PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
PESTA PERNIKAHAN


__ADS_3

Pesta pernikahan antara Sandriza dengan Handoko telah di gelar. Setelah Handoko mengucapkan ikrar suci dalam sebuah pernikahan yang di laksanakan ketika pagi hari tadi. Dan malam ini pesta pernikahan mereka pun digelar dan dilaksanakan secara megah dan mewah. Banyak stasiun televisi swasta yang meliput acara pesta pernikahan mereka. Sandriza dan Handoko menjadi raja dan ratu di malam hari ini.


Tante Melinda bersama dengan om Koko pun telah hadir di acara pesta pernikahan Sandriza. Demikian juga Bagas telah datang di acara pesta pernikahan Sandriza itu. Acara pesta pernikahan itu baik keluarga besar Handoko maupun sanak saudara dari Sandriza telah hadir. Kebahagiaan terpancar dari wajah pasangan pengantin baru itu.


Ucapan selamat dari tamu- tamu yang menghadiri acara pesta pernikahan itu tidak henti- hentinya. Pasangan pengantin baru itu mulai terlihat letih seharian menjadi raja dan ratu di acara pesta tersebut. Sampai akhirnya, ketika waktu sudah mulai tengah malam, Handoko mengajak Sandriza masuk ke dalam dan meninggalkan pesta itu. Padahal masih ada beberapa tamu yang masih belum pulang atau meninggalkan acara pesta pernikahan itu.


Orang tua Handoko dan juga keluarga dari Sandriza mulai mengerti dan memahami. Karena jam sudah menunjukkan waktu dua belas malam, akhirnya pasangan pengantin baru itu melipir masuk ke kamar pengantin yang sudah siapkan oleh pihak panitia pernikahan. Handoko dan Sandriza mulai melepaskan pakaian pengantin terakhirnya. Mereka mulai membersihkan badannya yang serasa lengket karena mulai gerah.

__ADS_1


Handoko tersenyum manis menatap wanita yang dicintainya. Perasaan Handoko sangat lega, akhirnya bisa mempersunting Sandriza dan melepaskan masa lajangnya. Handoko dan Sandriza telah halal menjadi sepasang suami istri. Handoko dan Sandriza menjatuhkan tubuhnya di atas kasur empuk kamar hotel itu.


" Tidak mandi dulu, sayang?" tanya Handoko sambil mengusap lembut pipi Sandriza. Sandriza memejamkan matanya. Sandriza sangat ngantuk dan terasa lelah karena seharian ini selalu tersenyum manis pada tamu- tamunya yang mengucapkan selamat kepada mereka.


" Ngantuk!" sahut Sandriza sambil memejamkan matanya.


Akhirnya Handoko tidak berani mengganggu Sandriza lagi. Handoko pun juga sangat lelah menerima tamu dari kolega, keluarga maupun kawan- kawan dekat sewaktu sekolah maupun kawan ngopinya. Handoko dan Sandriza akhirnya sama- sama tidur di atas peraduan itu dan tidak memperdulikan malam pertama mereka.

__ADS_1


Sandriza malah memeluk Handoko. Lalu mengusap lembut dada bidang Handoko yang masih mengenakan kaos oblongnya berwarna putih. Handoko menyambut pelukan itu dan tetap dalam keadaan tidur.


" Capek banget yah? Sampai belum ingin bangun." pikir Sandriza.


Akhirnya Sandriza kembali tertidur lagi walaupun dalam keadaan lapar. Hingga matahari mulai tinggi akhirnya kedua pasangan pengantin baru itu mulai membuka matanya setelah Handoko membangunkan Sandriza dengan kecupan hangat di keningnya.


" Selamat siang!" ucap Handoko sambil terkekeh-kekeh.

__ADS_1


" Siang! Maaf capek banget! Jadi gak bisa bangun pagi. Apakah kamu mau kopi, mas?" tawar Sandriza masih dengan suara serak karena bangun tidur.


" Santai saja, sayang! Kalau masih lelah dan mengantuk, tidur lah kembali." kata Handoko. Sandriza tersenyum menatap wajah Handoko yang begitu tampan ketika dekat begitu.


__ADS_2