
Handoko membawa Sandriza ke hotel, tempatnya menginap selama di negara itu. Kali ini Handoko benar-benar akan meluapkan segala rindukan yang membuncah. Selain itu karena Sandriza telah melanggar janjinya dengan mengambil adegan romantis dalam film itu, Handoko berencana akan menghukum Sandriza. Tentu saja hukuman yang mengungkung Sandriza dalam kenikmatan yang tidak bisa lepas dari cengkraman Handoko. Sandriza paham akan hal itu. Suaminya bakal menjadi sosok yang ganas dan liar ketika sudah di atas permainan ranjang bersama dengan dirinya. Setelah Handoko membopong tubuh Sandriza dan meletakkan pelan di atas peraduan seperti benda yang tidak boleh pecah, Handoko mulai dengan aksi liarnya menimpa dan membuat kuncian. Sandriza hanya pasrah jika Handoko seperti kesetanan seperti itu. Sandriza sesaat menikmati segala sentuhan, ciuman, dari pria yang sudah menjadi suami nya itu. Sudah hampir satu bulan, Sandriza tidak melakukan penyatuan itu.
__ADS_1
Di ruangan yang luas dengan perabotan yang mewah berada di dalam. Di ruangan itu kini berserakan pakaian Sandriza dan Handoko di lantai itu. Dua insan yang berlainan jenis itu sama- sama mengeluarkan suara sumbang dari bibirnya. Dengan alunan gerakan yang intens keduanya terlihat kompak sama- sama mempermainkan peranannya. Awalnya Sandriza ada di bawah dan terkungkung dalam kenikmatan permainan Handoko, sampai gilirannya si Handoko menuntut lebih untuk mengendalikan permainan itu. Hingga akhirnya Handoko mendominasi dan mengguncang- guncang dengan kasar dan liar Sandriza. Suara mereka saling bersahutan menciptakan irama yang indah dan memenuhi ruangan itu. Sampai akhirnya Handoko menyudahi kegiatannya setelah dirinya memekik karena sesuatu yang dari dalam hendak menyembur dengan hangatnya. Sandriza ikut menjerit dan tidak perduli jika suaranya bisa tembus ke luar tembok. Kedua insan itu tanpa ragu melakukan bahkan menjerit tanpa ditahan lagi dengan disaksikan dinding-dinding ruangan itu. Setelah nya keduanya terkulai lemas dan saling mengatur nafasnya yang memburu.
Tidak puas dengan satu kali permainan, Handoko tidak membiarkan Sandriza tidur karena kelelahan. Kembali Handoko mengungkung tubuh yang mulus dan benar-benar menggoda itu. Ciuman kembali terjadi. Handoko ingin mengulangi permainan panas di kamar hotel itu. Sandriza hanya memejamkan mata, tatkala Handoko mulai berada di bawah sana memberikan kejutan dari permainan nakal lidahnya. Sandriza menggeliat dan mulai mendes@h. Pinggulnya sedikit dia naikkan. Handoko tidak akan membiarkan bibir Sandriza hanya diam saja. Suara yang keluar dari mulut Sandriza membuat Handoko semakin tertantang dan penuh semangat.
__ADS_1
" Terimakasih sayang! Semoga di sini bakal jadi buah hati kita." ucap Handoko sambil mengusap perut Sandriza yang rata. Sandriza tersenyum karena tangan kekar Handoko membelainya dengan lembut.
" Kamu nakal mas Han! Kamu seperti balas dendam karena satu bulan tidak mendapat jatah dari aku." ucap Sandriza seraya menenggelamkan di dalam ketiak Handoko.
__ADS_1
" Satu karena aku ingin menunaikan kewajiban aku sebagai suami dan kedua kalinya karena itu hukuman buat kamu karena kamu melanggar janji kamu. Janji tidak melakukan adegan ciuman dengan lawan akting kamu." kata Handoko.