PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
PASANGAN DEWASA


__ADS_3

Flasback on...


Di tempat yang berbeda ketika siang hari.


Gisel mencoba menghubungi Fauzi, akan tetapi kontaknya telah diblokir oleh Fauzi. Laki-laki yang berkepala empat itu benar-benar memutus hubungan nya dengan Gisel. Gisel tidak diberi ruang untuk bisa menghubungi dirinya.


"Fauzi! Kamu ini benar-benar deh!" kata Gisel yang masih di dalam kamarnya itu menjadi uring- uringan karena sudah beberapa hari ini dirinya tidak bisa mengetahui kabar dari Fauzi.


" Sepertinya aku harus ke kantor Fauzi saja deh!" pikir Gisel sambil merapikan rambut dan juga make-up nya.


Gisel mulai berganti pakaian. Kali ini sesuai karakter nya, Gisel mengenakan rok span dengan kemeja putih yang berenda. Gisel terlihat menawan dengan penampilan bak seorang sekretaris yang terkesan seksi dan menggoda.


Gisel mulai mengambil tas kecilnya dengan warna putih. Wanita yang sudah beristri dan masih muda belia itu akhirnya keluar dari rumah kediamannya itu. Gisel mulai masuk ke dalam mobilnya dan mulai meninggalkan halaman rumahnya itu setelah penjaga rumahnya membuka gerbang rumah itu.


Gisel seperti blingsatan ketika sehari itu tidak bisa mendengar atau mengetahui kabar dari Fauzi. Baginya ini terasa menyakitkan dan membuat da da nya menjadi sesak dan sulit bernafas. Memang suami Gisel masih berada di luar kota. Baskoro masih mengurus bisnis di luar kota dari anak cabang perusahaan nya.


" Fauzi! Aku ingin lihat! Apakah kamu masih bisa menghindari aku ketika aku datang menggoda kamu." pikir Gisel dengan otak yang liar sambil tersenyum.


Sesampainya di kantor tepatnya di perusahaan milik Fauzi tersebut, Gisel langsung berjalan menuju ruangan kerja Fauzi. Satpam dan juga sekretaris pribadi Fauzi sudah menahannya namun Gisel tetap saja menerobos masuk ke dalam ruangan milik Fauzi. Keributan mulai terjadi hingga.


" Maaf Pak! Nyonya ini langsung menerobos masuk tanpa mengindahkan kami yang sedang minta ijin kepada bapak terlebih dahulu." kata sekretaris pribadi Pak Fauzi.


Gisel tetap saja bersikap cuek dan duduk tenang di kursi sofa panjang ruangan kerja Fauzi.


" Ya sudahlah! Kamu bisa keluar dan bekerja kembali." kata Fauzi yang masih tenang di kursi kerjanya.


" Baik Pak! Saya permisi!" kata sekretaris pribadi Fauzi yang terlihat kampungan penampilan nya. Sebenarnya wanita itu sangat cantik namun penampilan nya tidak modis dan. berpakaian super kedodoran. Ditambah kacamata yang dikenakan super tebal menambah kesan kalau sekretaris Pak Fauzi ini memang dari kampung yang mengandalkan otaknya untuk bekerja dan bukan dari kecantikan serta penampilan saja.


" Sebentar! Tolong pesankan satu cangkir kopi cappucino dan juz strawberry beserta makanan ringan. " perintah Fauzi kepada sekretaris itu.


" Baik pak!" sahut sekretaris itu.


Fauzi masih sibuk dengan kerjaan nya. Dia masih cuek dan membiarkan Gisel duduk di sofa itu. Sampai hampir setengah jam dan pesanan minuman dan makanan ringan itu datang ke ruang kerjanya. Setelah itu baru Fauzi mengunci ruangan nya dan duduk mendekati Gisel yang masih berdiam di kursi sofa.


" Bukankah aku sudah bilang! Kita harus belajar menjauh dan tidak berhubungan lagi. Kenapa kamu kesini?" ucap Fauzi sambil menyalakan batang rokoknya dan menyeruput kopi panasnya. Jus strawberry nya ia sodorkan ke depan Gisel. Gisel meminumnya pelan.


" Fauzi! Aku belum bisa kalau harus menjauhi kamu. Apakah kamu sudah bisa? Apakah kamu tidak sedikitpun merasakan rindu itu?" tanya Gisel sambil mengelus paha Fauzi hingga ke ujung pangkal nya. Fauzi tersenyum melihat kenakalan Gisel.

__ADS_1


" Tapi memang harus aku tahan! Karena kita tidak bisa terus menerus seperti ini. Apakah sampai ketahuan suami kamu Baskoro?" ucap Fauzi dan Gisel tidak peduli malah memepet ke Fauzi. Gisel mulai duduk di atas pangkuan Fauzi saling berhadapan dan beradu mata. Gisel tidak mengulur waktu langsung agresif memulai lebih dahulu meraup wajah Fauzi. Fauzi sudah menderu nafasnya. Suaranya sudah berat dan tidak bisa menepis kembali godaan dari Gisel. Tidak bisa dielakkan kembali dua orang dewasa lawan jenis itu melaksanakannya kembali di ruangan kerja itu disiang bolong ketika matahari tepat dia atas kepala.


Gisel begitu bahagia, Fauzi tidak menolak dirinya. Fauzi membimbing Gisel masuk ke kamar tempat istirahat di ruang kerjanya itu. Di sanalah permainan itu mereka lakukan penuh gejolak dan semangat.


" Aku gak mau putus dengan kamu, sayang!" kata Gisel dengan suara merengek.


" Iyaa!" sahut Fauzi dengan suara yang berat.


*******


Sementara di luar sana. Suami Gisel, Baskoro saat ini sedang berada di ruangan nya. Sekretaris Baskoro dengan setia selalu menemani Baskoro hingga larut petang.


" Masih belum selesai juga, Yank?" tanya sekretaris Baskoro dengan suara menggoda.


" Sedikit lagi!" sahut Baskoro.


" Aku pesankan makanan untuk kita yah?" kata wanita yang berpakaian terbuka itu.


" Tidak usah! Kita makan di luar saja setelah ini. Ini sudah selesai kok." kata Baskoro sambil membereskan berkas- berkas yang ada di atas mejanya.


Wanita itu tersenyum dan mulai mendekati Baskoro dan bergelayut manja. Tangannya dilingkarkan di leher Baskoro. Wanita itu mulai agresif menciumi Baskoro.


" Fifi! Sudah cukup! Ayo kita meninggalkan ruangan ini?" ajak Baskoro.


" Baiklah!" sahut Fifi sambil menggandeng Baskoro keluar dari ruangan itu.


" Ke tempat biasanya saja yah!" ajak Baskoro.


" Heem!" sahut Fifi dengan manja.


Mobil mewah itu membawa mereka berdua ke suatu tempat makan. Baskoro dan Fifi mulai menyantap makanan yang sudah tersaji itu. Terlihat Baskoro telah menghubungi Gisel, istrinya. Baskoro memastikan Gisel baik- baik saja dan sudah makan malam belum. Mata Fifi penuh api kecemburuan. Fifi adalah gadis belia yang berstatus single dan belum pernah menikah. Fifi bekerja di salah satu sekolah swasta bagian bimbingan pembinaan dan konseling anak.


Fifi dan Baskoro sudah menjalin hubungan sudah lama. Mereka seperti tidak bisa dipisahkan karena beberapa kali Fifi minta putus dan menyudahi hubungan itu namun Baskoro lah yang selalu mengejar Fifi. Baskoro merasakan kenyamanan jika sudah bersama Fifi jika di luar kota itu.


" Istri kamu, mas?" tanya Fifi sambil menyeruput jus alpokat nya. Baskoro meraih tangan Fifi dan menciumnya.


" Iya! Kamu tidak cemburu?" tanya Baskoro.

__ADS_1


" Enggak!" sahut Fifi singkat namun berbeda dengan isi hati Fifi. Baskoro tersenyum melihat reaksi itu.


" Aku akan menikah dengan kamu!" ucap Baskoro dengan janjinya. Fifi melihat dua bola mata Baskoro yang serius.


" Lalu istri kamu?" tanya Fifi.


" Aku akan menceraikan nya." ucap Baskoro kepada Fifi.


" Kenapa?" tanya Fifi.


" Karena aku lebih memilih kamu, yank!" jawab Baskoro.


" Kamu tidak bisa bercerai dengan istri kamu jika tidak ada masalah didalam rumah tangga kalian, dong!" sahut Fifi.


" Ada dong! Alasannya karena istri aku tidak bisa memberikan aku keturunan atau anak. Beres kan?" kata Baskoro enteng.


" Tapi tidak sesederhana itu, mas bas! Apakah kamu sudah tidak ada rasa rindu dengan istri kamu itu ketika kamu di sini bersama aku?" tanya Fifi.


" Entah lah! Kamu mengalahkan istri aku dalam segala hal!" sahut Baskoro.


Fifi menarik nafas pelan dan menatap Baskoro sambil tersenyum hangat.


@@@@@@


Flasback off


Di lain tempat, di perjalanan hidup antara Fifi dengan Baskoro dan Fauzi dengan Gisel. Dua pasangan yang menjalin hubungan yang rumit. Dua pasangan laki-laki dan perempuan yang telah menjalin hubungan terlarang. Mereka masih saja belum berhenti dalam menjalin hubungan yang penuh tantangan dan kucing- kucing an. Mungkin hal ini tidak untuk Fauzi yang memang berstatus seorang duda. Beberapa kali anak laki-laki nya selalu melarang hubungan dengan wanita yang berstatus istri orang. Namun tetap saja Fauzi masih tidak bisa meninggalkan Gisel yang masih berstatus istri dari Baskoro.


Demikian juga Baskoro. Fifi sendiri mungkin saja bebas dan belum terikat dengan laki-laki manapun karena dirinya masih gadis. Namun berbeda dengan Baskoro yang masih menyandang status suami dari Gisel. Hubungan seperti ini seperti tidak akan pernah ada rasa syukur nya. Atau perasaan suka atau mungkin obsesi ingin merebut milik seseorang? Entahlah. Istilah keren saat ini adalah Pelakor. Namun benarkah cinta yang kedua kalinya di masa puber itu membuat perselingkuhan itu terjadi. Rumah tangga yang awalnya damai, tenang saling menerima akhirnya rusak dan berantakan.


Akhir dari perjalanan rumah tangga Gisel adalah Baskoro menceraikan Gisel dengan beberapa alasan yaitu Gisel disebut nya wanita mandul dan tidak bisa memberikan keturunan pada Baskoro. Sedangkan Baskoro menginginkan seorang anak dari darah dagingnya. Dari Fifi lah akhirnya Baskoro bisa mendapatkan apa yang dia ingin. Fifi akhirnya mengandung anak Baskoro yang membulatkan tekad Baskoro untuk menceraikan Gisel. Gisel menjadi seorang janda.


Dengan status Gisel seorang janda, akhirnya membuat hubungan dengan Fauzi semakin jelas. Fauzi butuh pendamping di masa tuanya. Tidak sekedar kebutuhan biologis saja, namun Fauzi ingin mendapatkan istri yang baik dan bisa melayani dirinya. Walaupun Gisel bukan wanita sempurna, pada akhirnya dirinya akan sadar akan kodratnya sebagai wanita dan juga istri. Terlebih Gisel memang benar mencintai Fauzi.


Akhirnya keduanya menemukan kehidupan nya masing-masing. Awal dari hubungan mereka yang rumit akhirnya menentukan jalan nya.


Dan Melinda juga demikian. Melinda sebagai mama Bagas dan sudah berstatus janda setelah bercerai dengan Fauzi, papa Bagas. Bersama dengan Koko, Melinda mulai menjalani rumah tangga itu diusia yang tidak lagi muda. Mereka laki-laki dan wanita dewasa. Mereka punya langkah dan pilihan menentukan hidup dan kebahagiaan nya. Pada titik tertentu, rasa letih itu akan muncul dalam pencarian dan petualangan cinta mereka.

__ADS_1


Dan Bagas? Dia masih di luar negeri mengurus bisnis milik keluarga nya. Fauzi menyerahkan semuanya pada Bagas beserta adiknya.


__ADS_2