PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
LATIHAN 2


__ADS_3

Hari berikutnya dilewati oleh semua anak-anak sanggar untuk berlatih lebih serius. Sekarang anak-anak berlatih di atas panggung sudah tidak membawa kertas atau skrip dialog dari percakapan cerita yang dipertunjukkan. Semua nya sudah hafal dengan dialog masing-masing tinggal mematangkan dan penjiwaan peran dari tokoh yang ditentukan.


Isa dan juga Sandriza seperti benar-benar pasangan kekasih yang terlarang itu. Keduanya mulai dapat Kemistrinya. Penjiwaan dari keduanya bisa di acungi jempol. Saat latihan mereka berdua terlihat sangat profesional dan menghilang kecanggungan. Hubungan cinta yang terlarang itulah yang diangkat dalam cerita pertunjukan teater beberapa bulan lagi.


Malam ini ada orang penting dari stasiun televisi dan juga management artist serta produser diam- diam menyaksikan latihan yang masih dibilang sangat mentah itu. Namun ketika mereka melihat adegan saat Sandriza dan Isa sedang berlatih memerankan tokoh itu, semua mata menjadi tidak berkedip. Mereka seperti terbawa dalam alur cerita dan penjiwaan yang di akting kan oleh Isa dan Sandriza.


Kedatangan mereka, orang penting itu memang mencari bibit- bibit atau bakat baru di dunia akting. Tentu saja, Isa mengetahui kedatangan mereka. Namun hal itu tidak Isa sampaikan kepada anak-anak, takutnya mereka malah grogi dan menjadi tidak fokus untuk latihan.


Seperti saat ini percakapan seorang produser dengan management artis. Produser yang masih terbilang sangat muda di dunia bisnis hiburan dia bernama Handoko Gunawan.


" Jangan lupa, wanita itu bisa kamu bungkus setelah usai pertunjukan teater nanti. Selain Isa, memang adik aku itu tidak diragukan lagi bakat aktingnya. Isa adikku memang dari dulu bidang inilah yang ia sukai dibandingkan harus mengurus usaha keluarga." kata Handoko kepada manajemen artis itu yang bernama Mery.


" Baik abang! Memang wanita itu memiliki aura artis yang sudah bersinar terang. Wajah, body dan juga bakat semua mendukung. Saya dalam hal ini pasti akan bilang, yes. Ini tidak akan mempermalukan management artis jika dia direkomendasikan dan menjadi populer." kata Mery dengan penilaian nya.

__ADS_1


" Tentu saja! Aku tidak akan salah memandang dan memprediksi kesuksesan dan ketenaran seseorang yang akan melejit menjadi artis. Apalagi ada kekuatan dan campur tangan dari aku." kata Handoko dengan tersenyum.


Acara latihan sesaat diistirahatkan oleh Isa. Isa kini mendekati orang-orang penting itu.


" Halo abang!" sapa Isa tersenyum dan dengan akrab nya duduk dekat Handoko.


" Kamu bau keringat dik! Agak jauhlah dari aku!" sahut Handoko yang memang super suka kebersihan dan paling benci kotor.


" Lumayan! Aku menyukainya. Bisa dibungkus." ucap Handoko sambil mencari sosok Sandriza yang ternyata duduk bergabung dengan anak-anak teater yang lain.


" Dibungkus dengan karet dua?" sahut Isa dengan terkekeh.


" Oh iya bang, mau aku bawa anaknya kemari? Kenalan dengan abang?" ucap Isa.

__ADS_1


" Tidak perlu! Masih banyak waktu. Nanti biar dia yang datang sendiri ke aku kalau hendak menjadi artis." kata Handoko sambil tersenyum.


" Bang? Dia sudah menjadi target aku, loh bang! Abang jangan coba- coba merebutnya dari aku?" sahut Isa khawatir.


" Hah? Jangan larang abang mu ini dik! Kita harus berkompetisi dong, kalau hendak mengambil hati wanita itu." ucap Handoko tidak mau mengalah.


" Yah abang! Kalau begini aku menjadi menyesal memberitahukan dia ke abang dari awal." kata Isa benar-benar khawatir. Handoko terkekeh melihat adiknya ketakutan jika Handoko juga hendak berminat mendekati Sandriza.


" Abang kembali dulu yah! Kapan latihan kembali? Abang akan lebih intens datang kemari. Pertunjukan teater nanti harus benar-benar meriah dan spektakuler." kata Handoko penuh dengan gagasan dan rencananya.


" Dua hari lagi, bang!" sahut Isa akhirnya.


Handoko dan orang-orang nya keluar meninggalkan ruangan sanggar itu.

__ADS_1


__ADS_2