PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
HAPPY ENDING


__ADS_3

Tiga tahun kemudian.


" Apakah kamu bahagia menikah dengan aku, Sandriza?" tanya Bagas seraya mengusap pipi Sandriza yang lembut seperti bayi. Sandriza tersenyum lebar.


" Tentu saja, mas Bagas!" ucap Sandriza mengangguk cepat lalu menghambur memeluk Bagas.


" Kalau begitu, cepatlah ajari aku cara bercinta itu!" bisik Bagas tanpa rem. Sandriza seketika memerah wajahnya lantaran malu.


" Ajari apa sih? Aku belum berpengalaman soal itu." sahut Sandriza. Bagas terkekeh mendengar kalimat itu.


Iya, antara Bagas dengan Sandriza akhirnya mereka menikah setelah beberapa tahun ini mereka semakin dekat satu dengan yang lain. Setelah perceraiannya dengan Handoko, Sandriza memilih hengkang di dunia akting dan memilih kerja dengan Bagas di perusahaan nya. Tentu saja Bagas tidak membiarkan Sandriza jauh darinya. Bagas memberikan posisi Sandriza sebagai asisten pribadinya. Dari itulah keduanya semakin dekat dan Sandriza akhirnya membuka hatinya dengan Bagas. Melinda dan juga Fauzi sebagai papa dan mama Bagas tidak melarang hubungan keduanya, mengingat bahwa antara Sandriza dengan Bagas memang kebenarannya bukanlah sedarah.


Bagas pura-pura memejamkan matanya.Sengaja Bagas lakukan supaya Sandriza berinisiatif memulai duluan. Memulai sesuatu yang sudah hampir tiga tahun ini tidak Sandriza lakukan. Dan malam ini adalah malam pertama bagi kedua nya setelah tadi pagi Bagas mengucapkan ikrar suci menikahi Sandriza dengan beberapa mas kawinnya. Malam ini malam yang dingin semakin mendukung keduanya untuk saling merapat dan bersentuhan.


" Mas Bagas! Kenapa tidur sih? Jadi diajari caranya bercinta tidak?" ucap Sandriza. Bagas masih diam tidak menjawabnya. Bagas masih memejamkan matanya, Pura-pura tidur. Dalam benak Bagas dirinya menahan tawanya. Benar! Sandriza jadi kebingungan Bagas tiba-tiba bobok seperti sangat kecapean.

__ADS_1


" Sepertinya kamu sangat capek yah, mas? Seharian ini tamu- tamu banyak yang berdatangan mengucapkan selamat kepada kita. Dari kolega papa mama dan juga relasi mas Bagas. Apalagi teman- teman artis aku dulu juga ikut meramaikan pesta pernikahan kita." kata Sandriza seperti mengajak bicara dengan Bagas.


" Kalau begitu, aku gak mau mengganggu kamu deh, mas! Kita lakukan sesuatu yang enak- enak itu lima hari lagi. Aku merasa besok aku bakal dapet. Iya, aku rasa besok pasti aku akan datang bulan." ucap Sandriza seraya menarik selimut nya hingga ke atas. Bagas mengintip pelan.


" Waduh, besok Sandriza datang bulan? Kalau malam ini tidak segera bertindak, aku bakal menunggu lima atau tujuh hari lagi sampai Sandriza bersih suci dari menstruasi. Waduh."pikir Bagas.


Bagas segera memeluk pinggang Sandriza. Sandriza yang sudah mulai memejamkan matanya menjadi membulat matanya.


"Mas Han? Kamu sudah bangun?" tanya Bagas.


" Kenapa lagi Sandriza, sayang?" tanya Bagas.


" Itu, aku kebelet pipis. Aku pipis dulu boleh kan mas?" ucap Sandriza. Bagas tersenyum memberikan jawabannya. Sandriza segera turun dari ranjang lebar dan mewah itu. Sampai beberapa menit kemudian Sandriza keluar dari kamar mandi yang berada di kamar utama mereka.


Sandriza mulai membuka laci dan mencari sesuatu. Bagas membenarkan duduknya di atas kasur itu dan menyandarkan kepala nya di sandaran tempat tidur.

__ADS_1


" Kamu lagi mencari apa, sayang?" tanya Bagas penuh perhatian.


" Itu, mas Bagas, aku mencari pembalut. Kemarin aku letakan di mana yah?" jawab Sandriza. Bagas spontan menepuk jidatnya sendiri. Lalu berbaring lemas di atas peraduan itu.


" Gagal deh, malam pertama nya." gumam Bagas. Sandriza masih saja cuek mencari pembalut yang dia simpan kemarin.


TAMAT


TAMAT


TAMAT


TAMAT


KUNJUNGI CERITA NOVEL AKU YANG LAIN YAH, READER KESAYANGAN.... 😘🥰😘

__ADS_1


__ADS_2