya mengajukan gugatan cerai tersebut. Bagi Koko dunianya saat ini sederhana saja. Dia mencari enjoy dan kesenangan semata walaupun semuanya itu sudah keluar dari garis aturan dan hukum alam. Hukum alam dimana dia bisa terjangkit penyakit kelamin atau virus yang mematikan. Koko tidak peduli itu. Koko hanya memiliki uang dan kekayaan nya yang berlimpah. Dia bisa membeli apa saja yang dia mau. Memang Koko sesekali harus medikal cek up untuk kesehatan nya juga. Dia juga butuh itu semua supaya dia tidak buru- buru mati, itu pikirannya.
Ponselnya mulai memberontak menyuarakan musik kesukaannya. Ada panggilan suara masuk di ponselnya Koko. Ada nama yang tertera di panggilan masuk tersebut. Bagi KoKo itu adalah nama yang bisa menyentuh hatinya. Melinda! Iya Melinda. Namun Koko sudah mulai memanas karena dua wanita-wanita penghibur didekat nya. Koko ingin mengangkat ponselnya namun Koko sudah mulai menderu jantungnya. Detak irama jantung nya sudah mulai tidak beraturan. Gairahnya mulai bergejolak. Dua wanita tersebut makin liar memainkan apa yang di dekat nya. Koko semakin tidak karuan menikmati gaya fantasi nya yang liar.
" Angkat saja, biar dia bisa tahu kalau Mas Koko sedang berada di surga dunia. Hahaha." kata salah satu wanita sambil mengambilkan ponsel Koko dan menyerahkan nya kepada Koko.
" Dia kekasih aku. Bisa rusak hubungan aku dengan dia." kata Koko sambil menahan apa yang dia rasakan.
" Baiklah! Aku akan mengangkat nya terlebih dahulu." kata Koko sambil bangkit dari peraduan nya. Namun ditahan oleh dua wanita penghibur itu.
" Ngapain pergi Ko?. Disini saja!" kata wanita itu.
" Engga! Nanti kalian ribut lagi." sahut Koko sambil tetap meninggalkan dua wanita tersebut menuju ruang tengah apartemen itu.
" Halo. sayang! Ada apa sayang?" sapa Koko setelah menerima panggilan suara masuk dari Melinda.
__ADS_1
" Lama sekali angkatnya! Aku di depan apartemen kamu nih! Lama banget macam patung pancoran di depan pintu apartemen kamu." kata Melinda dengan manjanya.
" Apa? Yang benar saja!" sahut Koko. mulai panik.
" Iya, cepatlah buka pintunya, Ko!" kata Melinda lagi.
" Oh iya! Aku lagi di kamar mandi nih! Oh iya, Melinda. Aku ingin makan gado-gado nih. Aku bisa minta tolong ke kamu sebentar saja tidak? Membelikan gado-gado di depan apartemen itu. Tolong yah!" kata Koko yang dengan cepat mendapatkan ide itu. Selama Melinda pergi, dirinya bisa menyuruh dua wanita itu pergi dari apartemen nya. Supaya Melinda tidak berjumpa dengan dua wanita penghibur yang sudah ada di apartemen nya.
" Baiklah kalau begitu." sahut Melinda akhirnya menurut apa yang disuruh oleh Koko terhadap dirinya.
Koko mulai menyuruh dua wanita penghibur itu untuk segera pergi meninggalkan apartemen nya. Dengan berat hati dua wanita penghibur tersebut meninggalkan Koko walaupun belum menyelesaikan tugasnya. Namun Koko tidak mau merugikan dua wanita penghibur tersebut. Koko tetap memberikan bayaran nya kepada dua wanita tersebut.
" Senang bekerja sama dengan Koko. Lain kali jangan lupa panggil kami lagi yah, Ko!" kata wanita itu sambil berjalan melenggang meninggalkan apartemen Koko.
Koko mulai merapikan apartemen nya. Koko super bersih dan semua harus steril.
" Ah Melinda, kamu membuat aku panik! Awas yah, setelah ini aku akan menghukum kamu! Aku sudah tidak perduli. Akan ku bikin kamu tidak bisa bangkit dari kasur aku." pikir Koko akhirnya.
__ADS_1