
" Oke? Kalian latihan yang serius yah! Aku ada sedikit urusan dulu. Nanti aku akan ke sanggar menjumpai kalian." kata Handoko setelah mobil itu sampai di sanggar teater dan Isa sudah turun dari sana. Kini giliran Handoko yang beralih memegang kemudinya. Sebelum pergi meninggalkan mereka, Handoko memainkan matanya pada Sandriza. Sandriza hanya tersenyum saja akan sikap genit Handoko terhadap dirinya.
Isa mengajak Sandriza masuk ke bangunan yang cukup luas itu. Di sana sudah ada beberapa anak-anak sanggar yang sudah mulai latihan dan menghafal dialog nya masing-masing. Kedatangan Sandriza dan Isa menjadi pusat perhatian bagi sebagian anak teater tersebut. Ada sepasang mata laki-laki yang sudah lama selalu memperhatikan Sandriza, namun tidak berani mendekati Sandriza. Laki-laki itu adalah Gagah. Gagah, dalam pementasan nanti memerankan lakon sahabat dari istri yang di selingkuhi. Namun juga menaruh hati dengan istri tersebut. Gagah lah yang nantinya membantu dan masuk ke kehidupan istri Isa ketika mereka memutuskan bercerai setelah perselingkuhan nya dengan Sandriza tercium oleh istrinya.
Gerak- gerik Gagah yang selalu memperhatikan Sandriza, terlihat jelas dimata Isa. Tentu saja, karena Isa selalu memperhatikan dan menempel terus pada Sandriza, seolah- olah Isa adalah pagar dan tameng buat Sandriza supaya tidak ada seorangpun yang berani mendekati Sandriza. Gagah merasa tidak memiliki celah untuk pendekatan dengan Sandriza. Ditambah lagi disini, Isa memerankan laki-laki yang ada hubungan terlarang dengan Sandriza.
Ketika mulai latihan, Isa semakin matang memerankan aktingnya dengan Sandriza. Keduanya seperti benar-benar pasangan kekasih yang tidak bisa dipisahkan. Pasangan perselingkuhan yang bikin penonton yang menyaksikan akan penuh amarah kepada keduanya karena mereka telah mengkhianati pasangan nya.
__ADS_1
Latihan kali ini benar-benar serius karena sebentar lagi mereka akan mementaskan nya di hadapan banyak penonton. Tiket pertunjukan sudah mulai dijual dan hampir 80% sudah habis kursi duduknya. Tinggal tiket kelas VIP dan VVIP. Pertunjukan teater ini sudah sangat matang dari segala aspek-aspek nya. Pemerannya hanya fokus pada dialog dan peran yang sudah menjadi bagian-bagian nya. Kepanitiaan sudah matang dan sangat profesional. Maka dari itu, acara pementasan nanti akan ditayangkan secara live di stasiun televisi karena ada kerja sama dengan mereka.
" Kamu istirahat lah!" suruh Isa sambil mengambilkan minum untuk Sandriza. Gagah yang duduk tidak jauh dari Sandriza akhirnya mulai memberanikan diri mendekati Sandriza.
" Hai!" sapa Gagah. Sandriza tersenyum menatap Gagah.
" Aku yakin setelah ini kamu akan menjadi bintang." nilai Gagah. Sandriza hanya tersenyum tidak menanggapi.
__ADS_1
" Sebelum kamu menjadi bintang terkenal, aku akan minta foto bersama kamu boleh kan?" tambah Gagah lagi sambil mengajak selfi dengan Sandriza. Kedua nya terlihat akrabnya ditambah Gagah mendekatkan dirinya lebih dekat dengan Sandriza. Isa dari jauh menatapnya penuh dengan kecemburuan.
" Banyak sekali penggemar Sandriza, ternyata."keluh Isa. Isa masih berdiri membawa botol air mineral dan menatap keduanya.
" Setelah ini aku akan menembak Sandriza. Lebih cepat lebih baik. Aku tidak mau didahului oleh Gagah maupun Mas Handoko. Enak saja." umpat Isa.
" Isa! Mana minumnya?" panggil Sandriza. Isa terkejut dan mulai mendekati mereka.
__ADS_1
" Ini.Ayo Sandriza, Mas Handoko sudah menunggu kita di depan." kata Isa sambil menarik tangan Sandriza. Gagah diam menatap kepergian keduanya.