PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
KENCAN DI MALAM MINGGU


__ADS_3

" Apakah tidak ada hasrat itu dengan tante Melinda?" tanya Zio penasaran.


" Hasrat itu sebenarnya lebih besar sekali. Namun aku masih berusaha tidak ingin merendahkan Melinda. Kecuali Melinda sendiri yang dengan ikhlas memberikan semuanya untuk aku." cerita Koko seperti benar-benar mengatasnamakan cinta sejati itu seperti apa.


" Apakah semua itu cinta sejati? Cinta yang tulus?" sahut Zio sambil berpikir.


" Entahlah! Setelah ini aku akan mencoba dengan dia wanita itu yang sudah menunggu aku di sana. Aku rasa aku ketika bermain dengan dua wanita itu adalah hanya mengejar kesenangan dan kepuasan diriku di atas ranjang saja. Setelah itu aku tidak akan kepikiran lagi dengannya." kata Koko sambil menatap dua wanita yang sudah dipesannya untuk menemaninya bobok malam ini.


Zio hanya menatap geli akan kehidupan bebas ala bos. Untung saja dirinya tidak menyukai berganti-ganti pasangan. Walaupun sesungguhnya dirinya sungguh sangat haus akan itu semua.


*******


Di dalam kamar Sandriza. Sandriza mulai sibuk bersolek mempersiapkan acara malam mingguan nya bersama Zio. Sebelumnya Zio sudah menghubungi Sandriza melalui chating dan VC di ponselnya, bahwa Zio malam ini akan menjemput Sandriza untuk mengajaknya berkencan menikmati malam minggu setelah mereka mulai sah berpacaran.

__ADS_1


Bagas nyelonong masuk ke kamar Sandriza tanpa mengetuk pintu sebelumnya. Sandriza jadi membulat matanya seperti kelereng.


" Mau kemana, Sandriza?" tanya Bagas benar- benar kepo.


" Mau malam mingguan, mas!" jawab Sandriza sambil membuat lengkungan alisnya yang bak petir menyambar.


" Dengan laki-laki itu?" sahut Bagas kurang senang.


" Iya, dengan kak Zio!" kata Sandriza membenarkan.


" Nanti aku pakai jaket lagi kok, mas! Jadi kaos ketatnya tertutup dengan jaketnya.Ini supaya lebih keren dan modis ,mas!" kata Sandriza masih ngotot tidak mau ganti baju nya.


" Nanti kalau sudah di dalam mobil kamu buka jaketnya. Terus kamu tunjukkan da - da kamu yang menantang itu. Biar laki-laki itu tergoda yah?" tuduh Bagas yang bikin Sandriza melotot matanya.

__ADS_1


" Mas bagas!" sahut Sandriza ingin protes akan ucapan Bagas.


" Jika kamu tidak ingin dilecehkan, kamu pakai pakaian yang lebih sopan. Hal itu akan membuat laki-laki tidak merendahkan kamu. Apalagi ini kamu akan jalan dengan kekasih kamu. Dia akan mulai memegang tangan kamu, mencium kamu, lalu minta yang lebih dari itu. Apakah kamu mau atau jangan- jangan kamu memang sangat ngarep dia melakukan itu terhadap kamu." kata Bagas asal jeplak.


" Mas Bagas, iihhh!" sahut Sandriza sambil menghentakkan kakinya ingin marah.


" Kalau kamu tidak mengganti pakaian kamu, atau rok kamu dengan celana panjang, aku tidak akan mengijinkan kamu pergi sama laki-laki itu." ucap Bagas akhirnya.


Bagas akhirnya keluar dari kamar Sandriza dan duduk di kursi sofa. Bagas punya rencana, jika Sandriza masih tetap dengan penampilan nya. Bagas akan melarikan Sandriza pergi bersamanya. Jadi laki-laki itu, si Zio tidak jadi berkencan dan malam mingguan dengan Sandriza.


Bagas senyum- senyum sendiri, membayangkan jika pria hidung belang itu tidak jadi berkencan dengan Sandriza. Harapan dan rencana indahnya untuk bermalam mingguan dengan Sandriza, hanyalah sekedar impian saja.


Selang berapa lama, suara klakson mobil diluar pagar berbunyi. Bagas segera mengintip dari kaca. Rupanya Zio, si laki-laki pacar Sandriza sudah datang dan menanti Sandriza untuk mendatangi nya.

__ADS_1


" Enak saja, laki-laki itu! Dia bahkan tidak mau turun dan masuk ke rumah. Minta ijin dulu sama aku atau mama dulu kenapa? Ini main bunyi klakson segala buat Sandriza cepat- cepat keluar dan masuk ke mobilnya. Ini tidak bisa di biarkan." pikir Bagas sambil mulai berencana.


" Aku mau membawa Sandriza pergi untuk bermalam mingguan. Rasain loh, Zio!" pikir Bagas mulai jahil.


__ADS_2