PELAKOR- PELAKOR

PELAKOR- PELAKOR
CEMBURU


__ADS_3

Setelah makan malam dengan suaminya, Gisel sudah mulai bersiap di peraduannya. Gisel benar-benar merasa letih. Akhirnya Gisel tertidur di kasur empuk nya setelah dalam perut yang kenyang. Suaminya Baskoro yang melihat Gisel sudah tertidur tidak jadi menuntut lagi. Baskoro membelai rambut Gisel dengan penuh kasih sayang.


" Kasihan sekali istri aku ini. Hari ini aku sudah membuat dia kelelahan." ucap Baskoro pelan sambil tersenyum tangannya membelai pucuk kepala Gisel.


*******


Sampai akhirnya pagi pun tiba. Dan Baskoro lebih dahulu terbangun dan sudah siap akan keberangkatannya ke luar kota. Seorang sopirnya sudah menunggu nya di depan rumah. Secangkir kopi sudah disajikan oleh asisten rumah tangga nya. Baskoro masih melihat Gisel tidur nyenyak di kasurnya. Baskoro enggan untuk membangunkan Gisel.


" Mbak! Nanti sampaikan Gisel kalau aku sudah berangkat lebih pagi. Tapi kalau Gisel belum juga keluar dan masih di dalam kamarnya, nanti biar aku sendiri yang menghubungi Gisel." kata Baskoro kepada asisten rumah tangga nya.


" Baik, tuan!" sahut asisten pribadi rumah itu.


Baskoro mulai berangkat dan meninggalkan rumahnya bersama sopir pribadi nya. Baskoro masih saja senyum - senyum sendiri jika mengingat betapa sangat aji mumpung kalau sudah kembali ke rumah. Baskoro selalu saja melakukan permainan itu bersama Gisel sampai beberapa kali hingga Gisel merasa tidak sanggup dan menyerah. Bayangkan saja, tidak hanya dua kali permainan namun sampai lebih dari lima kali permainan. Itu sungguh menguras stamina dan tenaga Gisel.


*******

__ADS_1


" Jam berapa ini? Masih males banget untuk bangun. Capek!" ucap Gisel pelan sambil berguling-guling an di atas kasurnya.


Ponsel Gisel berbunyi. Panggilan suara masuk itu sudah mulai sibuk untuk minta diangkat. Gisel mulai melihat nama yang tertera di HP nya. Nama indah bagi Gisel, Fauzi.


" Hai, sayang!" sapa Gisel dengan suara serak mengangkat sambungan masuk itu.


" Hai sayang! Masih di atas kasur yah?" tanya Fauzi lalu mengalihkannya ke VC dan Gisel menerimanya.


" Hai cantik! Ya ampun habis dipakai kamu semalam?" tanya Fauzi sangat vulgar. Gisel masih berselimut putih yang tebal.


" Kamu tersenyum saja, sayang? Berapa kali?" tanya Fauzi lagi.


" Fauzi! Nanti saja telepon lagi yah! Aku masih ngantuk banget!" kata Gisel.


" Ayolah Gisel! Dari tadi malam aku chat dan menghubungi kamu tapi kamu tidak membalas dan mengangkatnya. Aku sungguh-sungguh gila. Aku kangen banget sama kamu." ucap Fauzi jujur.

__ADS_1


Gisel malah tersenyum saja.


" Maaf! Suamiku dari kemarin pulang! Jadi aku tidak bisa bermain HP." terang Gisel.


" Cepat ke kantor aku sekarang! Kalau kamu tidak segera datang, aku akan ke rumah kamu sekarang juga. Aku tidak akan perduli." ancam Fauzi akhirnya.


" Tapi aku masih ngantuk, Fauzi." rengek Gisel manja.


" Pokoknya aku sudah tidak perduli!" sahut Fauzi lagi.


" Ya sudahlah! Sebentar lagi aku ke sana. Aku mandi dulu yah!" kata Gisel sambil membuka selimut putihnya. Fauzi melihat tubuh mulus Gisel yang masih polos. Hal itu membuatnya semakin geram.


" Sial! Kamu benar-benar habis dipakai! Berapa kali hah?" Fauzi emosi dan cemburu.


" Fauzi kamu tidak boleh cemburuan dong! Aku kan bersama suami aku, Baskoro." ucap Gisel supaya Fauzi tidak marah.

__ADS_1


Panggilan masuk itu seketika terputus. Fauzi sangat cemburu sekali ketika mengetahui bahwa semalaman Gisel ber cinta dengan suaminya itu.


__ADS_2