PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
LICIKNYA LAUREN


__ADS_3

Sementara di tempat lain, seorang wanita sudah tidak berdaya karena pengaruh obat yang disuntikkan ke dalam tubuhnya. Sedangkan dua wanita yang lainnya yang masih berada di tempat itu sedang merencanakan sesuatu dengan siasat liciknya. Kedua wanita itu adalah Lauren dan Laila. Lauren terlihat menghubungi seseorang dengan senyuman puas di wajahnya.


" Bagaimana Lauren?" tanya Laila.


" Semuanya beres! Laki-laki itu akan segera tiba ke tempat ini. M@mpus kamu Sandriza! Sebentar lagi karir kamu di dunia akting akan tenggelam." kata Lauren. Laila ikut tertawa puas mendengar nya.


" Apakah segala sesuatunya sudah kamu persiapkan? Kamera dan lain sebagainya di kamar itu?" tanya Laila.


" Hal sekecil itu tentu saja sudah aku persiapkan. Temanku tadi sudah memasang kamera yang tersembunyi di kamar itu. Jadi ketika Sandriza dengan liarnya bermain dengan Mr X, kita memiliki kartu As itu. Sebelum video dan foto- foto Sandriza akan kita sebar luaskan, kita ancam dan peras Sandriza." kata Lauren.


" Apa yang kamu inginkan dari Sandriza setelah kehancuran karier nya?" tanya Laila penasaran. Laila hanya menginginkan Sandriza tersingkir dari dunia akting itu karena bagi Laila, Sandriza telah merebut posisi nya selama ini.

__ADS_1


" Aku hanya ingin Handoko, suami nya." kata Lauren. Laila mengernyit dahinya.


" Tapi si si@lan Mery telah lebih dulu membuat Handoko mainan nya. Awas saja, setelah ini aku akan membuat perhitungan dengan Mery." kata Lauren.


" Tapi bukannya kamu juga memanfaatkan Mery dengan uangnya? Kamu telah memerasnya juga?" tuduh Laila.


" Hah, sebenarnya tanpa bekerjasama dengan Mery pun aku bisa melakukan ini. Namun dengan begitu aku bisa mendapatkan keuntungan besar dari menghancurkan Sandriza. Bukankah kamu juga ikut menikmati setelah tersingkir nya Sandriza ini?" kata Lauren.


" Oke, oh iya Laila! Kamu bisa menghubungi Mr Viktor supaya bisa menggiring nya kemari. Tujuannya supaya Mr Viktor melihat kelakuan Sandriza yang telah berkencan dengan laki-laki asing di sini." ucap Lauren. Laila mulai berpikir dari saran Lauren.


"Tujuannya apa menggiring Mr Viktor ke hotel ini?" tanya Laila.

__ADS_1


" Bodoh! Bukankah kamu tahu jika Mr Viktor juga menyukai Sandriza. Jika saja Sandriza belum menikah, tentu saja Mr Viktor lebih agresif dan nekat mendekati Sandriza." kata Lauren.


" Dari mana kamu tahu kalau Mr Viktor menyukai Sandriza?" tanya Laila. Seketika Lauren mendengus kesal.


" Tidak perlu membahas itu. Percaya dengan aku. Kau tahu gelagatnya jika laki-laki itu sebenarnya mengincar Sandriza. Namun karena Sandriza sudah bersuami dan Sandriza sendiri tipe wanita yang setia dan tidak mudah digoda, Mr Viktor diam- diam menyukainya saja. Jadi hubungi Mr Viktor supaya bisa kemari menjumpai kamu di sini." kata Lauren.


" Aku? Lalu aku harus ngapain?" tanya Laila dengan bodohnya.


" Bikinlah alibi kalau kamu tiba-tiba sakit atau apalah supaya Mr Viktor bisa menjumpai kamu di sini." kata Lauren.


" Kamu lah yang lebih bodoh dibandingkan aku! Mr Viktor tidak semudah itu dibohongi dan di rayu. Aku tidak akan melakukan kebodohan itu. Lebih baik setelah kita mendapatkan video dan juga foto milik Sandriza di dalam kamar itu, barulah aku akan menunjukkan nya pada Mr Viktor. Dengan begitu, Mr Viktor akan menilai Sandriza adalah aktris murahan yang masih mau menjajakan dirinya demi materi dan kebutuhan mewahnya." kata Laila. Lauren sejenak diam mendengar ide dari kepala Laila.

__ADS_1


" Terserah kamu saja! Oh iya, Mr X sudah di depan! Ayo kita bergegas ke sana lalu meninggalkan tempat ini." kata Lauren. Laila mengikuti langkah Lauren yang meninggalkan kamar hotel itu dimana Sandriza masih tergeletak dengan pakaian terbuka dan seksi serta menantang di atas peraduan yang lebar dan mewah itu.


__ADS_2