PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
AMARAH SANDRIZA


__ADS_3

Sandriza bergegas menuju ke apartemen nya. Setelah dirinya mendapatkan informasi yang mengharuskan dirinya untuk memastikan dan membuktikan kebenaran itu. Benar! Mery sudah nekat mengirim beberapa foto dirinya dengan Fauzi dalam keadaan yang tidak pantas. Tentu saja hal itu diambil Mery, dalam keadaan Handoko tidak mengetahui nya. Mery telah merekam dan mengabadikan fotonya dengan Fauzi dalam pose tidak senonoh.


Berapa murkanya Sandriza melihat foto- foto yang dikirim dari nomor Mery yang baru. Di tambah dengan video dengan sangat vulgar ketika Handoko memainkan senjata nya dengan penuh liar terhadap Mery. Mery ingin menunjukkan bahwasanya Handoko melakukan semuanya itu penuh semangat dan tanpa paksa.


Semalaman Handoko tidak kembali ke rumah. Rumah dimana Sandriza tinggal di kediaman keluarga Barata. Semalaman Sandriza tidak bisa tidur kerena merasakan resah dan gelisah. Pada akhirnya Sandriza begadang sampai pagi bersama Isa, adik dari Handoko.


Sandriza sudah siap dengan apa yang akan dia saksikan. Ini masih sangat pagi untuk menyaksikan peristiwa atau pemandangan yang mungkin saja dirinya tidak akan sanggup berdiri. Sandriza sendiri mendatangi apartemen itu. Masalah ini masih hanya dirinya saja yang mengetahui. Tidak dengan Isa, adik Handoko. Sandriza ingin menuntaskan masalah ini jika benar-benar apa yang dikirim Mery itu adalah kebenarannya.

__ADS_1


Sandriza sudah berdiri di depan pintu apartemen nya. Pintu utama itu bahkan sengaja sedikit dibuka oleh penghuni nya. Yang kata Mery, dia sudah menempati apartemen nya setelah Sandriza berada di luar negeri. Itu artinya sudah hampir satu bulan yang lalu, Mery dengan Handoko lebih intens berjumpa dan melewatkan malam panjang bersama.


Sandriza melangkah pelan dan masuk ke dalam. Suasana masih sepi. Mungkin penghuninya masih tertidur di dalam kamar. Beberapa pakaian sudah tercecer dari pintu masuk sampai menuju ke kamar. Ini seperti disengaja supaya Sandriza bisa melihat, betapa ganas dan liarnya Handoko memainkan Mery.


Sandriza mulai mencari dimana sosok yang membuatnya saat ini seperti berhenti bernafas. Betapa irama jantung nya terasa meledak ledak karena sangat terkejut dengan perbuatan suaminya. Handoko, suami yang sangat romantis dan bahkan membuat dirinya seperti seorang tuan putri. Apakah semuanya benar? Apa yang dikatakan Mery, asistennya dulu. Handoko telah bermain api dengan dirinya. Mereka menjalin hubungan terlarang?


Sandriza terkejut bukan kepalang. Bahkan pintu kamar itupun sengaja tidak dikunci mereka. Mungkin ini sengaja Mery lakukan untuk merebut Handoko dari dirinya.

__ADS_1


" Ya Tuhan!" gumam Sandriza seraya mengusap bagian jantung nya yang saat ini berderu semakin kencang. Kedua kakinya tiba-tiba lemas tidak bertenaga. Namun Sandriza bertekad harus kuat jika benar semua yang dilihatnya adalah kenyataan.


Handoko dan juga Mery masih tertidur dalam posisi saling mendekap. Terlihat kedua nya bagian atas tampak terbuka tanpa busana.


" Mas Handoko! Tega sekali kamu mas!" ucap pelan Sandriza. Seketika kristal bening di matanya jatuh. Dengan cepat Sandriza mengusap nya. Dia harus kuat. Sandriza tidak mau terlihat lemah dihadapan laki-laki dan wanita yang telah membuatnya kecewa dan sakit hati. Mery yang sudah Sandriza anggap sebagai sahabat. Dari awal menjadi asisten nya Mery sangat perhatian dan peduli dengan dirinya. Handoko, suami yang begitu romantis dan hangat itu pun telah tega mengkhianati dirinya.


Sampai beberapa saat, Sandriza berteriak keras. Membangun kan keduanya.

__ADS_1


" Bad jingan nnnn!!! Bangun kalian!!!" teriak Sandriza. Handoko terperanjat akan suara keras Sandriza.


__ADS_2