PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
MENDADAK ARTIS


__ADS_3

Sandriza benar-benar lolos audisi. Kini Sandriza sudah memulai mempelajari naskah dari film yanga akan dimainkan nya. Persiapan- persiapan sudah mulai Sandriza siapkan dengan matang. Tentu saja peran Handoko lah yang paling di depan bagi Sandriza untuk memulai dunia hiburan itu. Handoko yang berkecimpung di rumah produksi memang ikut andil dalam menaikan beberapa artis pendatang baru bisa cepat melejit dan mendadak bisa menjadi artis papan atas.


Keikutsertaan Sandriza ketika memerankan tokoh Pelakor di pementasan teater itu sudah mulai dilirik oleh produser maupun management artis. Sutradara maupun orang-orang yang menggeluti dunia akting sangat tertarik dengan gaya, ciri khas maupun kemampuan akting Sandriza yang dinilai di atas rata- rata. Sandriza menguasai seni peran dan sangat menjiwai setiap peran yang ia lakoni nya. Sehingga Handoko pun ketika merekomendasikan Sandriza penuh percaya diri dan yakin kalau Sandriza akan mampu menjadi artis yang mumpuni.


Saat ini Handoko menjadi mengesampingkan dirinya yang memimpin rumah produksi nya. Handoko malah saat ini fokus mendampingi Sandriza di awal- awal memulai aktingnya. Setelah Handoko menemukan asisten yang dipercaya untuk mendampingi Sandriza, Handoko akan sedikit lega melepaskan Sandriza di dunia aktingnya dan memberikan kebebasan Sandriza sibuk di dunia peran.


Setelah urusannya beres, kini Handoko mengajak Sandriza pergi ke rumah produksi milik Handoko. Disini Handoko lah yang memimpin perusahaan yang di bidang hiburan tersebut. Di ruang kerja, Handoko mulai memikirkan siapa setelah ini yang akan mendampingi Sandriza sebagai asisten pribadinya.

__ADS_1


Di depannya Handoko ada Mery yang sudah duduk di depan nya. Mery lah yang akan menjadi asisten pribadi Sandriza. Sandriza yang masih baru terjun di dunia hiburan hanya menurut apa kata Handoko. Bagi Sandriza, Handoko akan memikirkan yang terbaik untuk dirinya.


" Mery, Ini Sandriza! Mulai besok kamu mendampingi Sandriza yah! Aku mempercayakan semuanya kepadamu." ucap Handoko akhirnya. Mery hanya tersenyum sambil mengulurkan tangannya ke Sandriza. Sandriza harus mulai membiasakan dirinya bersama dengan Mery kedepannya.


" Kamu boleh pulang kalau hari ini masih ada kegiatan yang lain karena hari ini Sandriza masih aku ajak jalan bersama aku." ucap Handoko lagi. Mery akhirnya pamit dan mengucapkan terimakasih kepada Handoko dan juga Sandriza. Mery keluar dari ruangan itu. Kini tinggal Sandriza bersama dengan Handoko.


" Apakah kamu menyukai Mery, Sandriza?" tanya Handoko.

__ADS_1


" Aneh- aneh gimana?" tanya Handoko.


" Aneh- aneh maksudnya dia tidak akan mengajari atau menjerumuskan aku yang tidak- tidak." jawab Sandriza. Handoko tersenyum.


" Semoga saja! " sahut Handoko. Kini Handoko mulai menarik tangan Sandriza keluar dari ruangan nya.


" Kita mau kemana?" tanya Sandriza. Handoko diam dan cuek saja. Handoko kalau di tempat kerjanya, selalu menunjukkan gayanya yang berwibawa. Handoko dipandang oleh anak buahnya pribadi yang tegas, namun cuek dah terkesan sombongnya. Sebagai pimpinan disitu, Handoko selalu menjaga imej nya.

__ADS_1


" Ke rumah tante Melinda" jawab Handoko. Sandriza diam tidak protes lagi.


" Mungkin ada barang- barang kamu yang masih belum kebawa di rumah itu. Sekalian kamu berpamitan lah dengan tante Melinda kembali dan ucapkan terimakasih karena selama Ini, mereka semua telah menampung dan melindungi kamu, apalagi Bagas. Ini supaya lebih sopan bukan?" kata Handoko. Sandriza membenarkan apa yang dikatakan oleh Handoko.


__ADS_2