PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
KEMBALI BEREAKSI


__ADS_3

Setelah pernikahannya dengan Handoko, kehidupan Sandriza benar-benar sudah berubah. Sandriza menjadi istri seorang pengusaha muda yang sukses, matang dan memiliki power. Sandriza hidup mewah dan berkecukupan karena Handoko memberikan kehidupan yang layak dan mewah kepada istrinya itu. Sandriza masih menjalani dunia aktingnya. Mery masih setia menjadi asisten Sandriza.


Sandriza sudah diboyong oleh suaminya, Handoko di rumah pribadinya. Namun belum ada tanda- tanda Sandriza mengandung dari pernikahan nya bersama Handoko selama satu bulan ini. Sandriza masih beraktivitas sebagaimana biasanya menjalani dunia akting dan peran. Sandriza sudah ikut bergabung di dunia sinetron, setelah film perdana nya berhasil sukses menembus pasaran dan minat penonton untuk menyaksikan nya di studio atau bioskop- bioskop di kota besar. Sandriza sebagai pemeran utama di film perdana nya itu semakin melejit dan melambung namanya. Handoko ikut tersorot media sebagai suami dari Sandriza yang selama ini hanya dibelakang layar saja.


Walaupun kesibukan antara Handoko dan Sandriza sama- sama padat, namun kedua pasangan suami istri itu masih terlihat harmonis dan hangat jika sudah bertemu di rumah kediaman mereka. Sandriza tidak melupakan tugas dan kewajiban nya sebagai seorang istri. Walaupun asisten rumah tangga di rumahnya lebih dari tiga orang. Sandriza sesekali membuatkan minuman dan terkadang memasakkan masakan kesukaan suaminya, Hartono.


Isa? Isa saat ini sukses menjadi aktor di dunia akting itu. Isa sudah benar-benar melupakan Sandriza dan ikhlas melepaskan Sandriza menjadi kakak iparnya dan menjadi istri dari kakaknya. Isa saat ini berusaha membuka hatinya pada wanita lain di lingkungan nya. Kabarnya Isa saat ini sudah menjalin hubungan dengan sesama artis. Isa menjalin hubungan karena cinta lokasi ketika memerankan sinetron. Handoko dan Sandriza yang mengetahui kabar itu hanya ikut senang.


******


Seperti saat ini setelah seharian berkutat dengan kerjaan dan rutinitasnya, Handoko dan Sandriza sedang duduk bersantai di taman mini belakang rumahnya. Sedangkan Mery sudah masuk ke kamarnya. Handoko meletakkan kepalanya di atas pangkuan Sandriza. Handoko sesaat ingin menikmati kemanjaan bersama istri tercintanya.

__ADS_1


" Bagaimana syuting hari ini, yank?" tanya Handoko sambil mendongak kepalanya melihat Sandriza.


" Lancar- lancar saja tidak ada kendala. Masing-masing pemeran semuanya kompak dengan tugas-tugas nya masing-masing dan tidak merasa menjadi senior atau merasa tinggi kedudukan nya." ucap Sandriza. Handoko tersenyum.


" Bagaimana dengan kerjaan kamu, mas Han?" tanya Sandriza. Handoko mendongak ke arah Sandriza.


"Syukurlah tidak ada kendala dan semakin meningkat data statistik keuntungan nya. Ini bicara soal perusahaan keluarga Barata yah. Kalau di rumah industri, selalu membuat inovasi-inovasi baru dan membuat daya tarik penonton di dunia hiburan." jelas Handoko. Sandriza manggut-manggut tanda mengerti.


"Apakah kamu sudah sangat menginginkan anak itu?" tanya Sandriza.


" Benar! Apakah kamu sudah siap jika menjadi seorang ibu, sayang?" sahut Handoko. Sandriza tersenyum lalu mengangguk pelan.

__ADS_1


" Kalau begitu kita harus bekerja keras malam ini untuk membuatnya kembali. Oke?" kata Handoko sambil memainkan matanya dengan nakal. Sandriza tersenyum malu- malu.


" Betapa kamu selalu bersemangat jika mengenai hal itu, mas Han!" sahut Sandriza.


" Tentu saja, sayang! Semoga kerja keras kita nanti malam bisa membuahkan janin yang kuat. Aku sudah tidak sabaran untuk mendengar anakku memanggilku dengan sebutan dady." kata Handoko dengan senyum genitnya.


" Dady, sayang!" sebut Sandriza menggoda. Handoko meraih dagu Sandriza lalu mendekatkan bibirnya hingga bibirnya menempel dibibir Sandriza yang dingin.


" Manis dan lembut!" ucap Handoko. Sandriza tersenyum dan menatap Handoko dengan mata yang redup.


" Kita mulai sekarang yuk!" ajak Handoko. Lalu dengan cepat mengangkat tubuh Sandriza menuju peraduan kamar utama mereka.

__ADS_1


__ADS_2