PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
MIMPI INDAH


__ADS_3

Sandriza menjatuhkan tubuhnya di kasurnya. Seharian ini terasa melelahkan bagi Sandriza dari berangkat ke kantor, lalu shopping di ajak Mas Bagas setelah itu latihan. Ditambah lagi dengan kepikiran Isa yang meminta supaya dirinya menjadi pacarnya. Namun Sandriza menolaknya. Ini membuat Sandriza merasa tidak enak dan bersalah. Setelah ini, mungkin esok nanti hubungan dirinya dengan Isa akan menjadi kaku karena dirinya telah menolak cinta nya Isa.


Ketukan pintu kamarnya membuyarkan kegelisahan Sandriza. Mas Bagas masuk setelah dirinya membukakan pintu kamarnya.


" Kamu kenapa, Sandriza?" tanya Bagas lalu menghempaskan tubuhnya ke kasur kamar Sandriza. Sandriza menutupi wajahnya dengan bantalnya.


" Hai, kenapa?" tanya Bagas lagi sambil menarik bantal yang menutupi wajah Sandriza.


" Tidak apa- apa kok, mas! Ngantuk aja, seharian kan aktivitas padat." jawab Sandriza kini memejamkan matanya.


" Ya sudahlah! Istirahat lah, aku tidak akan menggangu lagi." kata Bagas lalu turun dari kasur kamar Sandriza.

__ADS_1


" Eh, iya! Belanjaannya sudah dibawa masuk oleh Bibi kan?" tanya Bagas sambil mencari- cari tas hasil shoping tadi bersama Sandriza. Bagas tersenyum, melihat tas- tas belanjaan milik Sandriza sudah diletakkan di dalam kamar Sandriza tetapi belum dibuka oleh Sandriza.


" Selamat tidur, Sandriza! Selamat mimpi indah yah!" kata Bagas sambil menutup pintu kamar Sandriza dan meninggalkan Sandriza sendiri di kamarnya.


" Ada apa dengan anak itu? Apakah sedang ada masalah atau memang benar-benar capek karena seharian beraktivitas." pikir Bagas. Lalu menarik nafas dalam- dalam.


Sandriza kini mulai mencoba tidur dan berusaha mengistirahatkan matanya dan pikirannya. Hari ini hari yang menguras emosi bagi nya.


******


Ketika Handoko mulai mengobrak-abrik kepemilikan Sandriza dan membuat Sandriza melayang dan meracau menyuarakan de Sa han, ke luhan, yang membuat Handoko semakin bersemangat menuntut gerakan yang lebih dan lebih. Kini gerakan nya semakin lama semakin cepat hingga Sandriza semakin menggigit bibir bawahnya karena menahan sensasinya. Sandriza membusungkan da da nya merasakan gerakan itu kian mengguncangkan bi ra Hi nya. Semuanya berhenti ketika mereka berdua sama- sama dalam puncak nikmatnya. Sandriza berteriak dan memanggil nama Handoko.

__ADS_1


" Mas Handoko!" teriak Sandriza lalu dia terperanjat dalam tidur nya. Ternyata dirinya mengalami mimpi indah namun seperti benar-benar Sandriza telah melaksanakan nya bersama Handoko.


" Gila! Kenapa aku bisa bermimpi seperti ini dengan mas Handoko? Ada apa dengan aku?" pikir Sandriza yang merasakan peluh keringat keluar dari dahinya. Dan dering di ponselnya memberontak dan sangat berisik minta diangkat. Satu nama dari seorang pria yang baru- baru ini Sandriza kenal dan dia pun juga baru mendekati nya.


" Halo, mas!" sapa Sandriza dengan suara khas bangun tidur padahal jam masih menunjukkan setengah dua belas malam.


" Kamu sudah tidur?" tanya laki-laki itu tidak lain adalah Handoko. Laki-laki yang baru saja ada dalam mimpi nya dan telah bermain dan ber cinta dengan dirinya.


" Sudah! Namun ini tiba-tiba aku terbangun." jawab Sandriza melalui ponselnya.


" Maaf, aku mengganggu tidur kamu yah?" kata Handoko akhirnya meminta maaf karena telah membangunkan Sandriza.

__ADS_1


" Tidak apa- apa, mas! Ada apa mas, tumben malam- malam sekali menghubungi aku." sahut Sandriza.


" Kangen kamu." kata Handoko. Jawaban yang membuat Sandriza seketika merasakan jantung nya berdetak semakin kencang. Sandriza diam lalu memutuskan panggilan suara masuk di ponselnya tanpa kata- kata.


__ADS_2