PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
KEMBALI BERAKTIVITAS


__ADS_3

Kembali di kamar utama sepasang pengantin baru itu. Sandriza dan juga Handoko sama-sama sudah mandi dan bersiap- siap dengan aktivitas nya. Handoko hari ini kembali menjalankan rutinitas nya di kantor nya. Kini dia sudah menjadi laki-laki yang memiliki istri dan punya tanggung jawab untuk memberikan nafkah lahir maupun batinnya. Handoko tidak lagi laki-laki lajang yang masih bebas dengan pergaulan dan kebebasan nya. Kini Handoko ketika kembali pulang ke rumahnya ada semangat untuk kembali di istananya karena di sana ada istrinya yang menanti nya pulang.


Sandriza hari ini sudah mulai mengambil kerjaan baru lagi setelah menyelesaikan kontrak nya untuk memerankan tokoh utama di film garapan Joan. Hari ini, Sandriza ditemani oleh Mery menjumpai produser dan sutradara film untuk kontrak kerja sama dalam garapan film terbaru lagi. Kali ini bukan Joan atau dari produser film yang sama dengan yang lain, melainkan berbeda rumah industri.


" Mas Han, hari ini ada ketemuan dengan produser dan sutradara film. Kontrak kerja baru yang harus aku tandatangani, mas! Menurut informasi, cerita yang diangkat adalah cerita edukasi. Di sana mungkin aku akan memerankan tokoh sebagai guru yang mengajar di daerah pelosok. Jadi, mas Han jangan khawatir kalau ada adegan dewasa." jelas Sandriza. Handoko tersendiri lalu memeluk pinggang istrinya.


" Mulai sekarang, kamu tidak boleh mengambil kerjasama untuk memerankan tokoh yang cerita nya ada adegan ciuman dan pelukan seperti ini." kata Handoko sambil memeluk dan lalu mencium leher jenjang milik Sandriza yang menantang. Sandriza berusaha menjaga jaraknya supaya Handoko tidak lagi kebablasan.


" Demi suami aku tercinta, sekarang aku tidak akan mengambil peran seperti itu." sahut Sandriza. Handoko tersenyum sambil tetap mengeratkan pelukan nya.

__ADS_1


" Mas Han! Ayo kita berangkat, aku takut mereka telah menunggu aku di tempat yang dijanjikan." kata Sandriza.


" Baiklah! Aku akan menantikan kamu datang ke kantor yah, sayang! Kita makan siang di kantor, ruang kerja aku." ucap Handoko. Sandriza mulai melangkah keluar kamar utama mereka setelah menyetujui kalau nanti siang dirinya akan datang ke kantor suaminya.


Di luar ruangan itu, Mery sudah siap menunggu Sandriza.


" Mery, titip istriku! Jangan sampai dia di dekati oleh produser atau sutradara film itu." kata Handoko. Sandriza membuat matanya.


" Tentu dong, sayang! Pekerjaan kamu membuat jantung aku setiap waktu merasakan detak yang tidak menentu, apalagi ketika kamu dikelilingi oleh laki-laki tampan dan biasanya juga playboy itu." ucap Handoko. Mery dan Sandriza spontan terkekeh-kekeh.

__ADS_1


" Memangnya aku juga tidak mengkhawatirkan kamu, mas Han? Kamu selalu dirayu artis, model, di rumah produksi." sahut Sandriza. Handoko pun terkekeh juga.


" Yang terpenting aku tidak akan tergoda dan kuat akan rayuan mereka. Hanya kamu wanita yang bisa menaklukan aku, Sandriza. Jika tidak, aku masih akan tetap melajang sampai sekarang." kata Handoko beralasan.


" Ayo, Mery! Kita berangkat!" ajak Sandriza. Handoko ku juga melangkah menuju mobilnya. Mereka masuk ke mobilnya masing-masing menuju tujuan yang berbeda.


" Bye, sayang! Hati-hati ya!" ucap Handoko smabul mengecup kening Sandriza. Mery mulai menjalankan mobil itu setelah Sandriza masuk dan duduk di mobilnya.


" Sandriza, ke hotel A yah?" tanya Mery.

__ADS_1


" Iya, Mr Viktor dan Om Mario sudah menunggu kita di ruang loby hotel." sahut Sandriza. Mery mengangguk mengerti.


__ADS_2