PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
POSESIF


__ADS_3

Di tempat syuting, semua kru dan aktor aktris sedang break. Sandriza yang baru saja syuting mendekati Mery yang masih setia duduk menyaksikan proses pengambilan gambar film di dekat beberapa kru film. Sandriza duduk di dekat Mery. Mery mengusap peluh keringat yang mulai bergulir di dahi Sandriza.


" Dimana Mas Han?" tanya Sandriza. Mery tersenyum lalu memberikan minuman buah dari kurir yang memberikan pesanan. Katanya makanan dan minuman dari Handoko untuk Sandriza dan Mery.


" Mas Han lagi di kantor." sahut Mery singkat dan tidak banyak menjelaskan. Sandriza menghela nafasnya panjang supaya lebih rileks setelah adegan yang melelahkan.


" Mery! Kamu bawa stoking gak?" tanya Sandriza. Mengerutkan dahinya.


" Untuk apa?" tanya Mery. Sandriza tersenyum jahil.


" Kamu tahu Mery, setelah ini ada adegan sedikit menantang di dalam kolam renang bersama aktor senior yang bernama Ramzi, itu. Di ceritanya kan aku sudah menjalin hubungan dengan Ramzi, dan ini akan melakukan adegan ciuman dan dia kami akan melakukannya di dalam kolam renang itu." jelas Sandriza. Mery masih belum paham.


" Maksudnya gimana, stoking untuk apa?" tanya Mery.


" Untuk mencekik leher aktor Ramzi! Kamu ini bagaimana sih? Tentu saja aku akan memakai stoking itu. Aku harus melapisi tubuh ku dengan kain tipis itu. Aku kan tidak tahu, sifat Ramzi sebenarnya. Aku takutnya dia ngerjain aku dan jahil padaku. Aku takut Itunya entar ditempelkan ke aku, dan aku mencegahnya supaya tidak mengenai badanku." terang Sandriza. Mery tersenyum lalu terkekeh.


" Baiklah! Aku akan membelinya di depan itu yah. Kau pastikan akan mendapatkan stocking nya." kata Mery. Lalu mulai berdiri.

__ADS_1


" Jam berapa akan mulai syuting adegan itu?" tanya Mery.


" Sepertinya satu jam lagi, karena Ramzi masih perjalanan ke lokasi syuting." sahut Sandriza. Mery bernafas lega. Masih ada waktu yang lama untuk dirinya berbelanja barang itu.


" Kalau begitu aku langsung saja berangkat yah. Kamu jangan lupa itu makan, dimakan yah! Semuanya tadi dari Mas Han." ucap Mery. Sandriza mulai mengambil makanan yang sudah disiapkan untuk dirinya.


Ketika Sandriza sedang menikmati makan siangnya itu, Sandriza di dekati oleh aktris senior. Sandriza tersenyum ramah.


" Setelah ini masih ada giliran pengambilan gambar dari kamu tidak?" tanya Rose aktris senior yang ikut menjadi pemain di film bersama Sandriza kali ini.


" Masih, kak!" sahut Sandriza sambil mengunyah makanan nya. Sandriza santai kalau sedang menghadapi Rose yang terlihat tidak menyukai dirinya lantaran mendapatkan peran utama protagonis bersama aktor senior Ramzi yang juga memerankan tokoh utama protagonis pria.


" Dengan bang Ramzi adegan terakhir pengambilan gambar film ini. Setelah ini selesai, aku sudah selesai syuting nya." kata Sandriza.


" Oh adegan yang di dalam kolam renang itu? Wah. wah.. wah kamu sangat beruntung loh! Selain bisa mengenal lebih dekat dengan aktor senior seperti Bang Ramzi, kamu bisa melakukan adegan lebih intim dengan dia." kata Rose. Sandriza tersenyum.


" Kemarin adegan ciuman kan, aku bilang dengan Bang Ramzi tidak mau menempel bibir. Aku tidak ambil ciuman yang sebenarnya. Dan Bang Ramzi menghargai apa yang aku inginkan." terang Sandriza.

__ADS_1


" Berarti kamu tidak totalitas loh, Sandriza! Cuma ciuman bibir aja kamu masih harus pakai trik dan tidak sungguhan. Kalau aku yang memerankan, aku pasti melakukan nya dengan total. Apalagi lawan main ku adalah bang Ramzi. Aku akan senang hati melakukan itu semua." kata Rose. Sandriza tersenyum saja.


" Tapi kamu tahu, Sandriza! Di dalam kolam renang nanti, kamu tidak bisa menghindari bang Sandi ketika kamu dipeluk dan beradegan panas di sana." terang Mery. Sandriza mendengus kesal. Rose tertawa terbahak- bahak.


" Kenapa dengan kamu? Apakah kamu jijik jika melakukan semua nya itu bersama dengan Bang Ramzi? Di cium, dipeluk oleh dia?" tuduh Rose.


" Aku tidak terbiasa dengan adegan seperti ini apalagi dengan lawan main yang belum begitu aku kenal." kata Sandriza. Rose malah tersenyum sinis.


" Bukannya ketika kamu bermain teater, dipertunjukkan kemarin itu kamu melakukan adegan ciuman dan berpelukan bersama lawan main kamu? Kalian terlihat sempurna dan menghayati. Aku yakin itu benar-benar berciuman kan?" tuduh Rose. Sandriza terkekeh.


" Tidak! Tidak! Itu tidak sebenarnya kok! Itu pandainya tim kameranya yang mengambil gambar." sahut Sandriza. Rose mengerutkan dahinya.


" Jadi itu tidak benar-benar berciuman?" tanya Rose. Sandriza terkekeh.


" Tidak kok, kak! Serius!" sahut Sandriza. Rose seperti tidak mempercayai nya.


" Setelah ini aku sudah tidak sabar menonton hasil film ini ini. Tim kreator dan pengeditan yang sudah berpengalaman pasti akan menghasilkan gambar film yang Oke dan keren. Kita pasti terlihat cantik yah, Sandriza?" ucap Rose.

__ADS_1


" Kakak memang dasarnya sudah sangat cantik. Baik di depan kamera maupun aslinya." kata Sandriza. Rose seperti sedang disanjung oleh rivalnya.


__ADS_2