PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
DIANTAR PULANG


__ADS_3

" Kita disini saja, yah!" kata laki-laki itu.


" Baiklah, aku mengerti!" sahutku sambil tersenyum.


" Panggil aku Zio!" kata laki-laki itu.


" Baiklah Zio! Bukankah tadi kita sudah berkenalan?" sahut Sandriza.


" Iya, aku tahu! Mana tahu kamu lupa nona Andri!" kata Zio.


Sandriza membulat matanya ketika laki-laki itu memanggilnya dengan Andri bukan Sandriza.


" Ada apa? Apakah aku salah sebut nama? Sandriza bisa dipanggil Driza dan juga Sandri. Tapi aku lebih menyukai memanggil kamu Andri saja." terang Zio.


" Terserah deh." sahut Sandriza.


*******


" Sudah beberapa jam Sandriza menunggu di tempat itu. Tante Melinda belum ada tanda- tanda mengajak pulang ke rumah.


" Kak Zio!" panggil aku sambil menengok ke kanan dan ke kiri.


" Iya Andri!" sahut Zio ramah.


" Lama sekali tante Melinda dan om Koko berbincang." kata Sandriza yang sudah sangat bosen ditempat itu.


" Tampaknya mereka sudah tidak di dalam deh!" terang Zio.


" Hah? Mereka kemana? Aku ditinggal." panik Sandriza.

__ADS_1


" Mungkin urusan orang dewasa. Kamu ingin kemana biar aku antar." kata Zio menenangkan.


" Aku ingin kembali pulang ke rumah saja. Tapi apakah tidak apa- apa yah, jika aku meninggalkan tante Melinda? Bukankah tante Melinda dengan om Koko." kata Sandriza minta pendapat.


" Aku rasa tidak apa- apa. Ayo, kalau mau pulang! Aku antar!" kata Zio sambil berdiri dari duduknya.


*******


Sesampainya di rumah milik tante Melinda, Sandriza turun dari mobil milik Zio.


" Terimakasih Zio!" kata Sandriza sambil turun dari mobil itu.


" Oke, aku nanti akan lebih sering menghubungi kamu." kata Zio.


" Untuk apa?" tanya Sandriza yang membulat matanya.


" Hanya sekedar mengingatkan kamu makan!" jawab Zio sambil tersenyum.


*******


Sandriza masuk ke pintu utama rumah itu. Betapa terkejutnya Sandriza tiba-tiba suara laki-laki bertanya kepadanya.


" Kok pulang sendiri? Mama mana Sandriza?" tanya Bagas anak pertama dari tante Melinda.


" Eh? Tante tadi masih ada urusan dengan kliennya, jadi aku pulang duluan." jawab Sandriza beralasan.


" Ini tidak biasanya! Mama tidak pernah pergi tanpa kamu setelah kamu menjadi pengawal pribadinya." ucap Bagas serius namun sedikit bercanda karena Sandriza di sebut sebagai pengawal pribadi tante Melinda.


" Kamu duduklah dulu!" tambah Bagas kepada Sandriza.

__ADS_1


Sandriza takut- takut jika Bagas bertanya kembali soal tante Melinda. Bagas ini tipe orang yang sangat kritis dan posesif juga terhadap mama nya. Sandriza diam menatap Bagas. Takut salah bicara saja.


" Aku tahu kamu menyembunyikan sesuatu. Ayo katakan!" kata Bagas lagi mengintrogasi Sandriza.


" Mas Bagas, tante Melinda masih ada pertemuan dengan klien nya. Aku sudah bosen di sana apalagi perut aku mules karena datang bulan. Jadi aku minta antar pulang saja." cerita Sandriza dengan kebohongan nya.


" Kamu diantar siapa? Kenapa tidak minta jemput Mas saja!" kata Bagas.


" Mas Bagas selalu sibuk kan? Jadi aku tadi niatnya mau pulang sendiri tapi ada relasi yang baik hati mengantar aku pulang ke rumah." cerita Sandriza.


" Laki-laki atau perempuan?" tanya Bagas.


" Laki-laki!" jawab Sandriza pelan.


" Modus!" sahut Bagas ketus. Sandriza malah cekikikan.


" Jangan bilang Mas Bagas cemburu loh!" sahut Sandriza meledek.


" Ais! Wanita krempeng macam kamu? Aku cemburu?" protes Bagas.


" Aku krempeng?" sahut Sandriza tidak Terima.


" Iya! Tidak ada seksinya gitu!" ucap Bagas.


" Tapi nyenengin kan? Dan bikin kangen Mas Bagas kan?" tuduh Sandriza.


" Males banget!" sahut Bagas sewot.


" Ya sudah, kalau males! Aku mau masuk kamar dulu mas!" kata Sandriza sambil beranjak dari tempat duduknya.

__ADS_1


Bagas menatap Sandriza sampai masuk ke dalam kamarnya. Tanpa sadar Bagas malah tersenyum sendiri.


__ADS_2