PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
PROSES CERAI


__ADS_3

Berita yang menghebohkan dan terpanas saat ini adalah perceraian antara Handoko dengan Sandriza. Sebagai publik figur, keduanya menjadi disorot oleh media. Kabar retaknya hubungan Sandriza dan Handoko selalu tidak berhenti diberitakan, baik di medsos, berita selebritis maupun majalah. Hal ini membuat Handoko semakin geram. Pasalnya Handoko masih berupaya untuk melakukan mediasi supaya perceraian dengan Sandriza itu terjadi. Walaupun kenyataan nya Mery benar-benar telah hamil, mengandung anak dari Handoko.


Kabar perceraian Sandriza itu tentu saja diketahui oleh tante Melinda dan Bagas. Setelah permasalahan itu mencuat, Bagas segera pulang ke tanah air dan menjemput Sandriza kembali ke rumahnya. Tante Melinda sudah tinggal bersama dengan Koko, suami nya sekarang. Sedangkan Fauzi, pun telah hidup berbahagia dengan Gisel, istri barunya.


Sandriza kini tinggal di rumah Bagas. Alasan Bagas, Sandriza butuh sahabat dan teman dekat.


Fatika? Tentu mengikuti kemana Sandriza pergi. Fatika lah yang saat ini menggantikan posisi Mery sebagai asisten pribadinya Sandriza. Walaupun Fatika sendiri orang nya Handoko. Namun dalam urusan seperti ini Handoko pun masih tetap bertanggungjawab atas diri Sandriza. Karena Handoko masih mencintai Sandriza. Hati kecil Handoko masih belum rela jika dirinya harus menceraikan Sandriza.


Saat ini, di ruang tengah rumah Bagas. Ada Handoko dan juga Bagas sedang berbicara serius akan kehidupan rumah tangga Handoko. Handoko meminta tolong kepada Bagas, supaya membantu dirinya untuk membujuk Sandriza agar mencabut gugatan perceraiannya. Namun Bagas sudah angkat tangan, tidak berani mengganggu keputusan Sandriza. Terlebih lagi wanita yang menjadi pelakor dalam kehidupan rumah tangga Handoko saat ini sedang hamil. Apakah ini artinya Handoko meminta supaya Sandriza mau menerima kalau Handoko menikah kembali dengan wanita lain dan membagi cinta nya pada istrinya. Tentu saja Bagas tidak menyukai itu. Poligami bagi Bagas akan merugikan adik angkatnya. Betapa perasaan adik angkatnya nanti akan semakin hancur dengan menekan segala rasa dan keinginan nya lantaran suaminya membagi perasaan nya dengan istrinya yang lain. Apalagi istrinya ini adalah wanita yang dulunya asisten pribadinya. Ini sungguh membuat kekecewaan hati dan sakit hati Sandriza.

__ADS_1


" Kamu terlalu jahat, Handoko! Lebih baik aku nikahi Sandriza dan akan ku jadikan istri aku." kata Bagas. Handoko segera menyahut.


" Tidak bisa! Sandriza adalah adik kamu, Bagas! Tolonglah jangan biarkan kami berpisah." kata Handoko.


" Memang benar Sandriza adalah adik aku. Tetapi hanyalah adik angkat. Tidak ada hubungan darah diantara kami. Jadi aku bisa menikahi Sandriza. Lagi pula selama ini aku sudah memberikan kamu kepercayaan itu. Kepercayaan untuk menjaga adikku dan membahagiakan Sandriza. Tapi kenyataan nya, kamu malah bersenang-senang dengan asisten pribadinya Sandriza sendiri." kata Bagas panjang lebar.


" Maaf, aku telah terperdaya oleh Mery." alasan Handoko. Bagas tertawa terbahak.


" Baiklah! Kalau begitu, ijinkan aku menemui Sandriza. Aku ingin berbicara sebentar saja dengan Sandriza." kata Handoko.

__ADS_1


" Untuk apa lagi? Sandriza sudah tidur di kamarnya. Jangan mengganggu nya kembali." ucap Bagas.


Namun tidak jauh dari keduanya berbincang-bincang secara serius di ruangan tengah. Sandriza berdiri di anak tangga. Sandriza mulai melangkah mendekati dua laki-laki dewasa itu. Keduanya menatap Sandriza dalam diam.


" Sandriza!" gumam Handoko dan Bagas bersamaan.


" Mas Bagas! Aku ingin nasi goreng yang pedas. Tapi mas Bagas yang memasaknya, yah." kata Sandriza seolah tidak ada kesedihan dan kemarahan di sana. Sandriza benar-benar sudah tidak menganggap Handoko ada di sana.


" Eh, ayo! Baik! Aku akan buatkan nasi goreng yang spesial untuk kamu. Ayo!" kata Bagas.

__ADS_1


" Aku akan temani mas Bagas masak." sahut Sandriza seraya melenggang menggandeng tangan Bagas. Bagas menjulurkan lidah nya ke arah Handoko. Handoko sesaat menahan dada nya yang sesak dalam gemuruh api kecemburuan yang hebat.


" Sandriza, aku ingin bicara!" teriak Handoko. Sandriza pura- pura tidak mendengarnya.


__ADS_2